Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (30/3) dibuka variatif dengan kecenderungan menguat mengikuti tren penguatan di bursa saham global pasca pernyataan pimpinan Federal Reserve, Janet Yellen yang akan berhati-hati menaikkan suku bunga.
Perdagangan saham global hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,54 persen didorong oleh kenaikan harga saham perbankan. Namun laju pergerakan indeks tertahan oleh penurunan harga saham energi seiring dengan melemah harga minyak. ASX 200 hanya mencatatkan kenaikan sebesar 0,12% (6,18 poin) di posisi 5.010,70 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 bergerak melemah, turun 0,61% (-105,16 poin) ke level 16.998,37 setelah dibuka dengan melemah 0,51 persen. Jelang pembukaan bursa, Reuters mengabarkan, output industri Jepang sepanjang Februari, turun 6,2 persen, yang disebabkan oleh lemahnya permintaan. Penguatan nilai tukar yen menekan harga saham-saham eksportir.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,49% dan berlanjut menjadi 0,53% ke level 2.005,50. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 0,88% di posisi 20.545,44. Indeks Shanghai Composite, China melaju 0,73% ke level 2.941,22
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijau, ditopang sentimen positif terhadap pidato pimpinan The Fed dan rilis Paket Kebijakan Ekonomi Tahap XI, setelah berfluktuasi sepanjang hari kemarin dan berakhir di teritori positif. Analis memperkirakan, indeks berpeluang melanjutkan penguatan didorong gairah pelaku pasar. Aksi jual mereda setelah rilis Paket Kebijaakan Ekonomi XI dan pernyataan piimpinan The Fed yang dinilai dovish.
Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan bursa saham global, dan IHSG kemarin, serta pengauatan nilai tukar rupiah, di tengah bervariasinya bursa saham Asia pagi ini berpotensi membuat IHSG melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.750 dan resistance 4.810.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNVR [UNVR 42,725
-250 (-0,6%)] (Spec Buy, TP: Rp43.850, Support: Rp42.000), ASRI [ASRI 380
3 (+0,8%)] (Spec Buy TP: Rp381, Support: Rp372), ADHI [ADHI 2,725
30 (+1,1%)] (Spec Buy TP: Rp2.735, Support: Rp2.655), INDF [INDF 7,075
150 (+2,2%)] (Spec Buy TP: Rp7.000, Support: Rp6.825)
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham ddi bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan, ditopang oleh pernyataan pimpinan The Fed, yang cenderungdovish. Ia mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga berikutnya tidak mungkin sebelum Juni dan akan dilakukan secara bertahap dan perlahan. Saham-saham teknologi berlompatan, naik lebih dari 2 persen, sedangkan harga saham-saham perbankan besar berguguran.
Dow Jones Industrial Average naik 0,56% (97,72 poin) menjadi 17.633,11.
S&P 500 melaju o,88% (17,96 poin) ke posisi 2.055,01.
Nasdaq Composite melonjak 1,67% (79,84 poin) ke level 4.846,62.
Harga ETF saham Indonesia di New Yrok Stocks Exchange naik 1,32% menjadi US$23,00.
Bursa saham utama Eropa, mengawali perdagangan setelah menjalani libur Paskah dengan mengalami kebangkitan indeks hingga akhir perdagangan. Namun penurunan harga sejumlah komoditas utama dunia menjelang pidato pimpinan The Fed, menghambat laju indeks saham acuan. Harga saham energi, pertambangan dan perbankan melemah.
FTSE 100 London turun tipis 0,01% (-0,58 poin) menjadi 6.105,90.
DAX 30 Frankfurt naik 0,37% (36,59 poin) ke posisi 9.887,94.
CAC 40 Paris melesat 0,85% (36,99 poin) ke level 4.366,67.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dola AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi kembali melemah setelah pimpinan The Fed menegaskan rencananya untuk menaikkan suku bunga secara hati-hati, dengan memperhatikan kondisi ekonomi global yang lemah dan inflasi yang rendah.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,8 persen menjadi 95,137.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Perdagangan saham global hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,54 persen didorong oleh kenaikan harga saham perbankan. Namun laju pergerakan indeks tertahan oleh penurunan harga saham energi seiring dengan melemah harga minyak. ASX 200 hanya mencatatkan kenaikan sebesar 0,12% (6,18 poin) di posisi 5.010,70 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 bergerak melemah, turun 0,61% (-105,16 poin) ke level 16.998,37 setelah dibuka dengan melemah 0,51 persen. Jelang pembukaan bursa, Reuters mengabarkan, output industri Jepang sepanjang Februari, turun 6,2 persen, yang disebabkan oleh lemahnya permintaan. Penguatan nilai tukar yen menekan harga saham-saham eksportir.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,49% dan berlanjut menjadi 0,53% ke level 2.005,50. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 0,88% di posisi 20.545,44. Indeks Shanghai Composite, China melaju 0,73% ke level 2.941,22
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijau, ditopang sentimen positif terhadap pidato pimpinan The Fed dan rilis Paket Kebijakan Ekonomi Tahap XI, setelah berfluktuasi sepanjang hari kemarin dan berakhir di teritori positif. Analis memperkirakan, indeks berpeluang melanjutkan penguatan didorong gairah pelaku pasar. Aksi jual mereda setelah rilis Paket Kebijaakan Ekonomi XI dan pernyataan piimpinan The Fed yang dinilai dovish.
Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan bursa saham global, dan IHSG kemarin, serta pengauatan nilai tukar rupiah, di tengah bervariasinya bursa saham Asia pagi ini berpotensi membuat IHSG melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.750 dan resistance 4.810.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNVR [UNVR 42,725
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham ddi bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan, ditopang oleh pernyataan pimpinan The Fed, yang cenderungdovish. Ia mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga berikutnya tidak mungkin sebelum Juni dan akan dilakukan secara bertahap dan perlahan. Saham-saham teknologi berlompatan, naik lebih dari 2 persen, sedangkan harga saham-saham perbankan besar berguguran.
Dow Jones Industrial Average naik 0,56% (97,72 poin) menjadi 17.633,11.
S&P 500 melaju o,88% (17,96 poin) ke posisi 2.055,01.
Nasdaq Composite melonjak 1,67% (79,84 poin) ke level 4.846,62.
Harga ETF saham Indonesia di New Yrok Stocks Exchange naik 1,32% menjadi US$23,00.
Bursa saham utama Eropa, mengawali perdagangan setelah menjalani libur Paskah dengan mengalami kebangkitan indeks hingga akhir perdagangan. Namun penurunan harga sejumlah komoditas utama dunia menjelang pidato pimpinan The Fed, menghambat laju indeks saham acuan. Harga saham energi, pertambangan dan perbankan melemah.
FTSE 100 London turun tipis 0,01% (-0,58 poin) menjadi 6.105,90.
DAX 30 Frankfurt naik 0,37% (36,59 poin) ke posisi 9.887,94.
CAC 40 Paris melesat 0,85% (36,99 poin) ke level 4.366,67.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dola AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi kembali melemah setelah pimpinan The Fed menegaskan rencananya untuk menaikkan suku bunga secara hati-hati, dengan memperhatikan kondisi ekonomi global yang lemah dan inflasi yang rendah.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,8 persen menjadi 95,137.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York pagi tadi berakhir melemah, tertekan oleh kekhawatiran akan kelebihan pasokan. Jelang laporan persediaan minyak Amerika, Rabu, banyak analis akan terjadi penambahan lagi dalam jumlah pasokan.
Di bursa London, harga minyak Brent North Sea juga turun terpengaruh oleh kesepakatan Arab Saudi dan Kuwait untuk melanjutkan produksi minyak di lapangan lepas pantai Khafji yang menghasilkan lebih dari 300.000 barel per hari. Kesepakatan itu meningkatkan keraguan akan kelanjutan rencana negara-negara penghasil minyak untuk membatasi produksi.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei turun US$1,11 menjadi US$38,28 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei, turun US$1,13 menjadi US$39,14 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, terdorong oleh pernyataan pimppinan The Fed yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada April mendatang, sehingga menekan dolar AS. Laju kenaikan emas tertahan oleh laporan Conference Board New York yang menunjukkan peningkatan kepercayaan konsumen sebesar 2,2 poin menjadi 96,2 selama periode Maret.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$15,7 (1,29%) menjadi US$1.235,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,69% menjadi US$1.241,56.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Cenderung_Menguat__IHSG_Berpeluang_Lanjutkan_Kenaikan&level2=newsandopinion&id=4209652&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-3-detik.jpg#.VvsvZNKqqko
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York pagi tadi berakhir melemah, tertekan oleh kekhawatiran akan kelebihan pasokan. Jelang laporan persediaan minyak Amerika, Rabu, banyak analis akan terjadi penambahan lagi dalam jumlah pasokan.
Di bursa London, harga minyak Brent North Sea juga turun terpengaruh oleh kesepakatan Arab Saudi dan Kuwait untuk melanjutkan produksi minyak di lapangan lepas pantai Khafji yang menghasilkan lebih dari 300.000 barel per hari. Kesepakatan itu meningkatkan keraguan akan kelanjutan rencana negara-negara penghasil minyak untuk membatasi produksi.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei turun US$1,11 menjadi US$38,28 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei, turun US$1,13 menjadi US$39,14 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, terdorong oleh pernyataan pimppinan The Fed yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada April mendatang, sehingga menekan dolar AS. Laju kenaikan emas tertahan oleh laporan Conference Board New York yang menunjukkan peningkatan kepercayaan konsumen sebesar 2,2 poin menjadi 96,2 selama periode Maret.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$15,7 (1,29%) menjadi US$1.235,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,69% menjadi US$1.241,56.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Cenderung_Menguat__IHSG_Berpeluang_Lanjutkan_Kenaikan&level2=newsandopinion&id=4209652&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-3-detik.jpg#.VvsvZNKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar