Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan di tutup melemah setelah
rilis data ketenagakerjaan sementara pelaku pasar bersiap untuk
pemilihan umum. Dow Jones ditutup melemah 42 poin (-0,24%) di level 17.888, sedangkan Nasdaq melemah 12 poin (-0,24%) pada level 5.046.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 181 poin (+1,07%) pada
level 17.087. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 49
poin (-0,38%) di level Rp13.117.
Technical Ideas
Melemahnya
bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak metah diprediksi
menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain, rilisnya data ekonomi GDP
yang akan diumumkan hari ini diperkirakan akan menjadi katalis positif
indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan support di level 5.300 sedangkan resist pada level 5.405. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· WSBP (Spec Buy, TP: Rp620, Support: Rp590)
· ICBP (Spec Buy, TP: Rp9.300, Support: Rp8.900)
· WTON (Spec Buy, TP: Rp905, Support: Rp845)
· BMRI (Spec Buy, TP: Rp11.200, Support: Rp11.000)
News Highlight
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akhirnya menentukan harga pelaksanaan right issue,
yaitu sebesar Rp2.180 per saham. Wika akan menerbitkan 2,82 miliar
saham baru. Tingkat dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak
mengambil haknya juga menjadi lebih kecil. Sebelumnya, efek dilusi
diperkirakan mencapai 39,63%. Target dana right issue WIKA tetap
sebesar Rp6,15 triliun. WIKA akan menggunakan 70,77% dana hasil
penerbitan saham baru ini untuk kebutuhan belanja modal.
PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) membidik
kontrak infrastruktur. SMCB meraih sejumlah kontrak, mulai dari jalan
hingga pembangunan sarana infrastruktur. Sejumlah proyek infrastruktur
yang sudah diraih antara lain proyek tol di Sumatera dan perbaikan
infrastruktur jalan Transjakarta. Demi meningkatkan efisiensi, SMCB
menerapkan sistem baru, yaitu aplikasi SAP yang akan digunakan seluruh
entitas perusahaan. Namun aplikasi ini hanya bersifat management system.
PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) akan
membagikan dividen interim ketiga untuk tahun buku 2016 pada 24
November 2016. Besarannya Rp15 per saham. Cum dan ex dividen di pasar
reguler dan negosiasi akan jatuh pada 9 dan 10 November 2016. Sementara
di pasar tunai akan jatuh pada 14 dan 15 November 2016. Sebelumnya, SMSM
telah membagikan dividen interim kedua sebesar Rp50 dan dividen interim
pertama Rp35 per saham.
PT Nipress Tbk (NIPS) cukup
memuaskan di kuartal-III 2016. Ini terlihat dari penjualan aki
kendaraan mengalami peningkatan. Sehingga laba bersih pun ikut
terdongkrak. Dengan peningkatan penjualan, perusahaan ini mampu mencatat
laba Rp28,5 miliar dari periode sama tahun lalu yang masih mencetak
rugi Rp3,9 miliar. Peningkatan laba juga ditunjang keuntungan dari
selisih kurs sebesar Rp12,4 miliar. Berdasarkan segmen Geografis pasa
aki NIPS tak hanya berasal dari Indonesia, namun juga ekspor ke Asia,
Afrika, Timur Tengah, Amerika dan Eropa yang juga mengalami peningkatan
penjualan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar