Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat dipimpin
oleh sektor keuangan karena investor tetap terpengaruh oleh ketegangan
geopolitik. Dow Jones ditutup menguat 91 poin (+0,46%) di level 19.974, sedangkan Nasdaq naik 26 poin (+0,49%) pada level 5.484.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 77 poin (+0,40%) pada level
19.572. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 14 poin
(-0,10%) di level Rp13.452.
Technical Ideas
Menguatnya
bursa saham Wall Street diprediksi menjadi katalis positif indeks, di
sisi lain, melemahnya harga komoditas dan minimnya sentimen positif
dalam negeri diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan target support di level 5.130 sedangkan resist pada level 5.190. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· TLKM (BoW, Resist: Rp3.760, Support: Rp3.700)
· BJTM (SELL, Resist: Rp620, Support: Rp570)
· BWPT (SELL, Resist: Rp278, Support: Rp254)
· ISAT (Spec Buy, TP: Rp6.350, Support: Rp6.050)
News Highlight
PT Global Mediacom Tbk (BMTR) membidik
pertumbuhan pendapatan sebesar 7% hingga 10% di tahun depan. Industri
media dinilai mulai membaik dan mengarah ke pertumbuhan positif. Laba
bersih BMTR juga diperkirakan tumbuh, terutama berasal dari industri
media televisi free to air yang berada di bawah PT Media Nusantara Citra
Tbk (MNCN). Sementara pertumbuhan televisi berbayar dari PT MNC Sky
Vision Tbk (MSKY) dinilai masih akan melambat. Tahun depan, BMTR
memperkirakan akan memiliki dana kas yang lebih besar.
PT Soechi Lines Tbk (SOCI) mempertahankan
besaran alokasi belanja modal pada 2016 sama besar dengan tahun ini.
Soechi Lines akan memanfaatkan dana ini untuk menambah belanja armada
kapal baru. Mengenai sumber pendanaan, rencananya manajemen Soechi Lines
akan memenuhi kebutuhan modal dari pinjaman perbankan, tanpa menyebut
banknya. Dalam alternatif pendanaan tersebut manajemen tidak
merencanakan untuk mencari dana dari penerbitan surat utang alias
obligasi.
PT Kino Indonesia Tbk (KINO) menyiapkan
belanja modal sekitar Rp80 miliar pada 2017. Angka ini susut sekitar
68% dibanding alokasi tahun ini, sekitar Rp250 miliar. Lebih kecilnya
alokasi tahun depan karena utilitas mesin masih belum penuh. Disisi
lain, sebagian investasi untuk keperluan operasional KINO juga sudah
dilakukan sepanjang tahun ini. Sementara, rata-rata utilitas lini
produksi KINO saat ini sekitar 60%.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menambah fasilitas
pinjaman untuk anak-anak usahanya. Perseroan sepakat mengubah
perjanjian fasilitas pinjaman kepada PT Manggala Alam Lestari, anak
perusahaan tidak langsung yang dimilik DSSA. Perseroan menambah plafon
pinjaman dari Rp50 miliar menjadi Rp70 miliar untuk Manggala Alam.
Selain itu, DSSA juga menambah plafon fasilitas kepada PTSKS Listrik
Kalimantan, dari Rp100 miliar menjadi Rp200 miliar. Tujuan utama
peningkatan plafon pinjaman itu adalah untuk mendukung kebutuhan modal
kerja anak-anak perusahaan perseroan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar