Membuka perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka turun 0,24 pada sesi awal perdagangan, tertekan penurunan harga saham sektor energi dan pertambangan dasar. Penurunan indeks berlanjut menjadi 0,32% (-17,39 poin) ke level 5.490,40 pada pukul 8:25 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang anjlok 0,55% (-101,31 poin) di posisi 18.279,91, setelah dibuka melorot 0,5 persen terpengaruh oleh penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melemah 0,21%, dan berlanjut menyusut 0,16% menjadi 1.971,28.
Berusaha membalik tren pelemahan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat tipis 0,07% menjadi 22.738,94 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga dibuka naik 0,25% ke level 3,270,05.
Pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global akhir pekan lalu, yang berlanjut dengan penurunan di pembukaan bursa Asia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu berhasil mencatatkan kenaikan, setelah sempat mengalami tekanan aksi jual pada awal dan pertengahan sesi perdagangan. Sejumlah investor memperkirakan, tekanan aksi jual, pergerakan rupiah dan harga komoditas akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini, di tengah penantian investor akan rilis sejumlah indikator ekonomi global dan domestik. IHSG diprediksi mixed, masih berpotensi menguat.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street, serta adanya penguatan pada nilai tukar rupiah diprediksi menjadi sentimen positif indeks. Di sisi lain melemahnya harga minyak mentah diperkirakan akan menjadi katalis negatif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.090 sedangkan resist pada level 5.150.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 3,830
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat dengan memperbaharui rekor masing-masing indeks saham utama, meskipun sesi perdagangan hanya berlangsung hingga tengah hari. Investor memantau penjualan perusahaan-perusahaan peritel selama "Black Friday". Belanja dalam jaringan internet pada Hari Thanksgiving itu tercatat 1,15 miliar dolar AS, meningkat 13,6 persen dari setahun lalu, menurut Adobe Systems Inc.
Rilis data perdagangan internasional AS priode Oktober mengalami defisit US$62,0 miliar, naik US$5,5 miliar dolar AS dibanding September. Rilis indeks non-manufaktur IHS Markit periode November mencapai 54,8, turun tipis dibanding Oktober sebesar 54,7. Selama pekan lalu Dow, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,5 persen, 1,4 persen dan 1,6 persen.
Dow Jones Industrial Average naik 0,36% (68,96 poin) menjadi 19.152,14.
S&P 500 bertambah 0,39% (8,63 poin) ke level 2.213,35.
Nasdaq Composite menguat 0,34% (18,24 poin) di posisi 5.398,92 poin.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,28% menjadi US$23,18.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup menguat terpengaruh kenaikan indeks di bursa Wall Street, di tengah penurunan harga minyak global. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,18%, dan mengakhiri perdagangan sepanjang pekan lalu dengan penguatan 0,9%. Ekuitas Eropa menjadi target investor karena harga saham AS yang dinilai sudah terlalu mahal.
FTSE 100 London tumbuh 0,17% (11,55 poin) menjadi 6.840,75.
DAX 30 Frankfurtmenguat 0,09% (10,01 poin)di posisi 10.699,27.
CAC 40 Paris naik 0,17% (7,71 poin) di level 4.550,27.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhhir pekan lalu ditutupp cenderung melemah diwarnai aksi ambil untung investor. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang negara maju, sudah naik lebih dari tiga persen dalam dua pekan terakhir, di tengah meningkatnya harapan untuk kenaikan inflasi dan suku bunga pada bulan-bulan mendatang. Laju penguatan dolar terhambat oleh rilis angka defisit perdagangan internasional AS yang mencapai US$62,0 miliar pada Oktober, naik US$5,5 miliar, dari 56,5 miliar dolar AS pada September. Indeks dolar turun 0,21 persen menjadi 101,490.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0589 |
0.0035 |
+0.33% |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2477 |
0.0026 |
+0.21% |
|
Yen (USD-JPY) |
113.22 |
-0.11 |
-0.10% |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.9188 |
-0.0031 |
-0.04% |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,525.00 |
-33.00 |
-0.24% |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London akhir pekan lalu, ditutup dengan membukukan penurunan tajam hampir 4 persen, terpengaruh ketidakpastian kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi. Arab Saudi mengatakan tidak akan menghadiri pertemuan Senin depan dengan produsen-produsen non-OPEC untuk mendiskusikan pengurangan produksi. Sepanjang pekan lalu harga minyak WTI naik 13 sen, diperdagangkan di kisaran US$45,77 hingga US$49,20 per barel. Harga minyak mentah Brent naik 20 sen, diperdagangkan di kisaran US$46,85 hingga US$49,96 dolar per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Januari turun US$1,76 (-3,59%) menjadi US$47,24 per barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari turun US$1,90 (-3,96%) menjadi US$46,06 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup melemah ke lebel terendah selama sembilan setengah bulan memasuki pekan ketiga pelemahan secara berturut-turut. Perbaikan rekor indeks di bursa saham Wall Street, yang dipicu ekspektassi kenaikan suku bunga AS terus menekan harga emas. Rilis indeks non-manufaktur AS versi Markit Economics, yang menunjukkan kenaikan, menambah tekanan pada harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Desember turun US$10,9 (-0,92%) menjadi US$1.178,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,04% menjadi US$1.182,76 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar