Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan kemarin di tutup melemah terkait
dengan berita pemilihan umum dan the Fed yang akan memutuskan kenaikan
suku bunga hari Kamis. Dow Jones ditutup melemah 105 poin (-0,58%) di level 18.037, sedangkan Nasdaq turun 35 poin (-0,69%) pada level 5.153. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei
dibuka melemah 174 poin (-1,00%) pada level 17.268. Nilai tukar Rupiah
terhadap USD pagi ini dibuka melemah 8 poin (-0,06%) di level Rp13.055.
Technical Ideas
Melemahnya
bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah dan
komoditas lainnya diprediksi menjadi sentimen negatif indeks pada hari
ini. Selain itu, pelaku pasar menunggu hasil rapat the Fed. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan support di level 5.390 sedangkan resist pada level 5.445. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· TINS (SELL, Resist: Rp930, Support: Rp870)
· PWON (BoW, Resist: Rp730, Support: Rp690)
· KAEF (Spec Buy, TP: Rp2.490, Support: Rp2.170)
· ASII (Spec Buy, TP: Rp8.400, Support: Rp8.250)
News Highlight
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) masih
menunggu realisasi kontrak LRT yang rencananya akan ditandatangani di
akhir tahun ini. Jika hal ini menjadi kenyataan maka target perolehan
kontrak baru mereka akan terungkit. Untuk kontrak baru sampai akhir
tahun diproyeksikan di angka Rp18 triliun di luar kontrak LRT. Proyeksi
ini turun dibandingkan dengan target perolehan kontrak baru mereka di
tahun 2016 ini yaitu Rp25 triliun.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan
membagikan dividen interim yang berasal dari laba bersih yang dibukukan
pada Semester I 2016 sebesar Rp434,32 per saham. Rencananya, cum
dividend di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 7 November mendatang,
ex dividen di kedua pasar itu pada 8 November. Lalu cum dividen di
pasar tunai pada 10 November dan ex dividen di pasar tunai pada 11
November. Tanggal pembayaran dividen ditetapkan 24 November mendatang.
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melunasi
pinjaman perbankan sebesar US$109 juta dalam periode sembilan bulan
pertama tahun ini. Hal itu membuat utang bersih perseroan berkurang 43%
yoy menjadi US$511 juta. Hingga saat ini, ADRO masih memiliki fasilitas
pinjaman sebesar US$80 juta yang belum digunakan. Sehingga, total akses
likuiditas ADRO mencapai US$1 miliar, termasuk dana kas senilai US$964
juta. Sementara itu, total pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo
dalam waktu setahun turun 3% menjadi US$149 juta. Jika ditotal, jumlah
pinjaman jangka panjang perseroan turun 13% menjadi US$1,3 miliar.
PT Bayu Buana Tbk (BAYU) memperoleh
kenaikan pendapatan tipis sebesar 11% dari Rp1,01 triliun di kuartal
III 2015 menjadi Rp1,13 triliun di kuartal III 2016. Kenaikan pendapatan
ini terutama disokong oleh pendapatan Bayu Buana sebanyak 68% yaitu
Rp723 miliar. Namun, perolehan pendapatan tersebut tidak disokong dengan
pertumbuhan laba di tahun 2016. Hal tersebut karena adanya beban pokok
pendapatan yang menekan pertumbuhan laba mereka. Tercatat bahwa beban
pokok pendapatan BAYU naik sebesar 13% menjadi 1,036 triliun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar