Perdagangan saham global hari ini diawali dengan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,54% pada sesi awal perdagangan yang didukung oleh kenaikan harga saham-saham emiten energi, perbankan dan pertambangan logam. Kenaikan indeks ASX 200 berlanjut sebesar 0,43% (5.211,20 poin) ke level 5.211,20 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 melaju 0,97% (162,87 poin) di posisi 17.037,31, setelah dibuka dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,77%. Harga saham emiten eksportir di sektor otomotif dan elektronika bergerak mixed terpengaruh oleh dampak gempa akhir pekan lalu yang menghentikan operasi sejumlah pabrikan, kendati nilai tukar yen terhadap dolar AS melemah.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,44% dan berlanjut naik 0,45% menjadi 3.042,76. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik tipis 0,08% di posisi 21.452,82. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,28% ke level 3.051,49.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS)hari ini, diharapkan akan kembali melanjutkan manuver di zona hijau seiring dengan menguatnya indeks saham acuan di bursa saham global hingga pagi ini, setelah kemarin berjaya di teritori positif. Sejumlah analis memperkirakan indeks akan kembali bertahan di zona positif, melanjutkan tren kenaikan namun renten dilanda profit taking.
Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan harga minyak mentah, dan bursa saham Asia serta nilai tukar rupiah pagi ini berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.850 dan resistance 4.910.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: LPKR [LPKR 1,065
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup bervariasi terpengaruh oleh laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan besar. Indeks Nasdaq Composite melorot, tertekan kejatuhan harga saham-saham teknologi informasi. Kenaikan indeks Dow Jones dan S&P 500 ditopang laju harga saham emiten energi, keuangan dan pertambangan.
Dow Jones Industrial Average menguat 0,27% (49,44 poin) menjadi 18.053,60.
S&P 500 naik 0,31% (6,46 poin) ke level 2.100,80.
Nasdaq Composite turun 0,40% (-19,69 poin) di [posisi 4.940,33.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,92% menjadi US$24,10.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, melanjutkan tren kenaikan di bursa saham Asia yang didorong oleh kenaikan harga minyak dan komoditas pertambangan. Kenaikan indeks juga ditopang oleh rilis kinerja sejumlah emiten yang menggembirakan.
FTSE 100 melaju 0,82% (51,83 poin) menjadi 6.405,35.
DAX 30 Frankfurt melonjak 2,27% (229,83 poin) ke leveel 10.349,59.
CAC 40 Paris melesat 1,32% (59,64 poin) ditutup di 4.566,48.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia, di pasar uang New York, tadi pagi berakhir melemah terpengaruh oleh rilis data ekonomi makro AS lebih rendah dari ekspektasi. Data pembangunan rumah baru (housing starts) sepanjang Maret lalu hanya sebanyak 1,089 juta unit, di bawah konsensus pasar sebesar 1,167 juta unit, dan juga 8,8 persen di bawah revisi estimasi Februari. Kenaikan harga komoditas, terutama minyak, nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang berbasis komoditas. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,47 persen menjadi 94,05.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1358 |
0.0000 |
0.00% |
6:41 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4389 |
-0.0009 |
-0.06% |
6:40 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
109.28 |
0.07 |
+0.06% |
6:35 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.4600 |
-0.0152 |
-0.23% |
11:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,135.50 |
-34.50 |
-0.26% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat dan ditutup dengan mencatatkan kenaikan harga, dipicu anjloknya produksi Kuwait, produsen minyak keempat terbesar di OPEC, akibat aksi mogok pekerja minyak. Pelemahan dolar AS ikut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Pasar mengabaikan kegagalan pertemuan para produsen minyak dunia untuk membatasi produksi.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei naik US$1,30 (3,3%) menjadi US$41,08 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik US$1,12 (2,6%) menjadi US$44,03 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan tajam, didukung oleh lemahnya data ekonomi makro AS yang menekan nilai tukar dolar AS. Investor meyakini The Fed akan menunda kenaikan suku bunga setidaknya hingga Juli mendatang.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$19,3 (1,56%) menjadi US$1.254,30 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar