Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan awal pekan ditutup menguat ditengah
positifnya berita emiten. Namun, kenaikan tersebut tertahan oleh nilai
tukar dan turunnya harga minyak. Dow Jones ditutup menguat 77 poin (+0,43%) di level 18.223, sedangkan Nasdaq naik 52 poin (+1.00%) pada level 5.310. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat 127 poin (+0,74%) pada level 17.362. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 11 poin (-0,08%) di level Rp13.023.
Technical Ideas
Menguatnya
bursa saham Wall Street serta naiknya harga komoditas dan masih
berlanjutnya rilis laporan kinerja emiten kuartal III diprediksi menjadi
sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.390 sedangkan resist pada level 5.450. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· LPCK (Spec Buy, TP: Rp6.650, Support: Rp6.225)
· BJTM (Spec Buy, TP: Rp565, Support: Rp545)
· CPIN (Spec Buy, TP: Rp3.720, Support: Rp3.580)
· SSMS (Spec Buy, TP: Rp1.585, Support: Rp1.545)
News Highlight
PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) berencana
membangun 2.000 menara hingga akhir tahun ini. Penambahan menara ini
sejalan dengan pertumbuhan permintaan operator telekomunikasi dalam
upaya meningkatkan kualitas jaringan. Total anggaran belanja modal TBIG
sebesar Rp2 triliun. Penambahan menara ini merupakan strategi
pertumbuhan organik, namun emiten ini juga masih membuka opsi akuisisi
menara jika ada peluang.
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan
kinerja yang melambat. Ini terlihat dari margin perseroan yang terus
menurun dalam lima tahun terakhir. Jika berbicara tren maka secara
historis cukai selalu menjadi komponen yang memberatkan performa emiten
rokok. Beberapa periode ke belakang, ruang perseroan untuk menaikkan
rata-rata harga jual terbatas. Ini karena kondisi makro nasional yang
menekan daya beli masyarakat. Permintaan rokok terbilang inelastis
terhadap kenaikan harga. Tapi, tetap saja kenaikan harga jual karena
cukai akan mempengaruhi permintaan konsumen akan rokok meski
signifikannya tidak terlampau tinggi.
PT Lamicitra Nusantara Tbk (LAMI) menyatakan kepada bursa bahwa berencana untuk melakukan go private
dan voluntary delisting. Perseroan menyatakan siap membeli kembali
saham publik dalam rangka aksi korporasi menjadi perusahaan tertutup
dengan penghapusan pencatatan saham. Harga penawaran tender dipatok
sebesar Rp531 per saham. Harga ini lebih tinggi daripada hasil penilaian
harga wajar yang sebesar Rp502,7 per saham.
PT ABM Investama Tbk (ABMM) baru
saja mendapatkan fasilitas pinjaman sindikasi beberapa perbankan. ABMM
akan menggunakan pinjaman baru ini untuk melunasi utang-utang. Fasilitas
term loan US$358,11 juta ini memiliki tenor lima tahun dan akan jatuh
tempo pada 22 Januari 2021. Pembayaran cicilan akan dilakukan secara
triwulan sebanyak 18 kali. Pinjaman baru dengan tenor yang lebih panjang
ini akan memberi ruang pengelolaan modal yang lebih optimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar