Rabu, November 23

Morning Update 23 November 2016

Market Wrap

Bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat dengan membentuk ketinggian baru karena investor mengamati data perumahan dan menanti agenda kebijakan Donald Trump. Dow Jones ditutup menguat 67 poin (+0,35%) di level 19.024, sedangkan Nasdaq naik 17 poin (+0,33%) pada level 5.386. Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 57 poin (+0,31%) pada level 18.163. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 28 poin (-0,21%) di level Rp13.471.
                                                                                                                                                                                                              
Technical Ideas

Menguatnya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif indeks, di sisi lain melemahnya harga minyak mentah dan kekhawatiran investor pada aksi demo diperkirakan mengganggu laju indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.140 sedangkan resist pada level 5.270. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          ITMG (Spec Buy, TP: Rp16.100, Support: Rp14.950)
·          WSKT (Spec Buy, TP: Rp2.430, Support: Rp2.310)
·          BMRI (Spec Buy, TP: Rp11.125, Support: Rp10.700)
·          ADRO (Spec Buy, TP: Rp1.685, Support: Rp1.555)

News Highlight

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjual kepemilikan saham PT Adaro Indonesia kepada BUMN Thailand. Seluruh saham right issue tersebut diserap oleh EGAT International Company Limited (EGATi), sebuah perusahaan yang diatur dan berada di bawah hukum Thailand. Dana segar yang akan diperoleh dari right issue sebesar US$325 juta dibayarkan secara bertahap. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat kondisi keuangan Adaro Indonesia. EGATi merupakan anak perusahaan Electricity Generating Authority of Thailand, sebuah BUMN Thailand yang bergerak di sektor pembangkit listrik.

PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) berencana melakukan penawaran saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang mendapat perhatian khusus OJK. Ini karena jumlah right issue GREN mencapai angka jumbo Rp30 triliun dan memiliki efek dilusi sebesar 95,24%. Rencana right issue GREN juga berhubungan dengan proses restrukturisasi yang dilakukan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB). Gren terlibat proses ini melalui entitas anak usahanya, PT Pasific Mulia Industri. Dana right issue ini akan digunakan untuk melunasi utang.                  
                                                                                                                                                                                                                                               
PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) berencana mengubah penggunaan hasil penawaran umum dari yang direncanakan tahun ini. Manajemen BLTZ berencana merubah rencana penggunaan dana IPO untuk pengembangan usaha dalam bentuk belanja modal. Tadinya perusahaan ingin membangun tujuh bioskop baru yang terletak di Bandung, Yogyakarta, Bogor, Karawang, Jakarta, dan Surabaya.  Namun pembangunan bioskop di Bogor belum juga terlaksana sehingga manajemen berencana mengalihkan dana untuk pembangunan bioskop di Palembang. Pengalihan dana lantaran belum siapnya infrastruktur dari mall tempat bioskop itu beroperasi.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjual saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$400 juta untuk melunasi utang kepada Credit Suisse. Transaksi itu mewakili 38,1% dari ekuitas perseroan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk US$1,05 miliar. Dana hasil penjualan saham NNT akan digunakan untuk penyelesaian utang pada Credit Suisse dengan total US$722,16 juta. Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2016, investasi di NNT senilai US$876,46 juta, maka transaksi penjualan NNT senilai US$400 juta akan diakui sebagai kerugian sebesar US$476,45 juta.
                                                                                                                                                                                                                                                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar