Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan hari Kamis ditutup melemah dengan
penurunan terdalam saham sektor teknologi menutupi kenaikan saham sektor
keuangan, sementara investor masih mencermati data ekonomi dan kenaikan
harga minyak mentah. Dow Jones ditutup menguat 68 poin (+0,36%) di level 19.192, sedangkan Nasdaq turun 72 poin (-1,36%) pada level 5.251.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka melemah 117 poin (-0,63%) pada
level 18.395. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 41
poin (+0,30%) di level Rp13.524.
Technical Ideas
Melemahnya
bursa saham Wall Street serta adanya aksi demo pada hari ini
diperkirakan menjadi katalis negatif indeks, di sisi lain menguatnya
harga minyak mkentah diperkirakan menjadi katalis positif hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.165 sedangkan resist pada level 5.230. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· AISA (Spec Buy, TP: Rp2.030, Support: Rp1.900)
· MEDC (Spec Buy, TP: Rp1.425, Support: Rp1.285)
· BBRI (Spec Buy, TP: Rp11.650, Support: Rp10.900)
· SIMP (SELL, Resist: Rp515, Support: Rp494)
News Highlight
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) semakin
ekspansif mengembangkan bisnisnya di sektor energi. PTPP mengincar
investasi di proyek pembangkit listrik atau Independent Power Producer
(IPP). Tahun depan, PTPP menargetkan bisa mendapatkan proyek IPP sebesar
610 MW. Sementara baru-baru ini PTPP telah berhasil mendapatkan satu
royek pembangkit listrik energi terbarukan berkapasitas 10 MW. Proyek
tersebut saat ini sedang dalam proses engineering dan ditargetkan
rampung tahun depan.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) telah
memenuhi target pembukaan gerainya tahun ini. Perseroan baru saja
membuka gerai Matahari di Lippo Plaza Keboen Raya Bogor. LPPF memiliki
target untuk membuka minimal delapan gerai Matahari setiap tahunnya.
Nilai investasi atas pembangunan gerai bervariasi, antara Rp20 miliar
hingga Rp30 miliar. Besaran nilai salah satunya tergantung dari luas
gerai.
PT Tower Bersama Infratsruktur Tbk (TBIG) membukukan
laba bersih yang naik signifikan pada kuartal III. Selain naiknya
kinerja operasional perseroan, keuntungan dari selisih kurs juga
mendorong laba perusahaan. Selama sembilan bulan perseroan telah
meningkatkan site teleomunikasi sebanyak 1.137 site dan 1.837 penyewaan.
Tahun juga sudah menyampaikan tiga kuartal berturut pertumbuhan organic
sehingga mencerminkan pengeluaran oleh pelanggan operator untuk
penyebaran jaringan 3G dan 4G.
PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) memproyeksikan
bisnis tahun depan masih bisa tumbuh. Perusahaan menargetkan pendapatan
dan laba tumbuh linier di 2017. Dengan proyeksi perekonomian nasional
masih dapat tumbuh hingga 5,1%, serta belanja pemerintah yang juga akan
meningkat. Sehingga meningkatkan pula konsumsi dari masyarakat. Untuk
tahun depan, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 7% linier dengan
tergert pertumbuhan laba yang dipatok 7%. Hal ini guna menjaga rasio
profit margin yang di target tetap terjaga pada level 10%-11%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar