Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat dengan
dipimpin oleh index mayoritas yang mencatatkan kenaikan terbaik selama
sepekan pasca kejuta dari partai republik. Dow Jones ditutup menguat 40 poin (+0,21%) di level 18.847, sedangkan Nasdaq naik 28 poin (+0,54%) pada level 5.237.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 233 poin (+1,34%) pada
level 17.604. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 19
poin (+0,14%) di level Rp13.364.
Technical Ideas
Menguatnya
bursa saham Wall Street diikuti dengan kenaikan komoditas CPO
diprediksi menjadi sentimen positif indeks hari ini, di sisi lain
melemahnya harga minyak mentah diprediksi menjadi katalis positif hari
ini. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan support di level 5.185 sedangkan resist pada level 5.270. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· ADRO (Spec Buy, TP: Rp1.735, Support: Rp1.585)
· AALI (Spec Buy, TP: Rp16.150, Support: Rp15.300)
· CTRP (SELL, Resist: Rp800, Support: Rp710)
· ANTM (Spec Buy, TP: Rp915, Support: Rp885)
News Highlight
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan
PT Union Sampoerna Dinamika (USD), anak perusahaan HMSP melepas saham
PT Sampoerna Printpack (SPP), sebuah perusahaan kemasa rokok di
Surabaya. Tujuan dari dilaksanakannya adalah untuk meningkatkan
efisiensi operasional grup perseroan dengan lebih memfokuskan bidang
usaha pada hal-hal yang terkait secara langsung dengan bidang usaha
utama.
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bersiap
menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih
dahulu (HMETD) yang akhirnya menetapkan harga pelaksanaan right issue sebesar Rp525 per saham. Nantinya, kras akan menggunakan 66% dana right issue
untuk memenuhi kebutuhan modal kerja proyek pembangunan hot strip mill
2. Sementara itu, sebesar 34% sisanya akan digunakan sebagai ekuitas
untuk proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara
1x150 Mega Watt (MW). Perseroan juga akan mengkombinasikan sumber
pendanaan lain seperti kas internal atau ekuitas guna memenuhi kebutuhan
investasi tersebut.
PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) menjual
sebagian lahan ke perusahaan afiliasi senilai Rp173,31 miliar.
Penjualan ini menambah pendapatan operasi lainnya sebanyak Rp74,31
miliar. Skema penjualan lahan tersebut dilakukan dengan cara perjanjian
pengalihan uang muka atas pembelian tanah di Cipayung. Eureka akan
mengalihkan uang muka tersebut kepada PT Prima Jaringan (PJ). Dengan
menjual sebagian lahan kepada PJ, perusahaan akan mendapat tambahan
pendapatan lain di masa yang akan datang karena tanah tersebut
rencananya akan dikerjasamakan dengan perusahaan.
PT Budi Starch and Sweetener Tbk (BUDI) menganggarkan
belanja modal Rp200 miliar untuk ekspansi kapasitas produksi dan
perawatan alat produksi pada 2017. Dari total anggaran belanja modal
tersebut, Rp100 miliar akan digunakan untuk perawatan kapasitas produksi
di 21 pabrik yang dimiliki perseroan. Anggaran belanja modal tersebut
akan berasal dari kas internal perseroan dan pinjaman bank. Untuk tahun
ini perseroan menganggarkan belanja modal mencapai Rp180 miliar. Hingga
akhir tahun yang akan terserap di kisaran Rp165 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar