Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan Kemarin ditutup menguat seiring
dengan banyaknya data ekonomi AS yang dirilis dan keputusan The Fed
untuk menaikkan suku bunga. Dow Jones ditutup menguat 60 poin (+0,30%) di level 19.852, sedangkan Nasdaq naik 20 poin (+0,37%) pada level 5.457.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 136 poin (+0,71%) pada
level 19.410. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 45
poin (-0,34%) di level Rp13.429.
Technical Ideas
Menguatnya
bursa saham Wall Street serta masih stabilnya kondisi perekonomian
dalam negeri diprediksi menjadi sentimen positif indeks, di sisi lain
masih adanya sentimen negatif setelah The Fed menaikkan suku bunga
diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.220 sedangkan resist pada level 5.285. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· ADHI (Spec Buy, TP: Rp2.140, Support: Rp2.030)
· ANTM (Spec Buy, TP: Rp915, Support: Rp875)
· SMGR (SELL, Resist: Rp9.150, Support: Rp8.800)
· LSIP (Spec Buy, TP: Rp1.840, Support: Rp1.710)
News Highlight
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan
mengoperasikan hotel baru di Bali pada kuartal I/2017. Perseroan
memprediksi dalam dua tahun kontribusi dari hotel baru akan cukup
signifikan terhadap pendapatan berulang. Hotel yang akan dibuka tahun
depan bernama Movenpick Resor & Spa Jimbaran. Hotel dengan
klasifikasi bintang lima yang memiliki 300 kamar. Tahun depan kontribusi
Movenpick belum akan signifikan, sekitar 2%-3% terhadap pendapatan
berulang.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melalui
unit bisnis pertambangan emas pongkor telah melakukan penjualan perdana
produk Green Fine Aggregat (GFA). GFA merupakan upaya inovasi bidang
pengelolaan lingkungan berupa pemanfaatan tailing pengolahan emas
menjadi bahan baku material konstruksi. Penjualan ini merupakan bagian
dari tahap komersialisasi produk GFA setelah diresmikan oleh Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Perseroan berupaya menekan serendah
mungkin dampak lingkungan yang timbul dari aktivitas operasional
penambangan.
PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menerapkan
strategi konservatif di tengah masuknya investior asing ke bisnis layar
lebar. Perseroan menargetkan ekspansi tahun depan dengan membuka
bioskop di 10 lokasi dengan rerata tahunan 10-15 pembukaan baru.
Manajemen mengaku tidak akan mendapatkan tambahan modal investor asal
Korea Selatan. Pertengahan tahun ini, investor tersebut telah menyuntik
modal Rp331,7 miliar lewat right issue. Aksi tersebut membuat perseroan
meraup dana segar Rp650 miliar. Dananya digunakan untuk membayar utang
Rp250 miliar dan Rp400 miliar bagi kebutuhan ekspansi pembukaan tujuh
bioskop baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar