Senin, November 21

Morning_Update 20161121

Market Wrap

Bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan di tutup melemah dipimpin oleh saham sektor kesehatan karena investor mencerna komentar pejabat Federal Reserve pada kebijakan moneter serta penurunan harga minyak mentah. Dow Jones ditutup melemah 36 poin (-0,19%) di level 18.868, sedangkan Nasdaq turun 12 poin (-0,23%) pada level 5.321. Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 69 poin (+0,39%) pada level 18.037. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 10 poin (+0,07%) di level Rp13.418.
                                                                                                                                                                                                              
Technical Ideas

Menurunnya bursa saham Wall Street dan harga komoditas diprediksi menjadi sentimen negatif indeks pada hari ini. di sisi lain, mulai adanya sentimen window dressing menjelang akhir tahun diperkirakan menjadi katalis positif indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas dengan target support di level 5.135 sedangkan resist pada level 5.205. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          AKRA (SoS, TP: Rp7.100, Support: Rp6.850)
·          BDMN (Spec Buy, TP: Rp3.560, Support: Rp3.400)
·          TBIG (Spec Buy, TP: Rp5.800, Support: Rp5.550)
·          LSIP (SELL, Resist: Rp1.655, Support: Rp1.545)

News Highlight

PT Hm Sampoerna Tbk (HMSP) menyiapkan belanja modal tahun depan sekitar Rp1 trilun. Angka ini relatif sama dengan anggaran yang sudah digelontorkan sepanjang tahun ini. Perseroan tak perlu repot mencari jika hanya Rp1 triliun. Per September 2016 HMSP memiliki kas dan setara kas Rp10,89 triliun. Alokasi diharapkan mampu mendongkrak volume penjualannya. Sebab, dari sisi volume penjualan HMSP belakangan ini menurun.

PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) mencatatkan total utang hingga Rp3,8 triliun atau hampir menembus 100%. Hingga September 2016, AISA memiliki rasio utang hingga 96,7% dari total ekuitas senilai Rp3,95 triliun. Sementara itu, utang jangka pendek AISA per September 2016 dengan total Rp154 triliun. Nilai utang tersebut termasuk utang obligasi dan sukuk yaitu obligas pada 2013 senilai Rp600 miliar dan sukuk pada 2013 senilai Rp300 miliar dan sukuk pada Juli 2016 senilai Rp1,2 triliun.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) memprediksi, pendapatannya tahun deoan bisa tumbuh minimal 15%. Ini karena ada sejumlah produk baru yang akan diluncurkan tahun depan. Manajemen memprediksi, perseroan akan mencatat pendapatan Rp7 triliun. LTLS mengincar pendapatan setidaknya sekitar Rp8 triliun. Sementara, kuartal III 2016 lalu perseroan akan mencatat pendapatan Rp4,79 triliun. Angka ini meningkat sekitar 99% yoy dari sebelumnya Rp4,84 triliun.

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) membeli saham dalam PT Surya Citra Media Tbk senilai Rp26,53 miliar. Induk usaha Surya Citra Media tersebut membeli 10 juta saham di harga Rp2.241,34 per saham pada 16 November 2016. Pada 17 November 2016 EMTK membeli 1,79 juta saham di harga Rp2.288,64 per saham. Tujuan transaksi tersebut adalah untuk investasi dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
                         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar