Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan hari Kamis di tutup melemah karena
dipengaruhi oleh beberapa sentimen yaitu rilis kinerja laporan keuangan
dan data ekonomi, sementara obligasi negara di seluruh dunia jatuh. Dow Jones ditutup melemah 29 poin (-0,16%) di level 18.169, sedangkan Nasdaq turun 34 poin (-0,65%) pada level 5.216. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat 95 poin (+0,55%) pada level 17.431. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 38 poin (-0,29%) di level Rp13.071.
Technical Ideas
Melemahnya
bursa saham Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif indeks, di
sisi lain menguatnya harga minyak mentah serta masih berlanjutnya rilis
kinerja laporan keuangan emiten kuartal III yang mulai membaik
diperkirakan menjadi katalis positif hari ini. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan support di level 5.385 sedangkan resist pada level 5.445. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· BBCA (Spec Buy, TP: Rp16.650, Support: Rp15.375)
· BBRI (Spec Buy, TP: Rp12.325, Support: Rp12.075)
· CTRA (Spec Buy, TP: Rp1.635, Support: Rp1.545)
· ASII (Spec Buy, TP: Rp8.300, Support: Rp8.200)
News Highlight
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) telah
menggunakan sekitar 79,6% dari anggaran belanja modal tahun ini yang
dipatok sebesar Rp25 triliun. Serapan capex paling besar dialokasikan
untuk pembangunan infrastruktur backbone dan akses bisnis fixed
broadband serta mobile broadband. Pada periode sembilan bulan pertama
2016, TLKM mencatat pertumbuhan pendapatan 12,8% menjadi Rp86 triliun
dari Rp75,7 triliun.
PT Kino Indonesia Tbk (KINO) hingga
September 2016 terlihat stagnan. Pada periode tersebut, KINO mencatat
penjualan Rp2,7 triliun, naik tipis sekitar 2% yoy dibanding periode
yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor perseroan tercatat mengalami
kenaikan hanya sekitar 1% yoy menjadi Rp1,1 triliun. Kenaikan ini kurang
mampu mengompensasi kenaikan pos beban umum dan administrasi. Beban
penjualan perseroan naik 12% yoy menjadi Rp672,96 miliar.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih
membukukan rugi bersih sebesar US$7 juta pada sembilan bulan pertama
tahun ini. Tetapi jika melihat secara kuartalan, kinerja INCO mulai
terlihat pulih. Di kuartal III 2016, INCO mencetak laba bersih US$13
juta, membaik jika dibandingkan dengan kuartal II 2016 yang masih merugi
US$4,16 juta. Kerugian yang terjadi sepanjang tahun ini masih
disebabkan karena penurunan pendapatan dan harga jual perseroan. Per
September 2016, pendapatan INCO tercatat sebesar US$405,45 juta, turun
33% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan
pertumbuhan kinerja pada kuartal III 2016. Perseroan mampu mencatatkan
laba senilai Rp432,89 miliar pada akhir September 2016. Angka tersebut
tumbuh 17,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp368,12
miliar. Perolehan pendapatan hanya naik tipis dari Rp3,92 triliun
menjadi Rp4,142 triliun. Pertumbuhan tersebut terjadi pada bisnis
penjualan apartemen, rumah kantor dan perkantoran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar