Market Wrap
Bursa saham Wall Street pada perdagangan hari Rabu ditutup bervariasi diakhir bulan ditengah kenaikan harga minyak mentah pasca kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi selama pelaku pasar mengamati data ekonomi. Dow Jones ditutup menguat 2 poin(+0,01%) di level 19.123, sedangkan Nasdaq turun 56 poin (-1,05%) pada level 5.323. Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 313 poin (+1,71%) pada level 18.622. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 24 poin (-0,18%) di level Rp13.579.
Technical Ideas
Bervariasinya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi katalis negatif indeks, di sisi lain menguatnya harga minyak mentah diprediksi menjadi katalis positif. Pelaku pasar juga menunggu rilis data ekonomi inflasi yang akan diumumkan hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.115 sedangkan resist pada level 5.185. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· WSBP (Spec Buy, TP: Rp585, Support: Rp565)
· SMBR (Spec Buy, TP: Rp2.700, Support: Rp2.480)
· MAPI (Spec Buy, TP: Rp5.550, Support: Rp5.000)
· AKRA (Spec Buy, TP: Rp6.850, Support: Rp6.500)
News Highlight
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengumumkan transaksi afiiasi jual beli saham dengan Dana Penisun Semen Gresik (DPSG) dalam PT Varia Usaha yang telah dilakukan pada 28 November 2016 lalu. Transaksi ini bernilai sebesar Rp475,1 miliar dan dibayarkan melalui kas perseroan. SMGR membeli saham PT Varia Usaha sebanyak 48,7% dari modal yang ditempatkan. PTVU ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jasa transportasi, perdagangan semen dan bahan bangunan serta perdagangan barang industri.
PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) memprediksi kinerja pengangkutan pengupasan tanah dan produksi batubara di sisa tahun ini bisa lebih tinggi dari target sebelumnya. Optimisme ini terlihat dari pencapaian produksi bulan Oktober 2016 yang meningkat menjadi 238,6 juta bcm, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 225,4 juta bcm. Produksi batubara yang dihasilkan dari Januari hingga Oktober lalu sudah mencapai 28,1 juta ton.
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) masih membukukan nilai utang yang besar pada kuartal III. Manajemen berharap proses penyelesaian utang selesai pada bulan Maret tahun depan. Pada kuartal III 2016, ELTY masih membukukan total liabilitas jangka pendek sebesar Rp5,34 triliun. Salah satu utang yang ingin segera diselesaikan manajemen adalah utang obligasi konversi yang memberikan kontribusi paling besar, sebesar Rp3 triliun. Salah satu opsi yang dilakukan guna merestrukturisasi hutang tersebut dengan melepas 38% saham anak usaha.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) proses restrukturisasi berkahir damai. Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengesahkan hasil perdamaian penundaan kewajiban pembayaran utang. Usai restrukturisasi, BUMI menargetkan volume produksi capai 100 juta ton di 2017. Sedang harga jual rata-rata batubara diprediksi minimal 30% di atas harga pada tahun ini. Hingga September 2016, BUMI tercatat membukukan penjualan 65 juta ton batubara termal. Nilai plus BUMI adalah cadangan batubaranya yang sangat besar dan kalori tinggi.
Akses full report di : http://ipot.id/?g=r/e/3c18tm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar