Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan awal pekan ditutup melemah meskipun
harga minyak menguat dengan treasury yield menjelang pertemuan Federal
Reserve. Dow Jones ditutup menguat 39 poin (+0,20%) di level 19.796, sedangkan Nasdaq turun 32 poin (-0,59%) pada level 5.412.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka melemah 13 poin (-0,07%) pada level
19.141. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 44 poin
(+0,33%) di level Rp13.287.
Technical Ideas
Melemahnya
bursa saham Wall Street menjelang pertemuan The Fed diprediksi menjadi
sentimen negatif indeks, di sisi lain menguatnya harga minyak mentah
diperkirakan menjadi katalis positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.270 sedangkan resist pada level 5.330. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· UNTR (Spec Buy, TP: Rp23.325, Support: Rp22.275)
· CTRP (Spec Buy, TP: Rp730, Support: Rp700)
· LPCK (SELL, Resist: Rp5.825, Support: Rp5.525)
· BBNI (SELL, Resist: Rp5.550, Support: Rp5.425)
News Highlight
PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana
untuk melakukan pembelian saham kembali. Pembelian saham kembali
dilakukan pada 13 Desember 2016 sampai 18 bulan kemudian. Harum Energy
mengalokasikan dana sebesar US$27 juta. Ini untuk mengurangi dampak
negatif terhadap tekanan jual pada perdagangan saham HRUM. Hal ini
dipicu sentimen negatif dari kondisi pasar global selama beberapa tahun
terakhir. Aksi pembelian kembali HRUM yang dilakukan sejak tahun lalu
terlihat cukup efektif membuat saham HRUM meningkat.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mampu
membukukan laba bersih sebesar US$73 juta. Kinerja perusahaan lebih
baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu rugi
senilai US$627,9 juta. Namun, laba bersih BUMI bukan diperoleh dari
peningkatan penjualan. Laba bersih BUMI berasal dari turunnya beban
bunga keuangan dan adanya pendapatan lain-lain. Restrukturisasi BUMI
yang berhasil dilakukan pada November lalu, turut dibukukan sebagai
penghasilan lain-lain.
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menambah
investasi di sektor rumah sakit selama tiga bulan terakhir tahun ini.
Induk usaha Group Emtek itu menambah investasi di Rumah Sakit Usada
Insani menjadi 67% dari sebelumnya 66,67% per 30 September 2016.
Manajemen perseroan dalam materi paparan publik menyatakan penambahan
investasi menjadi 67% tersebut bertujuan mempermudah perbaikan dan
konsolidasi di masa yang akan datang. EMTK menjajal bisnis rumah sakit
sejak 2013,sebuah lini bisnis baru dalam portofolio perseroan setelah
bertahun-tahun perseroan fokus menggarap bisnis jasa teknologi, media,
dan komunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar