Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan ditutup sebagian besar
mendatar ditengah nilai tukar dollar yang menguat serta masih
berlanjutnya rilis laporan keuangan emiten. Dow Jones ditutup melemah 16 poin (-0,09%) di level 18.146, sedangkan Nasdaq naik 15 poin (+0.30%) pada level 5.257. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat 8 poin (+0,05%) pada level 17.193. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 5 poin (-0,03%) di level Rp13.047.
Technical Ideas
Melemahnya
bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah dan
komoditas lainnya diprediksi menjadi sentimen negatif, di sisi lain
pelaku pasar yang masih menanti rilis kinerja emiten diprediksi menjadi
katalis positif indeks hari ini . IHSG diprediksi bergerak cenderung menguat dengan target support di level 5.375 sedangkan resist pada level 5.440. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· INDF (Spec Buy, TP: Rp8.850, Support: Rp8.600)
· BDMN (Spec Buy, TP: Rp4.020, Support: Rp3.880)
· MNCN (SELL, Resist: Rp2.170, Support: Rp2.050)
· SCMA (Spec Buy, TP: Rp2.700, Support: Rp2.600)
News Highlight
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah
menyerap sekitar Rp1,25 triliun belanjan modal hingga kuartal III 2016.
Jumlah tersebut setara 62,5% dari dana belanja modal tahun ini sebesar
Rp2 triliun. Penggunaan belanja modal tersebut salah satunya digunakan
untuk penambahan kapasitas di sembilan pabrik yang dimiliki perusahaan.
Rinciannya, dana sebesar Rp600 miliar digunakan untuk pembangunan head
office. Sisa Rp1,4 triliun dialokasikan untuk penambahan pabrik dan
kabinet es krim.
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melebarkan jaringan bisnisnya di
berbagai sektor. Salah satu sektor yang baru dijajaki adalah investasi
di bidang usaha rumah sakit. Dengan berinvestasi di PT Famon Awal Bros
Sedaya (FABS) melalui pengambilan saham baru dalam FABS sehingga
saratoga akan menjadi pemegang saham minoritas. SRTG diketahui
menanamkan investasinya sebesar Rp75 miliar untuk merambah bisnis
tersebut. Perseroan memutuskan mencari peluan di sektor rumah sakit
dengan menggandeng FABS karena diketahui grup tersebut mempunyai
kualitas yang baik dalam sektor bisnis tersebut.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berencana
menghabiskan dana hasil IPO tahun depan. Dana itu akan digunakan
sebagai belanja modal, yaitu sekitar Rp105 miliar. SIDO akan memakai
mayoritas dana itu untuk proyek perluasan pabrik di Jawa Tengah,
khususnya untuk mesin produksi dan bangunan. Dengan rampungnya pabrik
itu, bisnis SIDO berpotensi meningkat.
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membidik
pertumbuhan laba bersih 20% sampai akhir tahun ini. Perseroan juga
menargetkan pendapatan bisa tumbuh 10% menjadi sekitar Rp18,3 triliun
sampai akhir 2016. MPMX berharap dapat ekspansi lebih gencar pada tahun
depan. Ini didukung oleh sentimen di bisnis otomotif yang mulai membaik
dan akan semkain membaik pada awal 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar