Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,95 persen pada sesi awal perdagangan. Laju indeks didorong kenaikan harga minyak dan hasil tambangan logam yang mendongkrak harga saham sektor pertambangan dan energi, diikuti kenaikan harga saham perbankan. Indeks ASX 200 melesat 1,01% (54,16 poin) ke level 5.405,78 pada puukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak melemah 0,06% (-10,83 poin) di posisi 18.095,19, setelah dibuka turun 0,23 persen. Pasar mengkhawatirkan dampak gempa 6,9 skala Richter yang mengguncang Fukushima. Penguatan yen menekan harga saham sektor otomotif. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,64% dan berlanjut melesat 0,72% menjadi 1.980,12.
Lanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,60% ke level 22.491,71 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,09% di posisi 3.220,98.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dihadapkan pada tren penguatan indeks di bursa saham global dan regional ditopang kenaikan harga minyak, setelah kemarin gagal keluar dari tekanan aksi jual, terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan IHSG akan kembali terkonsolidasi pada perdagangan hari ini, namun diperkirakan akan lebih positif dibanding kemarin. IHSG diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street dan harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen positif indeks pada hari ini. Pasar juga terpengaruh pada isu demo yang diperkirakan memberikan sentimen negatif pada indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas dengan target support di level 5.120 sedangkan resist pada level 5.175.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TINS [TINS 1,110
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menghijau didorong munculnya kembali optimisme pemangkasan produksi minyak OPEC dan perbaikan ekonomi AS dengan adanya pemotongan pajak dan penambahan belanja stimulus dalam kebijakan presiden AS, Donald Trump. Harga saham sektor energi melesat, setelah Iran mengindikasikan optimisme bahwa OPEC akan sepakat untuk mengurangi produksi dan Iraq akan mengajukan proposal baru untuk mendukung pemangkasan produksi.
Dow Jones Industrial Average naik 0,47% (88,76 poin) di posisi 18.956,69.
S&P 500 turun melaju 0,75% (16,28 poin) menjadi 2.198,18.
Nasdaq Composite melest 0,89% (47,35 poin) ke level 5.368,86.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melorot 1,30% menjadi US$23,54.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat tipis, didorong okenaikan harga saham sektor komoditas. Indeks Stoxx Europe 600 naik tipis 0,25%, ditopang laju harga saham di sektor pertambangan logam, otomotif, dan energi dengan rentang kenaikan 0,9% - 2,2%. Dukungan sejumlah anggota OPEC terhadap rencana pemangkasan produksi minyak, mendongkrak harga minyak, dan membangkitkan optimisme pasar.
FTSE 100 London naik tipis 0,03% (2,19 poin) di posisi 6.777,96.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,19% (20,57 poin) menjadi 10.685,13.
CAC 40 Paris melaju 0,56% (25,23 poin) ke level 4.529,58.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah setelah mengalami kenaikan selama sepuluh sesi berturut-turut. Investor melakukan aksi ambil untung jelang perayaan Thanksgiving Kamis besok. Perkembangan politik di zona euro mendongkrak nilai tukar euro terhadap dolar AS. Indeks Dollar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,40 persen menjadi 100,810.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0633 |
0.0003 |
+0.03% |
5:45 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2498 |
0.0004 |
+0.03% |
5:45 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
110.60 |
-0.22 |
-0.20% |
5:39 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.8928 |
0.0063 |
+0.09% |
10:09 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,406.00 |
-21.50 |
-0.16% |
3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga dini hari tadi melaju pesat ditopang upaya negara-negara produsen minyak untuk melanjutkan kesepakatan pembekuan produksi. Presiden Rusia Vladimir Putin, menegaskan Rusia siap membekukan produksi minyaknya pada tingkat saat ini. Ia meyakini adanya prospek positif bagi Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) untuk menyelesaikan kesepakatan pemotongan produksi. Sejumlah negara OPEC termasuk Iran juga menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pembahasan kesepakatan pemotongan produksi.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember naik US$1,73 (3,7%) menjadi US$47,42 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Januari, naik US$2,12 (4,5%) menjadi US$48,98 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, dini hari tadi berakhir dengan mencatatkan penguatan ditopang technical rebound dan pelemahan nilai tukar dollar AS. Passar kembali membeli emas setelah mengalami penurunan harga lebih dari US$120 sejak pemilihan presiden AS, 9 November lalu.
Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$1,1 (0,09%) menjadi US$1.209,8 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,24% menjadi US$1.211,21 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar