Rabu, April 27

Market Brief: Global Mixed, IHSG Berpotensi Berbalik Arah Namun Tetap Rentan

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (27/4) dibuka bervariasi jelang pengumuman hasil pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dan rapat kebijakan bank sentral Jepang. Harga minyak menguat pada pembukaan bursa Asia.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka menguat 0,45 persen, didorong kenaikan harga saham emiten keuangan, energi, dan pertambangan dasar, seiring kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan indeks mereda menjadi 0,19% (9,76 poin) ke level 5.230 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang anjlok 0,52% (-91,04 poin) di posisi 17.262,24, setelah dibuka menguat 0,25 persen ditopang kenaikan harga saham emiten terkait minyak. Pasar mengkhawatirkan pergerakan kurs yen terhadap dolar AS yang akan mempengaruhi kebijakan moneter bank sentral Jepang.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,12 persen, namun berlanjut turun 0,18% ke posisi 2.016,05. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,16% menjadi 21.372,33. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,08% ke level 2.967,19.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu keluar dari tekanan pelemahan di tengah bervariasinya pergerakan indeks di bursa saham global, setelah tenggelam di zona merah sepanjang hari kemarin. Sejumlah analis memperkirakan, hari ini indeks akan berbalik arah ke zona hijau, melakukan technical rebound minor seiring meredanya aksi jual dan perbaikan pasar global. Namun sentimen pasar tetap rentan terhadap perubahan yang dapat menekan indeks terpuruk di zona merah.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya pergerakan bursa saham global, menguatnya harga minyak mentah dan rilis data kinerja emiten berpotensi membuat IHSG bergerak melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.765 dan resistance 4.860.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: GGRM [GGRM 69,200 1200 (+1,8%)] (SoS, TP: Rp70.075-71.000, Support: Rp67.900), LSIP [LSIP 1,670 55 (+3,4%)] (Spec Buy, TP: Rp1.715, Support: Rp1.615), WSKT [WSKT 2,270 5 (+0,2%)] (Spec Buy, TP: Rp2.305, Support: Rp2.235), AALI [AALI 16,300 550 (+3,5%)] (Spec Buy, TP: Rp16.850, Support: Rp15.750).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup mixed, relatif mendatar di tengah sikap wait and see para investor jelang pernyataan The Fed terkait kebijakan moneternya. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan harga saham-saham energi seiring lonjakan harga minyak dunia. Data pendahuluan indeks PMI sektor jasa versi Markit untuk periode April naik menjadi 52,1 dari 51,3 pada bulan lalu. Kepercayaan konsumen untuk April sebesar 94,2.

Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,07% (13,08 poin) menjadi 17.990,32.
S&P 500 menguat 0,19% (3,91 poin) ke level 2.091,70.
Nasdaq Composite turun 0,15% (-7,51 poin) di posisi 4.888,31.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,93% menjadi US$23,37.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga berakhhir bervariasi dengan kecenderungan melemah di tengah kenaikan harga minyak dunia jelang pernyataan kebijakan moneter The Fed, Rabu, dan bank sentral Jepang, Kamis. Rilis laporan keuangan sejumlah emiten besar menjadi penentu pergerakan indeks.

FTSE 100 London naik 0,38% (23,60 poin) menjadi 6.284,52.
DAX 30 Frankfurt turun 0,34% (-34,76 poin) ke posisi 10.259,59.
CAC 40 Paris melemah 0,28% (-12,94 poin) di level 4.533,18.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah di tengah penantian investor terhadap hasil pertemuan kebijakan FOMC pekan ini. Rilis data kenaikan pesanan barang tahan lama periode Maret senilai US$1,8 miliar, atau 0,8 persen menjadi US$230,7 miliar, tak mampu mengangkat dolar karena lebih rendah dari konsensus pasar yang mengekspektasikan kenaikan 1,6 persen
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,29 persen menjadi 94,569.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1300

0.0003

+0.03%

6:42 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.4578

-0.0004

-0.03%

6:42 PM

Yen (USD-JPY)

111.26

-0.05

-0.04%

6:37 PM

Yuan (USD-CNY)

6.4935

0.0007

+0.01%

11:27 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,205.00

6.00

+0.05%

4:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 26/4/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga penutupan bursa pagi tadi, bergerak menguat didukung spekulasi yang mengutip laporan Nabor Industries bahwa Arab Saudi berencana mengurangi pengeboran minyaknya sebesar 10 persen. Kenaikan harga minyak juga ditopang oleh depresiasi dolar, serta lemahnya kepercayaan konsumen dan data penjualan barang tahan lama AS. Hasil polling analis mengekspektasikan stok minyak mentah AS pada pekan lalu turun sebesar 2,3 juta barel.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni, naik US$1,40 (3,3%) menjadi US$44,04 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik US$1,26 (2,8%) menjadi US$45,74 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan, yang didukung oleh pelemahan kurs dolar AS dan rilis sejumlah data ekonomi makro AS yang lebih rendah dari ekspektasi. Pasar menunggu pengumuman hasil pertemuan FOMC, Rabu, dan laporan PDB, Kamis, serta data pengeluaran pribadi AS, Jumat.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$3,2 (0,26%) menjadi US$1.243,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,33% ke level US$1.241,55 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar