Jumat, Oktober 28

Morning_Update 20161028

Market Wrap

Bursa saham Wall Street pada perdagangan hari Kamis di tutup melemah karena dipengaruhi oleh beberapa sentimen yaitu rilis kinerja laporan keuangan dan data ekonomi, sementara obligasi negara di seluruh dunia jatuh. Dow Jones ditutup melemah 29 poin (-0,16%) di level 18.169, sedangkan Nasdaq turun 34 poin (-0,65%) pada level 5.216. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat 95 poin (+0,55%) pada level 17.431. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 38 poin (-0,29%) di level Rp13.071.
                                                                                                                                                                                                              
Technical Ideas

Melemahnya bursa saham Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif indeks, di sisi lain menguatnya harga minyak mentah serta masih berlanjutnya rilis kinerja laporan keuangan emiten kuartal III yang mulai membaik diperkirakan menjadi katalis positif hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan support di level 5.385 sedangkan resist pada level 5.445. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          BBCA (Spec Buy, TP: Rp16.650, Support: Rp15.375)
·          BBRI (Spec Buy, TP: Rp12.325, Support: Rp12.075)
·          CTRA (Spec Buy, TP: Rp1.635, Support: Rp1.545)
·          ASII (Spec Buy, TP: Rp8.300, Support: Rp8.200)

News Highlight

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) telah menggunakan sekitar 79,6% dari anggaran belanja modal tahun ini yang dipatok sebesar Rp25 triliun. Serapan capex paling besar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur backbone dan akses bisnis fixed broadband serta mobile broadband. Pada periode sembilan bulan pertama 2016, TLKM mencatat pertumbuhan pendapatan 12,8% menjadi Rp86 triliun dari Rp75,7 triliun.

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) hingga September 2016 terlihat stagnan. Pada periode tersebut, KINO mencatat penjualan Rp2,7 triliun, naik tipis sekitar 2% yoy dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor perseroan tercatat mengalami kenaikan hanya sekitar 1% yoy menjadi Rp1,1 triliun. Kenaikan ini kurang mampu mengompensasi kenaikan pos beban umum dan administrasi. Beban penjualan perseroan naik 12% yoy menjadi Rp672,96 miliar.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih membukukan rugi bersih sebesar US$7 juta pada sembilan bulan pertama tahun ini. Tetapi jika melihat secara kuartalan, kinerja INCO mulai terlihat pulih. Di kuartal III 2016, INCO mencetak laba bersih US$13 juta, membaik jika dibandingkan dengan kuartal II 2016 yang masih merugi US$4,16 juta. Kerugian yang terjadi sepanjang tahun ini masih disebabkan karena penurunan pendapatan dan harga jual perseroan. Per September 2016, pendapatan INCO tercatat sebesar US$405,45 juta, turun 33% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada kuartal III 2016. Perseroan mampu mencatatkan laba senilai Rp432,89 miliar pada akhir September 2016. Angka tersebut tumbuh 17,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp368,12 miliar. Perolehan pendapatan hanya naik tipis dari Rp3,92 triliun menjadi Rp4,142 triliun. Pertumbuhan tersebut terjadi pada bisnis penjualan apartemen, rumah kantor dan perkantoran.
                                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar