Kamis, Desember 15

Morning Update 15 Desember 2016

Market Wrap

Bursa saham Wall Street pada perdagangan Kemarin ditutup melemah dengan dipimpin oleh saham sektor energi dan untilitas setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya dalam satu dekade terakhir. Dow Jones ditutup melemah 118 poin (-0,60%) di level 19.792, sedangkan Nasdaq turun 27 poin (-0,50%) pada level 5.436. Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 61 poin (+0,32%) pada level 19.315. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 79 poin (-0,59%) di level Rp13.373.
                                                                                                                                                                                                                                                        
Technical Ideas

Melemahnya bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah dunia diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Hari ini akan ada rilis data ekonomi neraca perdagangan dan suku bunga BI. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan target support di level 5.230 sedangkan resist pada level 5.290. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          BBRI (SELL, Resist: Rp11.725, Support: Rp11.275)
·          JPFA (Spec Buy, TP: Rp1.790, Support: Rp1.565)
·          INDF (SELL, Resist: Rp8.075, Support: Rp7.875)
·          SMRA (SELL, Resist: Rp1.485, Support: Rp1.355)

News Highlight

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mulai menyiapkan agenda ekspansi tahun depan. MEDC akan mulai mencari pendanaan dari pasar saham serta surat utang untuk membayar kembali utangnya dan mendanai ekspansi tahun depan. Tahun depan, MEDC menyiapkan belanja modal US$150 juta hingga US$180 juta. Belanja modal ini digunakan untuk menjaga produksi MEDC tahun depan. Jika harga minyak tahun depan bisa berada di level US$60 per barel, MEDC bisa mendanai sepertiga capex dari keuntungan kenaikan harga minyak.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) optimis kinerja tahun depan akan lebih baik. Perseroan kembali menargetkan pendapatan pra penjualan sebesar Rp4,5 triliun sepanjang 2017. Untuk mencapai target, perseroan akan fokus mengembangkan proyek township. SMRA telah menyiapkan belanja modal sama seperti tahun ini. Dana capex berasal dari dua skema, yaitu dari kas internal perseroan dan pinjaman perbankan. Laba SMRA tahun ini turun signifikan di akhir September 2016, yaitu hanya Rp57 miliar. Padahal laba perusahaan tahun lalu mencapai Rp807 miliar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) mengantongi pinjaman dari konsorsium perbankan untuk modal kerja dan refinancing senilai US$425 juta. Perseroan akan menggunakan dana hasil pinjaman untuk mendukung operasional, pembiayaan modal kerja, project cost, dan refinancing entitas asosiasi. Manajemen emiten bersandi saham CITA tersebut berharap positif dengan kembali beroperasinya tambang, serta berlanjutnya ekspor hasil pemurnian bauksit berupa SGA. Terutama setelah mendapat suntikan dana dari perbankan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar