Jumat, Desember 16

Morning Update 16 Desember 2016

Market Wrap

Bursa saham Wall Street pada perdagangan Kemarin ditutup menguat seiring dengan banyaknya data ekonomi AS yang dirilis dan keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga. Dow Jones ditutup menguat 60 poin (+0,30%) di level 19.852, sedangkan Nasdaq naik 20 poin (+0,37%) pada level 5.457. Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 136 poin (+0,71%) pada level 19.410. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 45 poin (-0,34%) di level Rp13.429.
                                                                                                                                                                                                                                                        
Technical Ideas

Menguatnya bursa saham Wall Street serta masih stabilnya kondisi perekonomian dalam negeri diprediksi menjadi sentimen positif indeks, di sisi lain masih adanya sentimen negatif setelah The Fed menaikkan suku bunga diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.220 sedangkan resist pada level 5.285. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          ADHI (Spec Buy, TP: Rp2.140, Support: Rp2.030)
·          ANTM (Spec Buy, TP: Rp915, Support: Rp875)
·          SMGR (SELL, Resist: Rp9.150, Support: Rp8.800)
·          LSIP (Spec Buy, TP: Rp1.840, Support: Rp1.710)

News Highlight

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan mengoperasikan hotel baru di Bali pada kuartal I/2017. Perseroan memprediksi dalam dua tahun kontribusi dari hotel baru akan cukup signifikan terhadap pendapatan berulang. Hotel yang akan dibuka tahun depan bernama Movenpick Resor & Spa Jimbaran. Hotel dengan klasifikasi bintang lima yang memiliki 300 kamar. Tahun depan kontribusi Movenpick belum akan signifikan, sekitar 2%-3% terhadap pendapatan berulang.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melalui unit bisnis pertambangan emas pongkor telah melakukan penjualan perdana produk Green Fine Aggregat (GFA). GFA merupakan upaya inovasi bidang pengelolaan lingkungan berupa pemanfaatan tailing pengolahan emas menjadi bahan baku material konstruksi. Penjualan ini merupakan bagian dari tahap komersialisasi produk GFA setelah diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Perseroan berupaya menekan serendah mungkin dampak lingkungan yang timbul dari aktivitas operasional penambangan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menerapkan strategi konservatif di tengah masuknya investior asing ke bisnis layar lebar. Perseroan menargetkan ekspansi tahun depan dengan membuka bioskop di 10 lokasi dengan rerata tahunan 10-15 pembukaan baru. Manajemen mengaku tidak akan mendapatkan tambahan modal investor asal Korea Selatan. Pertengahan tahun ini, investor tersebut telah menyuntik modal Rp331,7 miliar lewat right issue. Aksi tersebut membuat perseroan meraup dana segar Rp650 miliar. Dananya digunakan untuk membayar utang Rp250 miliar dan Rp400 miliar bagi kebutuhan ekspansi pembukaan tujuh bioskop baru.
                                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar