Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat dengan
dipimpin oleh saham sektor kesehatan dan real estate ditengah pelaku
pasar yang mencermati data ekonomi serta penurunan harga minyak dunia
menjelang pertemuan OPEC. Dow Jones ditutup menguat 24 poin (+0,12%) di level 19.121, sedangkan Nasdaq naik 11 poin (+0,21%) pada level 5.380.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 23 poin (+0,12%) pada level
18.330. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 5 poin
(+0,04%) di level Rp13.555.
Technical Ideas
Menguatnya
bursa saham Wall Street di prediksi menjadi sentimen positif indeks, di
sisi lain melemahnya harga minyak mentah menjelang pertemuan OPEC hari
ini diperkirakan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.100 sedangkan resist pada level 5.170. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· BBCA (BoW, Resist: Rp14.550, Support: Rp14.100)
· UNVR (Spec Buy, TP: Rp41.300, Support: Rp39.950)
· SMRA (Spec Buy, TP: Rp1.415, Support: Rp1.365)
· MAPI (Spec Buy, TP: Rp5.100, Support: Rp4.870)
News Highlight
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berpotensi
tumbuh dua digit pada tahun ini dan tahun depan. Proyeksi tersebut akan
didukung kemampuan KLBF menggenjot segmen usaha consumer health
dan nutrisi. Saat ini, bisnis farmasi KLBF dinilai sudah melambat dan
tak memiliki ruang untuk bertumbuh. Sebelumnya KLBF juga menggandeng
Genexine Inc asal Korea. Dalam waktu dekat, Kalbe akan kembali
mendirikan joint venture bersama perusahaan farmasi di negara Asia Tenggara.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membagi
dividen interim dengan jumlah Rp375 per saham per tahun buku 2016 ini
atau total sebesar 2,8 triliun. Laba UNVR di kuartal III 2016 ini naik
ke angka Rp4,7 triliun. Capaian ini mengindikasikan pertumbuhan sekitar
14,6% apabila dibandingkan dengan laba mereka di kuartal III 2015 yang
berada di angka Rp4,1 triliun. Sementara itu untuk cum dividen atau
akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen di pasar reguler dan
pasar negosiasi akan dilakukan per 5 Desember 2016.
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akhirnya
mendapat kepastian pendanaan proyek pembangkit listrik tenaga uap.
Konsorsium Adaro baru saja meraih utang sindikasi US$409 juta dari enam
sindikasi bank. Enam bank yang siap mengucurkan utang di antaranya ada
Korea Development Bank, The Bank of Tokto Mitsubishi UFJ dan DBS Bank.
ADRO akan memberikan jaminan atas dukungan ekuitas yang dilakukan Adaro
Power. Nantinya, listrik yang dihasilkan oleh PLTU di Tabolang ini akan
dijual ke PT PLN dalam tempo 25 tahun setelah konstruksi selesai.
Selesainya pendanaan ini akan menambah portofolio ADRO di proyek
listrik.
PT SLJ Global Tbk (SULI) terjadi
perubahan struktur kepemilikan saham. PT Sumber Graha Sejahtera telah
melepas seluruh kepemilikan sahamnya di SULI kepada Amir Sunarko yang
merupakan Presiden Direktur SULI. Kepemilikan saham SULI oleh Presiden
Komisaris Wijiasih Cahyasasi juga berkurang dari 0,96% menjadi 0,34%.
Sehingga saat ini mayoritas saham SULI dipegang Amir Sunarko sebesar
24,63%, Deddy Hartawan sebesar 18,93%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar