Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini dibuka muram dengan kecenderungan melemah. Kenaikan harga minyak di awal perdagangan bursa komoditas Asia, berhasil mendongkrak sejumlah saham emiten energi, namun belum berhasil mencegah pelemahan pada mayoritas indeks saham Asia.
Bursa saham Australia, mengakhiri libur panjang dengan mencatatkan penurunan sebesar 0,49 persen tertekan oleh penurunan harga saham emiten keuangan. Penurunan indeks berlanjut menjadi -0,69% (-35,21 poin) ke level 5.049,00 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,78% (-133,48 poin) menjadi 17.000,89, setelah dibuka melemah 0,82 persen. Penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS kembali menekan harga sejumlah saham eksportir.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,41% dan berlanjut naik 0,52% menjadi 1.992,86. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,20% menjadi 20.386,32. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,02% di posisi 2.958,41.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali berada di bawah tekanan tren penurunan indeks di bursa Asia, setelah kemarin terbenam di zona merah kendati sebagian besar bursa Asia melaju di teritori positif. Analis memperkirakan, indeks hari ini bersiap untuk reli, melakukan technical rebound menuju target resisten terdekat. Namun peluang terjadinya rebound akan mengecil tanpa adanya sentimen positif di tengah melemahnya laju bursa saham regional.
Tim Riset Indo Premier berpendapat bervariasinya bursa saham global, pelemahan signifikan IHSG kemarin dan pelemahan bursa saham Asia pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.735 dan resistance 4.815.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ELSA [ELSA 353
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di Wall Street pagi tadi ditutup variatif dengan sedikit mencatatkan perubahan di tengah penantian pasar akan pidato pimpinan Federal Reserve, Selasa pekan ini. Pasar juga menantikan rilis sejumlah data penting seperti laporan ketenagakerjaan, dan kepercayaan konsumen untuk Maret.
Rilis data belanja konsumen Februari mencatatkan kenaikan tipis 0,1 persen, dan data inflasi Februari menunjukkan kenaikan harga konsumen (tidak termasuk pangan dan energi) sebesar 0,1%. Defisit perdagangan AS melebar menjadi US$62,86 miliar, dan penjualan rumah yang tertunda (pending home) naik 3,5 persen.
Dow Jones Industrial Average naik 0,11% (19,66 poin) menjadi 17.535,39.
S&P 500 naik tipis 0,05% (1,11 poin) ke level 2.037,05.
Nasdaq Composite susut 0,14% (-6,72 poin) ditutup di 4.766,79.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New Yor Stocks Exchange turun 1,56% menjadi US$22,70.
Bursa saham utama Eropa, kemarin masih tutup melanjutkan libur Paskah.
Nilai Tukar Dolar
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup melemah, tertekan rilis data ekonomi AS yang lebih buruk dari perkiraan sehingga melemahkan ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed. Data pendapatan pribadi (personal income) AS untuk periode Februari meningkat US$23,7 miliar atau sekitar 0,2 persen. Pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik US$11,0 miliar (0,1 persen), masih di bawah konsensus pasar. Indeks harga konsumen turun 0,1 persen, setelah naik 0,1 persen pada Januari lalu. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,23 persen menjadi 95,92.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
| Euro (EUR-USD) | 1.1197 | 0.0001 | +0.01% | 6:59 PM |
| Poundsterling (GBP-USD) | 1.4257 | 0.0003 | +0.02% | 6:59 PM |
| Yen (USD-JPY) | 113.4400 | -0.0100 | -0.01% | 6:54 PM |
| Yuan (USD-CNY) | 6.5075 | -0.0085 | -0.13% | 11:29 AM |
| Rupiah (USD-IDR) | 13,342.50 | 97.00 | +0.73% | 3/25/2016 |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York, pagi tadi, dan harga minyak Brent North Sea di London, berakhir melemah di tengah aktivitas perdagangan yang terbatas akibat tutupnya bursa komoditas Eropa. Pasar mengkhawatirkan makin berlimpahnya pasokan minyak dunia, seiring rilis persediaan minyak AS yang melonjak 9,4 juta barel pada pekan lalu. Sejumlah analis memperingatkan akan lemahnya fundamental pasar minyak, sehingga harga minyak bisa kembali turun ke bawah US$30 per barel.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Mei turun 7 sen menjadi US$39,39 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Mei turun 17 sen menjadi US$40,27 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melemah, karena pasar menunggu petunjuk arah suku bunga dalam pidato pimpinan The Fed yang dijadwalkan pekan ini. Pelemahan harga emas juga terpengaruh oleh rilis data ekspor yang menunjukkan kenaikan 2,0 persen dan impor naik 1,6 persen, defisit perdagangan mencapai US$62,9 miliar. Penurunan indeks dolar, membantu mencegah kejatuhan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman April turun US$1,5 (-0,12%) menjadi US$1.220,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,28% menjadi US$1.219,46 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar