Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan hari Kamis ditutup bervariasi karena
investor mendalami data ekonomi, termasuk hasil notulensi pertemuan The
Federal Reserve bulan November. Dow Jones ditutup menguat 59 poin (+0,31%) di level 19.083, sedangkan Nasdaq turun 5 poin (-0,11%) pada level 5.380.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 158 poin (+0,87%) pada
level 18.321. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 61
poin (-0,45%) di level Rp13.551.
Technical Ideas
Bervariasinya
bursa saham Wall Street dan terus melemahnya nilai tukar rupiah
diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain masih
menguatnya harga minyak mentah diperkirakan menjadi katalis positif
indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.175 sedangkan resist pada level 5.240. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· KLBF (Spec Buy, TP: Rp1.540, Support: Rp1.465)
· UNTR (Spec Buy, TP: Rp22.325, Support: Rp21.475)
· CTRA (Spec Buy, TP: Rp1.455, Support: Rp1.415)
· INCO (Spec Buy, TP: Rp3.520, Support: Rp3.220)
News Highlight
PT Ultrajaya Milk Tbk (ULTJ) sukses menggelar private placement
senilai total Rp1,22 triliun. Aksi ini dilakukan di harga Rp4.500 per
saham dengan nilai transaksi Rp427,5 miliar. Pada Agustus 2016, pemegang
saham pendiri menjual kepemilikan 6,84% saham. Nilai transaksinya
mencapai Rp791,9 miliar. Saham ULTJ ditawarkan ke investor institusi
lokal dan investor asing yang berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika
Serikat dan Eropa. Para investor melirik ULTJ lantaran emiten ini masih
terus ekspansi.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan
meluncurkan klaster baru di proyek Summarecon Bandung pada akhir
November 2016 guna mengejar sisa target prapenjualan sebanyak Rp1,1
triliun. Hingga Oktober 2016, perseroan telah meraup prapenjualan
sebanyak Rp2,4 triliun atau 68,5% dari target. Summarecon telah merevisi
target prapenjualan menjadi Rp3,5 triliun dari sebelumnya Rp4,5 triliun
menyusul penjualan yang masih lesu hingga kuartal III 2016.
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan
kembali menambah kapasitas produksinya. Perseroan akan memperluas
kapasitas pabrik polyethylene. Ekspansi pabrik ini diharapkan menambah
kapasitas 400.000 ton per tahun. Saat ini, total kapasitas polyethylene
perseroan sekitar 336.000 ton per tahun. Perseroan akan menggunakan
30%-40% dana kas internal untuk membiayai proyek tersebut. Setelah
perluasan pabrik ini, perseroan bisa memanfaatkan kelebihan produksi
ethylene sekitar 430.000 ton per tahun untuk penggunaan internal.
PT Indonesia Paradise Property Tbk (INPP) berencana
menambah segmen residensial pada 2017 untuk menambah sumber pendapatan
baru. Tahun depan perseroan berniat merilis proyek apartemen di Batam.
Pendapatan dari penjualan properti akan menjadi sumber pendapatan baru
karena basis pendapatan perserian saat ini seluruhnya dari properti
investasi. Per September 2016, pendapatan INPP mencapai Rp391,63 miliar,
turun 1% secara tahunan. Sementara itu, sepanjang tahun ini INPP
membidik pertumbuhan pendapatan 20% atau Rp704,5 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar