Market Wrap
Bursa saham Eropa pada perdagangan hari Kamis ditutup menguat pelaku pasar fokus pada data ekonomi terbaru dari German dan meningkatnya ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga bulan depan. DAX ditutup menguat 27 poin (+0,25%) di level 10.689, sedangkanFTSE naik 11 poin (+0,17%) pada level 6.829. Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 105 poin (+0,58%) pada level 18.439. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 10 poin (-0,07%) di level Rp13.568.
Technical Ideas
Masih melemahnya nilai tukar rupiah dan minimnya sentimen positif dalam negeri pada akhir pekan dipreksi menjadi katalis negatif bagi indeks untuk hari ini. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan target support di level 5.040 sedangkan resist pada level 5.175. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· AALI (Spec Buy, TP: Rp17.000, Support: Rp16.150)
· GGRM (SELL, Resist: Rp63.800, Support: Rp61.200)
· PGAS (SELL, Resist: Rp2.530, Support: Rp2.450)
· KAEF (SoS, TP: Rp2.780, Support: Rp2.600)
News Highlight
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melanjutkan rencana menambah modal melalui penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) di kuartal satu tahun depan. Right issue ini menjadi strategi MEDC untuk membayar utang dan memperkuat struktur permodalan. MEDC sempat berniat membidik dana right issue Rp4,65 triliun. Right issue US$150 juta ini kemungkinan dilakukan pada akhir kuartal satu tahun depan. Selain right issue, MEDC juga mempertimbangkan mencari dana dari pasar obligasi. MEDC menggunakan dana obligasi ini untuk membayar utang dan mendanai belanja modal.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) optimistis kinerja keuangan perseroan akan tumbuh lebih tinggi di tahun depan. Perseroan membidik pertumbuhan kapasitas dari China dan Timur Tengah. Perseroan yakin, pertumbuhan pasar dari China dan Timur Tengah masih cukup tinggi. GIAA juga tengah mempertimbangkan opsi untuk membeli pesawat Boeing maupun Airbus pada tahun depan. Hingga akhir tahun ini, GIAA yakin bisa memperoleh kinerja positif. Pasalnya, dua penerbangan mancanegara tahun ini akan mendorong pendapatan perseroan.
PT XL Axiata Tbk (EXCL) mulai mematangkan rencana bisnis tahun depan. Perseroan menyiapkan belanja modal periode 2017 sekitar Rp7 triliun. Alokasi tersebut memang relatif sama dengan alokasi tahun ini. Tapi, output atas penggunaan capex tersebut justru akan lebih besar seiring dengan mulai fokusnya EXCL untuk mengembangkan jaringan 4G. Tahun depan, EXCL akan lebih gencar mengembangkan jaringan kecepatan tinggi tersebut. Manajemen belum melihat adanya urgensi untuk mencari pendanaan eksternal untuk menutup kebutuhan capex tersebut.
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menargetkan capaian yang lebih konservatif tahun depan. Melihat proyeksi pendapatan pada tahun ini diperkirakan masih di bawah target. Di awal tahun target tinggi memang melihat adanya tambahan dari proyek light rapid transit yang sempat molor dari rencana, belum lagi juga ada kontrak-kontrak lainnya yang tertunda pelaksanaa lelangnya. Nilai kontrak LRT tahap pertama mencapai Rp22 triliun. Kemungkinan ADHI baru mendapatkan kontrak tersebut pada tahun depan.
Akses full report di : http://ipot.id/?g=r/e/3c188i
Tidak ada komentar:
Posting Komentar