Selasa, November 29

Market Brief: Efek Trump Memudar, IHSG Berupaya Lanjutkan Uptrend Jangka Panjang

Ipotnews - Perdagangan di bursa saham Asia pagi ini (29/11) dibuka bervariasi, berusaha membalik tren kejatuhan indeks saham di bursa Eropa dan Wall Street pasca “efek Trump”, di tengah penguatan harga minyak.

Mengawali perdagangan saham hari inni, indeks ASX 200 Australia dibuka mendatar dan bergerak menguat pada sesi awal perdagangan. Indeks mencatatkan kenaikan tipis 0.09% (4,80 poin) di posisi 5.469,20 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,37% (-67,13 poin) ke level 18.289,76, setelah dibuka melorot 0,41% tertekan oleh penguatan kurs yen terhadap dolar AS yang menekan harga saham-saham eksportir di sektor otomotif dan elektronika. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka mendatar di kisaran 1.977,70, dan berlanjut menguat 0,09% menjadi 1.979,84.

Mengikuti tren pelemahan global, Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 0,40% ke level 22.739,51 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka turun 0,24% menjadi 3.269,23.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks di bursa saham global  dan  bervariasinya pergerakan indsk di bursa Asia, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan berada dalam tahap konsolidasi, di tengah volatilitas regional yang dapat memicu aksi jual. Namun upaya investor untuk mengoleksi saham-saham bigcap dan lapis kedua masih berpotensi melanjutkan pola uptrend IHSG dalam jangka panjang.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain menguatnya harga minyak mentah serta harga komoditas lainnya diperkirakan menjadi katalis positif indeks. IHSG diprediksi bergerak melemah terbatas dengan target support di level 5.080 sedangkan resist pada level 5.140.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ITMG [ITMG 15,950 150 (+0,9%)] (SELL, Resist: Rp16.475, Support: Rp15.000), SMGR [SMGR 8,900 225 (+2,6%)] (Spec Buy, TP: Rp9.050, Support: Rp8.300), ASII [ASII 7,900 75 (+1,0%)] (Spec Buy, TP: Rp7.975, Support: Rp7.675), BJTM [BJTM 510 5 (+1,0%)] (Spec Buy, TP: Rp520, Support: Rp484).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, tertekan oleh aksi ambil untung investor yang menandai berakhirnya “efek Trump”, di tengah kenaikan harga minyak dunia. Reli kenaikan harga saham AS sudah berlangsung elama tiga pekan berturut-turut setelah pemilihan presiden AS, dengan mencatatkan rekor tertinggi akhir pekan lalu.

Dow Jones Industrial Average turun 0,28% (-4,24 poin) di posisi 19.097,90.
S&P 500 melorot 0,53% (- 11,63 poin)  ke level 2.201,72.
Nasdaq Composite anjlok 0,56% (-30,11 poin) menjadi 5.368,81.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,56% menjadi US$23,05.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan membukukan penurunan tajam, diwarnai kekahawatiran akan dampak referendum reformasi konstitusi Italia yang merontokkan harga saham perbankan. Indeks Stoxx Europe 600 melorot 0,77% ke posisi 339,83. Investor bersikap wait and see terhadap kemungkinan ketidakstabilan politik dan ekonomi jika Perdana Menteri Italia Matteo Renzi kalah dalam referendum reformasi konstitusi 4 Desember mendatang. Kenaikan harga minyak dan komoditas logam tak mampu mendongkrak indeks saham acuan.

FTSE 100  London, anjlok 0,60% (-41,28 poin) menjadi 6.799,47.
DAX 30 Frankfurt  rontok 1,09% (-116,60 poin) di posisi 10.582,67.
CAC 40 Paris terjungkal o,88% (39,88 poin) ke level 4.510,39.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah, digempur aksi ambil untung. Indeks dolar telah menguat lebih dari 4 persen pasca kemenangan Donald Trumps dalam pemilihan presiden AS, dan mencapai tingkat tertinggi dalam 14 tahun pada Kamis (24/11). Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,33% menjadi US$101,160.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.0612

-0.0002

-0.02%

5:37 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.2416

0.00

0.00%

5:37 PM

Yen (USD-JPY)

111.86

-0.08

-0.07%

5:37 PM

Yuan (USD-CNY)

6.9153

-0.0035

-0.05%

10:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,531.50

6.50

+0.05%

3:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/11/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat setelah sempat melorot hingga 2 persen. Namun harga kedua jenis minyak mentah itu ditutup dengan mencatatkan kenaikan tajam setelah Irak dan Iran menyatakan kesediaan untuk memangkas produksi minyaknya, jelang pertemuan OPEC 30 November nanti.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari, naik US$1,02 (2,2%) menjadi US$47,08 per barel .
Harga minyak Brent untuk pengiriman Januari, naik 77 sen (1,6%) menjadi US$48,24 per barel.

 Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga ditutup dengan mencatatkan lonjakan harga, ditopang pelemahan indeks dolar dan technical trading setelah menyentuh level terendah selama sembilan bulan. Penurunan imbal hasil surat utang pemerintah AS, ikut mendongkrak harga emas. Meninngkatnya permintaan emas premium di Chinam dan Asia Tenggara memanfaatkan pelemahan harga menjadi pendorong kenaikan harga emas global.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$12,4 (1,05%) menjadi US$1.190,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,82% menjadi US$1.192,36 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar