Jumat, November 4

Market Brief: Ketidakpastian Pilpres AS Sengat Bursa Global, IHSG Melemah

Ipotnews - Jelang akhir pekan (Jumat 4/11) bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan penurunan indeks di bursa saham Wall Street dan Eropa, terpengaruh ketidakpastian arah hasil pemilihan presiden AS pekan depan akibat rencana investigasi FBI.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melorot 0,57 persen pada sesi awal perdagangan. Hampir semua sektor dibuka di zona merah, dipimpin kejatuhan harga saham sektor energi dan perbankan. Penurunan indeks berlanjut menjadi minus 0,71% (-37,35 poin) ke level 5.188,20 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang terperosok 1,76% (-301,69 poin) di posisi 16.832,99, setelah dibuka anjlok 0,81 persen. Penguatan nilai tukar  yen terhadap dolar AS, menekan harga saham sektor otomotif. Indeks Kospi, Korea Selatan dubuka mendatar di level 1.984,00 dan berlanjut turun 0,23% menjadi 1.979,28.

Melanjutkan tren pelemahan global indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,32% ke level 22.611,54 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka melemah 0,05% di posisi 3.127,30.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks di bursa global dan regional, setelah terbenam di zona merah sepanjang hari kemarin. Sejumlah analis memperkirakan, perdagangan saham hari ini akan diwarnai aksi wait and see jelang pengumuman data  PDB oleh BPS. Indeks diprediksi akan melemah di  tengah aksi demo hari ini dan sentimen negatif bursa saham global akibat ketidakpastian pemilihan presiden AS.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham global dan regional serta turunnya harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen negatif indeks hari ini. Adanya aksi demonstrasi juga diperkirakan menambah katalis negatif bagi indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah dengan support di level 5.270 sedangkan resist pada level 5.380.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNTR [UNTR 21,125 -725 (-3,3%)] (SELL, Resist: Rp22.250, Support: Rp21.250), PPRO [PPRO 1,245 20 (+1,6%)] (BoW, TP: Rp1.285, Support: Rp1.165), JPFA [JPFA 1,845 -5 (-0,3%)] (BoW, TP: Rp1.915, Support: Rp1.785), HRUM [HRUM 2,230 20 (+0,9%)] (BoW, TP: Rp2.350, Support: Rp2.070).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan melanjutkan pelemahan terbebani kejatuhan harga saham Facebook hingga 6 persen dan kekhawatiran investor akan ketidakpastian pemilihan presiden AS pekan depan yyang diwarnai ketatnya hasil jajak pendapat terhadap para kandidat. Pasar sudah terlanjur menjagokan Hilary Clinton sebagai calon pemenang. Rilis data awal klaim pengangguran AS mencapai 265.000 melebiihi estimasi pasar sebesar 258.000. Angka awal produktivitas kuartal ketiga naik 3,1 persen diatas ekspektasi kenaikan sebesar 2 persen.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,16% (-28,97 poin) ke level 17.930,67.Indeks
Standard & Poor’s 500 turun 0,44% (-9,28 poin) menjadi 2.088,66.
Nasdaq Composite anjlok 0,92% (-47,16 poin) ke posisi 5.058,41.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,43% menjadi US$25,49.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir melemah di tengah gelombang aksi jual yang dipicu optimisme bahwa proses pemisahan dari Uni Eropa tidak akan seburuk seperti yang ditakuti. Pengadilan memutuskan, Inggris harus mengadakan pemungutan suara di Parlemen sebelum memulai proses Brexit yang memakan waktu dua tahun. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup mendatar di posisi 331,56. Secara terpisah, Bank of England memberi sinyalemen untuk tidak lagi menurunkan suku bunga tahun ini dan mengintensifkan usaha penguatan poundsterling yang mendorong FTSE 100 Index turun 0,8%. Sektor properti dan perbankan menjadi pendorong penguatan indeks.

FTSE 100 London anjlok 0,80 (-45,91 poin) ke level 6.790,51.
DAX 30 Frankfurt melorot 0,43% (-45,05 poin) menjadi 10.325,88.
CAC 40 Paris melemah 0,07% (-2,99 pon) di posisi 4.411,68.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi kembali melanjutkan pelemahan, di tengah meningkatnya ketidakpastian tentang pemilihan presiden AS pekan depan. Analis mengatakan greenback di bawah tekanan karena pasar mulai memperhituungkan kemungkinan kemenangan Donald Trump. Rilis angka angka pendahuluan klaim pengangguran akhir September meningkat 7.000 dari pekan sebelumnya menjadi 265.000. Indeks Non-Manufaktur, yang mengukur aktivitas di sektor jasa Amerika, tercatat 54,8 persen pada Oktober, 2,3 poin lebih rendah dari September, dan jauh di bawah konsensus pasar. Indeks Dollar AS, yang melacak greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,25 persen menjadi 97,157.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1105

0.0000

0.00%

6:43 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2465

0.0004

+0.03%

6:47 PM

Yen (USD-JPY)

102.94

-0.04

-0.04%

6:47 PM

Yuan (USD-CNY)

6.7650

0.0080

+0.12%

11:01 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,075.00

18.00

+0.14%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 3/11/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak melanjutkan pelemahan, memasuki hari kelima berturut-turut. Lonjakan persediaan minyak komersial AS mendongkrak kekhawatiran pasar atas kelebihan pasokan global. Laporan mingguan Badan Informasi Energi menyebutkan persediaan minyak mentah AS hingga akhir Oktober lalu melonjak 14,4 juta barel kenaikan mingguan terbesar sejak 1982. Sementara itu, para pedagang tetap skeptis terhadap rencana OPEC menyepakati pembbataasn produksi. Laporan Genscape meenyebutkan adanya penambahan stok sebesar 1 ,2 juta barel di pelabihan ekspor Cushing, Oklahoma.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember, turun 68 sen (-1,5%) menjadi US$44,66 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari turun 47 sen (-1%) menjadi US$46,39 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah menyusul pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) setelah penutupan pasar Rabu lalu. FOMC menyebutkan, bank sentral AS masih menunggu bukti lanjutan yang mendukung kenaikan suku bunga, dan tetap membuka pintu untuk kenaikan pada pertemuan Desember. Beberapa analis mencatat bahwa pemilu Amerika Serikat merupakan penyebab kemungkinan The Fed menunggu sampai Desember untuk menaikkan suku bunga.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$4,9 (-0,37%) menjadi US$1.303,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,32% menjadi US$1.300,75 per ounce.
 (AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar