Jumat, November 11

Morning_Update 20161111

Market Wrap

Bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan ditutup bervariasi karena investor reposisi portofolio mereka mengikuti kampanye pemilihan presiden. Dow Jones ditutup menguat 218 poin (+1,17%) di level 18.808, sedangkan Nasdaq melemah 42 poin (-0,81%) pada level 5.209. Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 196 poin (+1,13%) pada level 17.540. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 462 poin (+3,52%) di level Rp13.600.
                                                                                                                                                                                                              
Technical Ideas

Bervariasinya bursa saham Wall Street serta menurunnya harga minyak mentah dan melemahnya nilai tukar diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan support di level 5.420 sedangkan resist pada level 5.480. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          AISA (Spec Buy, TP: Rp2.170, Support: Rp2.000)
·          ADHI (Spec Buy, TP: Rp2.270, Support: Rp2.190)
·          ADRO (Spec Buy, TP: Rp1.690, Support: Rp1.610)
·          CTRP (SoS, Resist: Rp825, Support: Rp765)

News Highlight

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) membeli satu unit kapal kontainer milik perusahaan kapal Jerman senilai US$6,7 juta. Nilai pembelian aset itu berkisar 10,69% dari ekuitas perseroan yang mencapai Rp814,6 miliar. Pembelian kapan itu akan meningkatkan kapasitas angkut yang dimiliki TMAS. Dana pembelian kapal ini berasal dari dana kas perseroan sebesar US$2,3 juta dan utang bank senilai US$4,4 juta. 

PT Indika Energy Tbk (INDY) optimistis dengan kinerja pada akhir tahun dan 2017. Harga batu bara yang mulai rebound tidak bisa berdampak positif secara langsung terhadap kinerja perseroan. Lonjakan harga batu bara tidak bisa terefleksi terhadap kinerja dalam sembilan bulan pada 2016. INDY menargetkan pemangkasan produksi batu bara 20% menjadi 32 juta ton hingga 33 juta ton dari realisasi tahun lalu 40 juta ton. Perseroan optimis dengan kinerja perseroan pada kuartal IV/2016 seiring dengan penguatan harga komoditas batu hitam tersebut.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membidik target tinggi pada 2017 setelah suksesnya restrukturisasi utang dengan kreditur. Sampai akhir 2016, target produksi diproyeksi 85 juta ton-88 juta ton. Hingga September 2016, penjualan batu bara BUMI meningkat 10,7% yoy menjadi 64,6 juta ton dari 58,4 juta ton. Hingga paruh pertama tahun ini, kerugian BUMI menipis 96,3% menjadi US$11,82 juta.

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) memproyeksi kinerja perseroan akan gemilang pada 2016 dan 2017. Rebound harga batu bara berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan. Namun, perseroan masih menerapkan strategi konservatif bagi kegiatan operasional. Strategi konservatif dilakukan mengingat harga batu bara pada awal 2016 masih rendah. Tahun ini, manajemen DOID membidik target produksi konservatif sebanyak 33,2 juta ton menyamai periode 2015.
                                                                                                                                                                                                                                                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar