Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat dengan
membentuk ketinggian baru karena investor mengamati data perumahan dan
menanti agenda kebijakan Donald Trump. Dow Jones ditutup menguat 67 poin (+0,35%) di level 19.024, sedangkan Nasdaq naik 17 poin (+0,33%) pada level 5.386.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 57 poin (+0,31%) pada level
18.163. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 28 poin
(-0,21%) di level Rp13.471.
Technical Ideas
Menguatnya
bursa saham Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif indeks, di
sisi lain melemahnya harga minyak mentah dan kekhawatiran investor pada
aksi demo diperkirakan mengganggu laju indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.140 sedangkan resist pada level 5.270. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· ITMG (Spec Buy, TP: Rp16.100, Support: Rp14.950)
· WSKT (Spec Buy, TP: Rp2.430, Support: Rp2.310)
· BMRI (Spec Buy, TP: Rp11.125, Support: Rp10.700)
· ADRO (Spec Buy, TP: Rp1.685, Support: Rp1.555)
News Highlight
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjual kepemilikan saham PT Adaro Indonesia kepada BUMN Thailand. Seluruh saham right issue
tersebut diserap oleh EGAT International Company Limited (EGATi),
sebuah perusahaan yang diatur dan berada di bawah hukum Thailand. Dana
segar yang akan diperoleh dari right issue sebesar US$325 juta
dibayarkan secara bertahap. Dana tersebut akan digunakan untuk
memperkuat kondisi keuangan Adaro Indonesia. EGATi merupakan anak
perusahaan Electricity Generating Authority of Thailand, sebuah BUMN
Thailand yang bergerak di sektor pembangkit listrik.
PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) berencana
melakukan penawaran saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
yang mendapat perhatian khusus OJK. Ini karena jumlah right issue GREN mencapai angka jumbo Rp30 triliun dan memiliki efek dilusi sebesar 95,24%. Rencana right issue
GREN juga berhubungan dengan proses restrukturisasi yang dilakukan
Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB). Gren terlibat proses ini
melalui entitas anak usahanya, PT Pasific Mulia Industri. Dana right issue ini akan digunakan untuk melunasi utang.
PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) berencana
mengubah penggunaan hasil penawaran umum dari yang direncanakan tahun
ini. Manajemen BLTZ berencana merubah rencana penggunaan dana IPO untuk
pengembangan usaha dalam bentuk belanja modal. Tadinya perusahaan ingin
membangun tujuh bioskop baru yang terletak di Bandung, Yogyakarta,
Bogor, Karawang, Jakarta, dan Surabaya. Namun pembangunan bioskop di
Bogor belum juga terlaksana sehingga manajemen berencana mengalihkan
dana untuk pembangunan bioskop di Palembang. Pengalihan dana lantaran
belum siapnya infrastruktur dari mall tempat bioskop itu beroperasi.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjual
saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$400 juta untuk melunasi
utang kepada Credit Suisse. Transaksi itu mewakili 38,1% dari ekuitas
perseroan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk US$1,05 miliar.
Dana hasil penjualan saham NNT akan digunakan untuk penyelesaian utang
pada Credit Suisse dengan total US$722,16 juta. Dalam laporan keuangan
per 30 Juni 2016, investasi di NNT senilai US$876,46 juta, maka
transaksi penjualan NNT senilai US$400 juta akan diakui sebagai kerugian
sebesar US$476,45 juta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar