Jumat, April 22

Market Brief: Global Cenderung Melemah, IHSG Bergerak Variatif

Ipotnews - Jelang akhir pekan (22/4) bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan tren pelemahan di bursa saham Eropa dan AS yang terpengaruh oleh penurunan harga minyak dan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB).

Mengawali perdagangan hari ini indeks ASX 200 Australia dibuka melemah, diterjang aksi ambil untung dan pelamahan harga komoditas global. Indeks ASX 200 turun 0,64% (-33.61 poin) ke level 5.239,10 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 turun 0,30% (-52,86 poin) di posisi 17.310,76, setelah dibuka anjlok 0,82 persen. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham eksportir seiring dengan menguatnya yen terhadap dolar AS. Pelemahan indeks sedikit mereda seiring dengan menguatnya harga minyak di pembukaan perdagangan Asia.

Indeks Kospi, Korea Selatan turun 0,36% menjadi 2.014,81. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,81% di posisi 21.448,15. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,67% ke level 2.933,03

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijau, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan aksi jual hingga menjelang akhir penutupan bursa, kendati berada dalam tren pelemahan indeks global. Sejumlah analis memperkirakan indeks akan melanjutkan kenaikan jangka pendek, didorong sentimen positif kenaikan harga sejumlah komoditas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada IHSG yang disertai arus masuk dana investor asing kemarin, di tengah pelemahan bursa saham global, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 10,700 225 (+2,1%)] (Buy, TP: Rp10.900, Support: Rp10.500), SMGR [SMGR 10,525 100 (+1,0%)] (Spec Buy, TP: Rp10.650, Support: Rp10.400), WIKA [WIKA 2,710 0 (+0,0%)] (SoS, TP: Rp2.765, Support: Rp2.660), ROTI [ROTI 1,335 -10 (-0,7%)] (Sell, TP: Rp1.365, Support: Rp1.310)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan penurunan pada semua indeks saham acuan, tertekan penurunan harga minyak global. Buruknya kinerja laporan keuangan, menenggelamkan harga saham sektor telekomunikasi dan transportasi ke zona merah. Membaiknya rilis data ketenagakerjaan AS dan kebijakan moneter ECB tidak mampu mendorong indeks ke zona hijau.

Dow Jones Industrial Average melorot 0,63% (-113,75 poin) menjadi 17.982,52.
S&P 500 turun 0,52% (-10.92 poin) ke level 2.091,48.
Nasdaq Composite melemah 0,05% (-2.24 poin) di posisi 4.945,89.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,83% menjadi US23,79.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir cenderung melemah dengan hanya menyisakan indeks DAX 30 Jerman, di zona hijau. Pelemahan indeks terpengaruh penurunan harga minyak global, keputusan ECB untuk mempertahankan kebijakan suku bunga, dan lemahnya rilis laporan keuangan sejumlah emiten.

FTSE 100 London melorot 0,45% (-28,82 poin) menjadi 6.381,44.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,14% (14,44 poin) ke level 10.435,73.
CAC 40 Paris turun 0,20% (-9,09 poin) di posisi 4.582,83.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi menguat, ditopang oleh positifnya rilis data ekonomi Amerika, serta keputusan ECB untuk mempertahankan stimulus moneter. Data pendahuluan untuk klaim pengangguran AS hingga akhir pekan lalu 247.000, turun 6.000 dari pekan sebelumnya sebesar 253.000, terendah sejak akhir 33 tahun silam. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,14 persen menjadi 94,62.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1289

0.0001

+0.01%

6:42 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.4319

-0.0004

-0.03%

6:42 PM

Yen (USD-JPY)

109.42

-0.04

-0.04%

6:39 PM

Yuan (USD-CNY)

6.4823

0.0139

+0.21%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,152.50

8.50

+0.06%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 21/4/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, pagi tadi melemah, dihantam aksi ambil untung memanfaatkan kenaikan tajam hingga 4 persen pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh penurunan produksi minyak mentah AS. Kenaikaan kurs dolar AS ikut menekan harga minyak.

Pernyataan menteri energi Rusia yang kemungkinan akan meningkatkan produksi minyak hingga ke posisi tertinggi dalam sejarah, dan ancaman Arab Saudi untuk membanjiri pasar, meyikapi pernyataan Iran untuk mendongkrak peroduksi hingga 4 juta barel per hari, semakin menekan harga minyak.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Juni turun US$1,00 ke level US$43,18 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Juni turun US$1,27 di posisi US$44,53 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi melorot, terpengaruh oleh membaiknya data ketenagakerjaan AS, dan kenaikan nilai tukar dolar AS, meskipun rilis Business Outlook Survey ole The Fed Philadephia menunjukkan adanya kontraksi General Business Condition Index menjadi negatif 1,6.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$4,10 (-0,33%) menjadi US$1.250,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$1.248,21 per ounce.
 (AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar