Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia mencatatkan penurunan tajam 0,75 persen pada awal perdagangan, tertekan penurunan harga saham emiten energi dan pertambangan logam. Pelemahan indeks ASX 200 sedikit mereda, turun 0,69% (-34,52 poin) ke posisi 4960,80 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang rontok 1,47% (-237,32 poin) terpuruk di posisi 15.885,95, melanjutkan penurunan indeks pada saat pembukaan yang tercatat turun 1,31 persen. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten energi dan emiten eksportir akibat penurunan harga minyak dan penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,74% ke level 1.964,23. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,91% menjadi 20.311,86. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,29% ke level 3.000,94
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan dapat melanjutkan penguatan, kendati tren pelemahan indeks tengah menekan bursa Asia pagi ini akibat pelemahan harga minyak dan komoditas dunia. Analis memperkirakan, pergerakan indeks hari ini berpeluang melanjutkan proses penguatan seiring dengan proyeksi cadangan devisa Maret yang stabil. Namun aksi ambil untung yang terjadi bursa saham global berpotensi mendorong konsolidasi IHSG.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya pergerakan bursa saham global dan penguatan IHSG kemarin, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan bursa saham Asia pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.825 dan resistance 4.875.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INTP [INTP 20,125
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir di zona merah dengan membukukan penurunan tajam harga saham-saham terkait minyak, seiring dengan melorotnya harga minyak dunia. Tekanan penurunan juga terjadi pada saham-saham pertambangan penghasil komoditas logam. Rilis data pesanan barang manufaktur periode Feburari yang turun 1,7 persen, ikut menekan indeks.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,31% (-55,75 poin) menjadi 17.737,00.
S&P 500 melemah 0,32% (-6,65 poin) ke posisi 2.066,13.
Nasdaq Composite melorot 0,46% (-22,75 poin) ke level 4.891,80.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di bursa New York turun 0,42% menjadi US$23,65.
Bursa saham Eropa tadi malam berakhir dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan utama, mengikuti tren kenaikan indeks yang kemarin berlangsung di bursa AS dan Asia. Harga saham emiten pertambangan menguat, kendati harga minyak dan sebagai besar komoditas logam melemah.
Penguatan indeks dipimpin oleh kenaikan harga saham farmasi, dan didukung rilis data ketegakerjaan zona euro periode Februari yang menunjukkan perbaikan angka pengangguran menjadi 10,3 dari 10,4 di bulan sebelumnya. Stabilitas harga minyak menghembuskan sentimen positif di bursa Eropa.
FTSE 100 London, naik 0,30% (18,67 poin) menjadi 6.164,72.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,28% (27,44 poin) ke posisi 9.822,08.
CAC 40 Paris melaju 0,53% (22,98 poin) ke level 4.345,22.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir sedikit melemah, terpengaruh oleh rilis data pesanan baru barang manufaktur periode Februari yang kembali mengalami penurunan. Data tersebut memperlihatkan adanya penyusutan sebesar US$8,0 miliar (-1,7%) menjadi US$454,0 miliar. Pernyataan pimpinan The Fed untuk "sangat berhati-hati" dalam menentukan suku bunga, masih membebani nilai tukar dolar. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,13 persen menjadi 94,496.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1390 |
-0.0001 |
-0.01% |
6:38 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4264 |
0.00 |
0.00% |
6:38 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
111.29 |
-0.05 |
-0.04% |
6:32 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.4818 |
0.0282 |
+0.44% |
4/1/2016 |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,190.00 |
23.00 |
+0.17% |
4/1/2016 |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York, dan Brent North Sea di bursa London, pagi dan malam tadi ditutup melemah, akibat meningkatnya keraguan terhadap kesepakatan produsen minyak dunia untuk membatasi produksi. Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar dunia mengisyaratkan keengganan untuk membekukan produksi kecuali negara lain melakukan hal serupa.
Iran menyatakan tidak akan mengikuti kesepakatan tersebut, sebelum produksi minyaknya mencapai level sebelum terkena sanksi, dan Rusia terus memproduksi minyak secaraa agresif mencapai 10,91 juta barel per hari pada Maret lalu, tertinggi dalam 30 tahun.
Harga minyak WTI, untuk penyerahan Mei turun US$1,09, menjadi US$35,70 per barel.
Harga minyak Brent, untuk pengiriman Juni turun 98 sen menjadi US$37,69 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi ditutup melemah di tengah penantian trader akan rilis risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) ppertengahhan Maret lalu, pada Rabu (6/4). Presiden The Fed Boston, dalam sebuah konferensi, Senin, mengatakan kenaikan suku bunga sebaiiknya dinaikkan lebih cepat dari perkiraan pasar.
Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$4,2 (-0,34%) menjadi US$1.219,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,55% menjadi US$1.215,68 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar