Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan di tutup melemah
dipimpin oleh saham sektor kesehatan karena investor mencerna komentar
pejabat Federal Reserve pada kebijakan moneter serta penurunan harga
minyak mentah. Dow Jones ditutup melemah 36 poin (-0,19%) di level 18.868, sedangkan Nasdaq turun 12 poin (-0,23%) pada level 5.321.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 69 poin (+0,39%) pada level
18.037. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 10 poin
(+0,07%) di level Rp13.418.
Technical Ideas
Menurunnya
bursa saham Wall Street dan harga komoditas diprediksi menjadi sentimen
negatif indeks pada hari ini. di sisi lain, mulai adanya sentimen
window dressing menjelang akhir tahun diperkirakan menjadi katalis
positif indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas dengan target support di level 5.135 sedangkan resist pada level 5.205. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· AKRA (SoS, TP: Rp7.100, Support: Rp6.850)
· BDMN (Spec Buy, TP: Rp3.560, Support: Rp3.400)
· TBIG (Spec Buy, TP: Rp5.800, Support: Rp5.550)
· LSIP (SELL, Resist: Rp1.655, Support: Rp1.545)
News Highlight
PT Hm Sampoerna Tbk (HMSP) menyiapkan
belanja modal tahun depan sekitar Rp1 trilun. Angka ini relatif sama
dengan anggaran yang sudah digelontorkan sepanjang tahun ini. Perseroan
tak perlu repot mencari jika hanya Rp1 triliun. Per September 2016 HMSP
memiliki kas dan setara kas Rp10,89 triliun. Alokasi diharapkan mampu
mendongkrak volume penjualannya. Sebab, dari sisi volume penjualan HMSP
belakangan ini menurun.
PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) mencatatkan
total utang hingga Rp3,8 triliun atau hampir menembus 100%. Hingga
September 2016, AISA memiliki rasio utang hingga 96,7% dari total
ekuitas senilai Rp3,95 triliun. Sementara itu, utang jangka pendek AISA
per September 2016 dengan total Rp154 triliun. Nilai utang tersebut
termasuk utang obligasi dan sukuk yaitu obligas pada 2013 senilai Rp600
miliar dan sukuk pada 2013 senilai Rp300 miliar dan sukuk pada Juli 2016
senilai Rp1,2 triliun.
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) memprediksi,
pendapatannya tahun deoan bisa tumbuh minimal 15%. Ini karena ada
sejumlah produk baru yang akan diluncurkan tahun depan. Manajemen
memprediksi, perseroan akan mencatat pendapatan Rp7 triliun. LTLS
mengincar pendapatan setidaknya sekitar Rp8 triliun. Sementara, kuartal
III 2016 lalu perseroan akan mencatat pendapatan Rp4,79 triliun. Angka
ini meningkat sekitar 99% yoy dari sebelumnya Rp4,84 triliun.
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) membeli
saham dalam PT Surya Citra Media Tbk senilai Rp26,53 miliar. Induk
usaha Surya Citra Media tersebut membeli 10 juta saham di harga
Rp2.241,34 per saham pada 16 November 2016. Pada 17 November 2016 EMTK
membeli 1,79 juta saham di harga Rp2.288,64 per saham. Tujuan transaksi
tersebut adalah untuk investasi dalam keterbukaan informasi di Bursa
Efek Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar