Senin, April 18

Market Brief: Bursa Saham Asia Berguguran, Menghadang Laju IHSG


Ipotnews - Mengawali perdagangan saham pekan ini, Senin (18/4), bursa saham Asia rontok dihantam kegagalan pertemuan para produsen minyak dunia untuk menyepakati pembatasan produksi, dan dampak gempa Jepang. Harga minyak tersungkur 5 persen pada pembukaan pasar Asia.

Bursa saham Australia mengawali perdagangan saham global hari ini dengan mencatatkan penurunan 0,38 persen, diterjang aksi jual saham komoditas seiring turunnya harga minyak dunia. Kenaikan harga emas tak mampu mendorong indeks yang merosot 0,53% (-27,29 poin) ke level 5.129,90, pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang berguguran, terperosok 2,97% (-500,99 poin) di posisi 16.347,04, setelah dibuka dengan diwarnai aksi jual sehingga anjlok lebih dari 3 persen. Harga saham emiten eksportir otomotif terpukul oleh penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS. Sentimen pasar terguncang oleh dampak gempa yang menghentikan produksi sejumlah perusahaan, dan kejatuhan harga minyak.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok 0,55%, dan berlanjut turun 0,78% menjadi 1.998,96. Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka melorot 0,88% ke level 21.129,68. Indeks Shanghai Composite, China merosot 0,84% ke posisi 3.058,46.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan hari ini, akan dihadapkan pada tekanan tren penurunan indeks di bursa saham Asia, setelah berhasil masuk ke zona hijau ada akhir perdagangan pekan lalu. Sejumlah analis memperkirakan indeks akan melanjutkan penguatan jangka pendek, terkatrol oleh apresiasi rupiah yang membersihkan efek negatif pelemahan rupiah tahun lalu pada sejumlah emiten. Namun laju indeks akan tertahan aksi wait and see, di tengah tekanan bursa saham Asia dan kejatuhan harga minyak dunia.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah sejalan dengan penurunan harga minyak yang menyeret turun harga saham pertambangan minyak dan perbankan. Harga saham berbasis teknologi mengalami aksi jual terpengaruh oleh laporan hasil penjualan Apple Inc, yang menurun. Laporan Survei Manufaktur Empire State periode April menunjukkan kenaikan 9 poin menjadi 9,6. Namun produksi industrial periode Maret turun 0,6 persen dan utilisasai kapasitas turun menjadi 74,8. Angka pendahuluan sentimen konsumen periode April sebesar 89,7, lebih rendah periode Maret sebesar 91.

Dow Jones Industrial Average turun 0,16% (-28,97 poin) ke posisi 17.897,46, naik 1,8% sepanjang pekan.
S&P 500 melemah 0,10% (-2,05 poin) ke level 2.080,73, naik 1,6% sepanjang pekan.
Nasdaq Composite susut 0,16% (-7,67 poin) ditutup di 4.938,22, naik 1,8% sepanjang pekan.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,56% menjadi US$23,25.

Bursa saham Eropa akhir pekan lalu juga berakhir melemah, menjelang pertemuan para pordusen minyak dunia di Doha, Qatar. Harga saham-saham energi turun, dan laporan pertumbuhan penjualan mobil Eropa tak mampu mendongkrak harga saham otomotif. Pasar merespon negatif rilis data PDB China.

FTSE 100 turun 0,34% (-21,35 poin) menjadi 6.343,75.
DAX 30 Frankfurt melorot 0,42% (-42,08 poin) ke level 10.051,57.
CAC 40 Paris tergerus 0,36% (-16,34 poin) ke posisi 4.495,17.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia, akhir pekan lalu melemah seiring dengan suramnya publikasi data ekonomi AS. Laporan hasil survei Federal Reserve memperlihatkan bahwa produksi industri AS turun 0,6 persen pada Maret untuk bulan kedua berturut-turut, jauh di bawah konsensus pasar turun 0,1 persen. Indeks Harga Konsumen untuk semua konsumen perkotaan periode Maret, kecuali makanan dan energi naik tipis 0,1 persen, setelah naik 0,3 persen pada Februari. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,23 persen menjadi 94,688.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1284

0.0016

+0.14%

Poundsterling (GBP-USD)

1.4202

0.0047

+0.33%

Yen (USD-JPY)

108.76

-0.64

-0.59%

Yuan (USD-CNY)

6.4755

-0.0071

-0.11%

Rupiah (USD-IDR)

13,177.50

-2.50

-0.02%

Sumber : Bloomberg.com, 15/4/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak dunia mengakhiri pekan lalu dengan mencatatkan penurunan terbesar dalam hampir dua pekan dipicu keraguan akan kemampuan para produsen minyak utama dunia untuk menyepakati pembatasan pasokan. Harga minyak semakin tertekan setelah Menteri Perminyakan Iran, menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan tersebut, dan ekspor minyak Iran akan dinaikkan dua kali lipat menjadi 4 juta barel per hari.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei turun US$ 1,14 (-2,75%) menjadi US$ 40,36 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni turun US$ 74 sen (-1,7%) menjadi US$ 43,10 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan kenaikan didorong oleh pelemahan dolar AS, dan indeks bursa saham global. Namun para analis meyakini kenaikan tersebut hanya bersifat sementara. Kenaikan harga emas juga didukung oleh laporan Federal Reserve AS yang menunjukkan penurunan produksi industri yang lebih besar dari yang diperkirakan, sebesar 0,6 persen.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$8,1 (0,66%) menjadi US$1.234,60 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,54% menjadi US$1.233,66 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar