Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan hari Rabu ditutup menguat selama
investor masih menunggu pengumuman kebijakan moneter dari Bank Sentral
Eropa. Dow Jones ditutup menguat 298 poin (+1,55%) di level 19.549, sedangkan Nasdaq naik 61 poin (+1,14%) pada level 5.394.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 193 poin (+1,04%) pada
level 18.690. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 10
poin (+0,08%) di level Rp13.310.
Technical Ideas
Menguatnya
bursa saham Wall Street serta masih menguatnya nilai tukar rupiah
diprediksi menjadi sentimen positif indeks, di sisi lain melemahnya
harga minyak mentah dan komoditas lainnya diperkirakan menjadi katalis
negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.245 sedangkan resist pada level 5.290. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· MAPI (Spec Buy, TP: Rp5.400, Support: Rp5.150)
· GGRM (SELL, Resist: Rp67.000, Support: Rp63.900)
· LPPF (Spec Buy, TP: Rp15.900, Support: Rp14.500)
· LSIP (SELL, Resist: Rp1.890, Support: Rp1.780)
News Highlight
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) akan
membagikan dividen interim sebesar Rp20 per saham. Dividen ini
dibayarkan ke seluruh pemegang saham dari laba tahun buku 2016. Hingga
kuartal III 2016, EMTK mencetak pendapatan sebesar Rp5,3 triliun, naik
dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,7 triliun. Namun, laba
bersihnya turun dari Rp1,4 triliun menjadi Rp331,16 miliar.
PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) baru
saja mengantongi tender dari PetroChina International Jabung Ltd.
Tender itu didapat melalui anak usahanya yaitu PT Suasa Benua Sukses.
Kontrak akan berlangsung selama 451 hari dengan jumalh perkiraan nilai
kontrak sebesar US$9,04 juta. Per kuartal III 2016, SHIP mencatatkan
penurunan pendapatan menjadi US$11,7 juta dari periode yang sama tahun
sebelumnya sebesar US$12,9 juta. Laba pun ikut turun dari US$4,7 juta
menjadi US$4,1 juta.
PT Intraco Penta Tbk (INTA) memproyeksikan
pendapatan dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Bengkulu dapat
mencapai US$2,46 miliar setara Rp32,72 triliun. INTA juga akan menggelar
aksi anorganik melalui akuisisi untuk memperbesar kepemilikan saham di
dalam PLTU. Sektor kelistrikan ditargetkan akan memberikan kontribusi
terhadap total pendapatan sebagai pendapatan berulang setelah beroperasi
pada 2020. INTA membidik pendapatan dapat naik menjadi Rp1,4
triliun-Rp1,5 triliun di akhir tahun ini. Kontribusi penjualan alat
berat sektor pertambangan ditargetkan meningkat tajam seiring dengan
lonjakan harga batu bara.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) masih
mengincar proyek power plant senilai US$686 juta setara Rp9,12 triliun.
Perseroan akan membentuk perusahaan patungan dengan dua investor Korea
Selatan, yaitu Korea Midland Power dan Samsung Grup. Perseroan akan
menggenggam kepemilikan 25%-30% dari total saham perusahaan patungan.
Lini bisnis setrum yang baru pertama dirambah perseroan ini diproyeksi
menyumbang 20% terhadap total pendapatan setelah beroperasi pada 2020.
Saat ini, perseroan baru mengikuti tender proyek PLTG. Ke depan, Rukun
Raharja masih mengincar power plant lain bila terbuka kesempatan dengan
cara kongsi dan akuisisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar