Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan hari Kamis ditutup bervariasi
setelah kenaikan karena pemilu presiden AS mulai melambat. Sektor
keuangan melemah lebih dari satu persen. Dow Jones ditutup melemah 55 poin (-0,29%) di level 18.868, sedangkan Nasdaq naik 19 poin (+0,36%) pada level 5.284.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka melemah 83 poin (-0,47%) pada level
17.779. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 46 poin
(-0,34%) di level Rp13.391.
Technical Ideas
Bervariasinya
bursa saham Wall Street dan harga minyak mentah yang turun di prediksi
menjadi sentimen negatif indeks hari ini. Namun, adanya potensi technical rebound diperkirakan menjadi katalis positif. Hari ini pelaku pasar juga menunggu rilis data suku bunga BI. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.130 sedangkan resist pada level 5.265. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· BBRI (Spec Buy, TP: Rp11.800, Support: Rp11.250)
· TLKM (Spec Buy, TP: Rp4.100, Support: Rp3.900)
· ICBP (Spec Buy, TP: Rp9.000, Support: Rp8.650)
· PWON (Spec Buy, TP: Rp705, Support: Rp685)
News Highlight
PT Timah Tbk (TINS) kinerja
perusahaan tampak cerah seiring dengan kenaikan harga jual timah yang
cukup tinggi. Beberapa analis sepakat, harga jual timah global akan
terus meningkat seiring pasokan timah yang menipis. Harga timah kontrak
tiga bulanan di London Market Exchange sebesar US$20.300 per metrik ton.
Pekan lalu, harga timah juga sudah menyentuh level tertingginya pada
tahun ini di US$21.845 per metrik ton.
PT Indosat Tbk (ISAT) memangkas
utang yang berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS). Utang dalam
bentuk dollar itu kini hanya mencapai 12% dari total utang Indosat yang
mencapai Rp19,9 triliun. Penurunan utang dalam dollar AS ini membuat
ISAT mencetak laba bersih sebesar Rp845,4 miliar pada kuartal III 2016.
Pada tahun lalu, ISAT masih membukukan rugi bersih Rp1,1 triliun karena
ada rugi kurs yang tinggi. Utang dari pinjaman bank dan obligasi
tercatat turun 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar
Rp22,6 triliun.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menekan
perjanjian kerja sama dengan BP Global Investments Limited. Perjanjian
ini dibentuk melalui anak usaha AKRA, PT Anugrah Krida Retailindo.
Keduanya akan mendirikan perusahaan joint venture untuk membangun
dan mengembangkan jaringan ritel Bahan Bakar Minyak (BBM) dan memasok
BBM kualitas premium. Kerjasama ini bisa mendorong pendapatan perseroan
dalam jangka panjang lantaran permintaan BBM ritel di Indonesia makin
berkembang. Sehingga, prospek bisnis ini masih besar.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menyerap
hampir seluruh fasilitas pinjaman US$208,5 juta. Penarikan terbaru
dilakukan pada pertengahan pekan ini. Nilainya US$20 juta yang berasal
dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (Indonesia Eximbank).
Penarikan dilakukan untuk mendukung pembangunan smelter di tambang emas
yang kami miliki. PSAB sedang dalam agenda meningkatkan
produktivitasnya. Apalagi, saat ini isu kenaikan harga emas yang
merupakan safe haven kembali muncul. Sayang, hal ini belum mendongkrak performa PSAB secara signifikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar