Market Wrap
Bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat sejalan dengan naiknya saham sektor energi, sementara sektor energi rebound pasca pemilu. Dow Jones ditutup menguat 54 poin (+0,29%) di level 18.923, sedangkan Nasdaq naik 57 poin (+1,10%) pada level 5.275. Dari Regional, indeks Nikkei dibuka menguat 189 poin (+1,07%) pada level 17.857. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 30 poin (+0,22%) di level Rp13.339.
Technical Ideas
Menguatnya bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah dan neraca perdagangan yang surplus diprediksi menjadi sentimen positif indeks hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.040 sedangkan resist pada level 5.125. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· BMRI (Spec Buy, TP: Rp10.775, Support: Rp10.325)
· PPRO (Spec Buy, TP: Rp1.290, Support: Rp1.220)
· BBCA (Spec Buy, TP: Rp14.800, Support: Rp14.300)
· ROTI (Spec Buy, TP: Rp1.570, Support: Rp1.530)
News Highlight
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berencana untuk meningkatkan kepemilikan saham dalam PT Global Ecommerce Indonesia (GEI), induk perusahaan MatahariMall.com. LPPF melihat bisnis e-commerce sebagai peluang untuk memperluas jaringan ke seluruh Indonesia. LPPF berencana untuk meningkatkan kepemilikan saham dengan melakukan investasi sekitar Rp590 miliar. Ini akan membuat kepemilikan saham LPPF dalam GEI di kisaran di bawah 20%.
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menegaskan operasional pabrik semen yang baru selesai dibangun di Rembang tidak akan terhambat oleh putusan Mahkamah Agung yang membatalkan izin lingkungan penambangan yang diberikan Gubernur Jawa Tengah. Secara formal perseroan belum menerima salinan putusan dari Mahkamah agung. Semen Indonesia akan mematuhi seluruh putusan yang ditetapkan Mahkamah Agung.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) pemerintah merevisi target proyek listrik 35.000 MW menjadi 19.763 MW. Namun hal ini tidak menjadi sentimen negatif bagi para pemilik mega proyek tersebut. 35.000 MW itu angka yang sangat besar yang bisa dibagi ke banyak perusahaan terkait produksi listrik. Saat ini, proyek pembangkit listrik DSSA yang sudah masuk ke dalam tahap financial closesetara dengan kapasitas 600 MW yang terdiri dari tiga proyek. Untuk proyek-proyek pembangkit listrik baru yang akan ditawarkan oleh PLN, DSSA selalu terbuka untuk menjajaki peluang yang ada, tentunya dengan memperhatikan kelayakan investasi dan potensi sinergi bagi DSSA.
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berniat untuk melakukan penggabungan nilai nominal saham atau reverse stockkembali tertunda. Penggabungan saham ini diharapkan dapat memperbaiki likuiditas perdagangan saham UNSP yang sejak Agustus 2013 tak ebranjak dari level Rp50 per saham. Rencana tersebut untuk membenahi kinerja perseroan. Aksi korporasi ini dilakukan sejalan dengan rencana restrukturisasi utang UNSP.
Akses full report di : http://ipot.id/?g=r/e/3c1860
Tidak ada komentar:
Posting Komentar