Rabu, November 30

Morning Update 30 November 2016

Market Wrap

Bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat dengan dipimpin oleh saham sektor kesehatan dan real estate ditengah pelaku pasar yang mencermati data ekonomi serta penurunan harga minyak dunia menjelang pertemuan OPEC. Dow Jones ditutup menguat 24 poin (+0,12%) di level 19.121, sedangkan Nasdaq naik 11 poin (+0,21%) pada level 5.380. Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 23 poin (+0,12%) pada level 18.330. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 5 poin (+0,04%) di level Rp13.555.
                                                                                                                                                                                                              
Technical Ideas

Menguatnya bursa saham Wall Street di prediksi menjadi sentimen positif indeks, di sisi lain melemahnya harga minyak mentah menjelang pertemuan OPEC hari ini diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.100 sedangkan resist pada level 5.170. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          BBCA (BoW, Resist: Rp14.550, Support: Rp14.100)
·          UNVR (Spec Buy, TP: Rp41.300, Support: Rp39.950)
·          SMRA (Spec Buy, TP: Rp1.415, Support: Rp1.365)
·          MAPI (Spec Buy, TP: Rp5.100, Support: Rp4.870)

News Highlight

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berpotensi tumbuh dua digit pada tahun ini dan tahun depan. Proyeksi tersebut akan didukung kemampuan KLBF menggenjot segmen usaha consumer health dan nutrisi. Saat ini, bisnis farmasi KLBF dinilai sudah melambat dan tak memiliki ruang untuk bertumbuh. Sebelumnya KLBF juga menggandeng Genexine Inc asal Korea. Dalam waktu dekat, Kalbe akan kembali mendirikan joint venture bersama perusahaan farmasi di negara Asia Tenggara.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membagi dividen interim dengan jumlah Rp375 per saham per tahun buku 2016 ini atau total sebesar 2,8 triliun. Laba UNVR di kuartal III 2016 ini naik ke angka Rp4,7 triliun. Capaian ini mengindikasikan pertumbuhan sekitar 14,6% apabila dibandingkan dengan laba mereka di kuartal III 2015 yang berada di angka Rp4,1 triliun. Sementara itu untuk cum dividen atau akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi akan dilakukan per 5 Desember 2016.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akhirnya mendapat kepastian pendanaan proyek pembangkit listrik tenaga uap. Konsorsium Adaro baru saja meraih utang sindikasi US$409 juta dari enam sindikasi bank. Enam bank yang siap mengucurkan utang di antaranya ada Korea Development Bank, The Bank of Tokto Mitsubishi UFJ dan DBS Bank. ADRO akan memberikan jaminan atas dukungan ekuitas yang dilakukan Adaro Power. Nantinya, listrik yang dihasilkan oleh PLTU di Tabolang ini akan dijual ke PT PLN dalam tempo 25 tahun setelah konstruksi selesai. Selesainya pendanaan ini akan menambah portofolio ADRO di proyek listrik.

PT SLJ Global Tbk (SULI) terjadi perubahan struktur kepemilikan saham. PT Sumber Graha Sejahtera telah melepas seluruh kepemilikan sahamnya di SULI kepada Amir Sunarko yang merupakan Presiden Direktur SULI. Kepemilikan saham SULI oleh Presiden Komisaris Wijiasih Cahyasasi juga berkurang dari 0,96% menjadi 0,34%. Sehingga saat ini mayoritas saham SULI dipegang Amir Sunarko sebesar 24,63%, Deddy Hartawan sebesar 18,93%.

                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar