Perdagangan saham pekan ini diawali dengan pelemahan indeks ASX 200 Australia, kendati harga saham emiten pertambangan dan energi menguat. Kejatuhan harga saham emiten keuangan menekan indeks ASX 200 sehingga turun 0,27% (-13,50 poin) menjadi 4.924,10 pada pukul 8:15 WIB
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 1,19% (-188,02 poin) ke level 15.633,50, setelah sempat anjlok setelah pembukaan pasar. Harga saham-saham emiten eksportir dan perbankan berguguran digempur aksi jual, yang dipicu oleh penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Indeks Kospi, Korea Selatan terombang-ambing, dan berlanjut turun 0,15% di posisi 1.969,15. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0.56% ke level 20.255,84. Indeks Shanghai Composite melaju 0,74% menjadi 3.006,91.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tenggelam di zona merah akhir pekan lalu, hari ini akan kembali menghadapi sentimen negatif pelemahan sejumlah indeks saham acuan di bursa Asia, di tengah fluktuasi harga komoditas global yang cenderung menguat. Analis memperkirakan, indeks akan berupaya melanjutkan pola uptrend jangka menengah, di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia. Aksi ambil untung akan mewarnai bursa sehingga berpotensi menghambat laju penguatan indeks.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu, berakhir dengan membukukan sedikit kenaikan, di tengah reli harga minyak, dan hembusan sentimen positif pernyataaan pimpinan Federal Reserve, Janet Yellen yang menegaskan kembali kekuatan ekonomi AS. Harga minyak rebound di tengah di tengah harapan baru usulan pembekuan produksi anggota OPEC dan non-OPEC. Secara keseluruhan indeks saham acuan Wall Street mengalami pelemahan sepanjang pekan lalu. Dow Jones dan S&P 500 turun 1,2%, Nasdaq Composite melorot 1,3%, dibanding akhir pekan sebelumnya.
Dow Jones Industrial Average naik 0,20% (35,00 poin) menjadi 17.576,96.
S&P 500 menguat 0,28% (5,69 poin) di posisi 2.047,60.
Nasdaq Composite naik tipis 0,05% (2,32 poin) ditutup di 4.850,69.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,78% menjadi US$23,40.
Bursa saham Eropa akhir pekan lalu juga ditutup menguat dengan membukukan kenaikan tajam pada semua indeks saham acuan. Kenaikan indeks didorong oleh laju harga saham emiten energi, sejumlah pertambangan logam dan perbankan, ditopang oleh lonjakan harga minyak dan komoditas, serta sentimen positif perbaikan data perdagangan Jerman. Moody’s menyatakan, ekonomi Jerman akan mengalami sedikit penimgkatan laju pertumbuhan menjadi 1,8 persen pada tahun ini.
FTSE 100 London melesat 1,10% (67,52 poin) menjadi 6.203,41.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,96% (91,64 poin) ke level 9.622,26.
CAC 40 Paris melonjak 1,35% (57,21 poin) berakhir di 4.303,12.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu melemah, setelah pejabat Federal Reserve menyatakan bank sentral akan berjalan hati-hati dalam menaikkan suku bunga. Kurs yen terhadap dolar AS melemah setelah Perdana Menteri Jepang memperingatkan akan kemungkinan intervensi untuk meredam penguatan yen. Hasil polling Reuters terhadap sejumlah ahli strategi menunjukkan bahwa reli dolar yang terjadi sejak pertengahan 2014, sudah mendekati akhir dan hanya akan naaik sedikit hingga tahun mendatang. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,21 persen menjadi 94,279.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1399 |
0.0021 |
+0.18% |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4128 |
0.0072 |
+0.51% |
|
Yen (USD-JPY) |
108.07 |
-0.14 |
-0.13% |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.4636 |
0.0011 |
+0.02% |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,143.50 |
-19.00 |
-0.14% |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di bursa London, akhir pekan lalu ditutup naik tinggi didorong oleh sentimen positif penurunan produksi sejumlah rig minyak AS dan harapan akan penurunan produksi minyak global. Para produsen minyak dunia akan menggelar pertemuan di Doha pada pertengahan April nanti.
Data mingguan Baker Hughes menunjukkan hingga pekan pertama April jumlah rig di AS yang berproduksi hanya 354, kurang dari separuh jumlah tahun lalu sebanyak 760 rig. Persediaan minyak AS turun hampir 5 juta barel pada awal April, jauh dari perkiraan kenaikan 3,2 juta barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei naik 6,6% menjadi US$39,72 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 6,4% menjadi US$41,94 per barel.
Harga emas di di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu berakhir menguat didorong oleh pelemahan dolar AS. Secara keseluruhan harga emas di bursa berjangka sepanjang pekan lalu melaju 1,66 persen, sedangkan di pasar spot, emas menguat 1,4 persen dibanding pekan sebelumnya. Pernyataan The Fed duntuk berhati-hati dalam meningkatkan suku bunga menjadi pendorong utama kenaikan harga emas sepanjang pekan lalu.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$6,30 (0,51%) menjadi US$1.243,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot cendering mendatar di US$1.240,58 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar