Selasa, November 15

Morning_Update 20161115

Market Wrap

Bursa saham Wall Street pada perdagangan awal pekan ditutup bervariasi seiring langkah investor mengevaluasi prospek pertumbuhan ekonomi AS menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Dow Jones ditutup menguat 21 poin (+0,11%) di level 18.868, sedangkan Nasdaq turun 19 poin (-0,36%) pada level 5.218. Dari Regional, indeks Nikkei dibuka melemah 43 poin (-0,24%) pada level 17.630. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 32 poin (+0,24%) di level Rp13.343.
                                                                                                                                                                                                              
Technical Ideas

Bervariasinya bursa saham Wall Street dan melemahnya harga minyak mentah serta komoditas lainnya diprediksi menjadi sentimen negatif hari ini. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan target support di level 5.040 sedangkan resist pada level 5.185. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          HMSP (Spec Buy, TP: Rp3.900, Support: Rp3.780)
·          LSIP (SoS, TP: Rp1.660, Support: Rp1.580)
·          JPFA (Spec Buy, TP: Rp1.855, Support: Rp1.745)
·          PTBA (SELL, Resist: Rp13.675, Support: Rp11.975)

News Highlight

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba masing-masing 10% dan 35% hingga kuartal III/2016. AISA mencatatkan penjualan hingga September 2016 senilai Rp4,97 triliun, tumbuh 10,4% dari posisi Rp4,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada entitas induk pada September 2016 senilai Rp345,06 miliar, tumbuh 35,42% dari posisi 254,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.  

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) meluncurkasn armada baru MT Sinar Morotai berkapasitas angkut 44.50 m2. Kapal ini dibangun oleh galangan kapal Sasaki Shipbuilding co. Ltd, Jepang. Rencananya kapal seharga US$17 juta ini akan digunakan untuk mengangkut bahan kimia. Hingga sembilan bulan 2016, perusahaan mencetak pendapatan sebanyak US$304,54 juta atau turun 9,56% secara tahunan. Pendapatan SMDR terbesar berasal dari pendapatan uang tambang sebanyak US$164,57 juta.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Intiland Development Tbk (DILD) menggandeng Reco Kris Private Ltd untuk menggarap proyek South Quarter. PT Putra Sinar Remaja (PSR), cucu perusahaan Intiland telah menekan perjanjian usaha patungan dimana PSR akan menerbitkan saham baru dari portepel kepada Reco sekitar Rp1,03 triliun. PSR adalah anak usaha yang 100% dimiliki oleh PT Taman Harapan Indah (THI), anak usaha yang seluruh sahamnya dimiliki Intiland. Penerbitan saham portepel ke Reco itu membuat porsi saham THI di PSR menjadi 60% sedangkan sisanya dimiliki Reco.

PT Petrosea Tbk (PTRO) menandatangani kontrak jasa pertambangan dengan PT Kimco Armindo dengan nilai kontrak Rp1,57 triliun. Nilai kontrak sebesar Rp1,57 triliun di mana perolehan kontrak tersebut diharapkan bisa menambah pendapatan perusahaan, Jangka waktu kontrak kerja sama adalah 3 tahun. Dampak kerjasama ini adalah bertambahnya pendapatan keuangan perusahaan dan bertambahnya ruang lingkup pekerjaan.
                                                                                                                                                                                                                                                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar