Selasa, Februari 9

EQUITY_UPDATE 20160209

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin ditutup melemah cukup signifikan, Dow Jones melemah 178 poin (-1,10%) pada level 16.027, S&P turun 27 poin (-1,81%) pada level 1.853 dan Nasdaq ditutup melemah 79 poin (-1,81%) pada level 4.284. Saham-saham Wall Street mengawali perdagagan dengan dibuka melemah mengikuti pelemahan pada pasar equitas dunia lainnya. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi memukul saham-saham keuangan dan teknologi, sehingga memimpin pelemahan di bursa saham Wall Street. Saham-saham perbankan turun tajam ditengah kekhawatiran atas kualitas kredit memburuk karena adanya perlambatan ekonomi. Selain itu, pelemahan yang kembali terjadi pada harga minyak dunia juga turut menekan saham-saham yang berbasis energi. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah signifikan, DAX melemah 307 poin (-3,31%) pada level 8.979, sementara FTSE melemah 159 poin (-2,72%) pada level 5.689. Pelemahan pada bursa saham eropa tertekan tertekan oleh kembali merebaknya kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan akhir pekan lalu langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan pada bursa saham Wall Street langsung direspon oleh pelaku pasar. Rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas ekspektasi membuat Investor asing melakukan aksi beli secara besar-besaran. Aksi beli besar-besaran terhadap saham-saham dengan kapitalisasi pasar yang besar mampu membuat IHSG berada di zona hijau sepanjang perdagangan akhir pekan lalu. Rilis data tersebut juga mampu membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami penuatan (di tutup di level Rp13.623 per USD) pada perdagangan akhir pekan. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 133 poin (+2,9%) pada level 4.799. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 2.317,5M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona hijau. Sektor keuangan dan aneka industri yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 31 poin (+4,48%) dan 47 poin (+4,38%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu.
 image001
Seiring pelemahan signifikan pada bursa saham gobal, pelemahan yang terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin dan pelemahan signifikan pada pembukaan beberapa bursa saham asia ditengah penguatan signifikan pada IHSG yang disertai derasnya arus masuk dana investor asing membuat IHSG berpoten begerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.720 dan resistance 4.870. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  BMRI(Buy), PTPP(BoW), UNVR (SoS) dan ANTM(SoS).



News Highlights

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyiapkan dana sekitar Rp4,2T selama tiga tahun untuk proyek kereta cepat (HSR) Jakarta-Bandung. Perseroan tetap mengkaji rights issue, meskipun tanpa penyertaan modal negara. Kebutuhan dana tersebut berdasarkan kepemilikan perseroan sebesar 38% pada konsorsium Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Tahun ini, perseroan mengeluarkan dana sekitar Rp1T untuk proyek tersebut.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) resmi meluncurkan fasilitas pembayaran elpiji 3 kg menggunakan Mocash BRI di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Jumat. Mocah BRI terhubung secara "host to host" dengan sistem monitoring penyaluran elpijiL 3 kg yang dinamakan Mocash Pertamina LPG. Peluncuran itu ditandai dengan penandatanganan nota kerja sama antara kedua belah pihak yang dilakukan oleh Direktur Kelembagaan Bank BRI Kuswiyoto dan Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang.

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) akan melanjutkan ekspansinya tahun ini. Untuk itu, perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sekitar Rp 400M tahun ini. Belanja modal tahun ini lebih rendah dari tahun lalu yakni Rp 550M lantaran tahun ini tidak membangun pabrik baru. Capex tersebut akan dianggarkan dari kas internal perseroan dan dari sisa dana IPO. Tahun ini WTON optimis bisa mencatatkan kinerja yang lebih positif tahun ini. Perseroan menargetkan bisa meraih pertumbuhan laba bersih hingga 73% dibanding dengan tahun 2015. Target agresif tersebut dipasang setelah pemerintah menyebut bahwa tahun 2016 adalah tahun realisasi proyek.

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mengatakan pelabuhan darat yang dikelola anak usaha perusahaan telah ditetapkan sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) oleh pemerintah. Target perusahaan secara keseluruhan pendapatan dari dry port bisa tumbuh sekitar 30% tahun ini. Di bisnis logistik, KIJA menjalankan bisnisnya melalui anak usaha PT Cikarang Inland Port. Adapun, operasional PLB di Cikarang Dry Port diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan volume ekspor impor sebesar 10%. Untuk mendongkrak volume, perusahaan bekerja sama dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) guna memulai operasional PLB khusus komoditas kapas.

Bank Indonesia (BI) merilis Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2016 turun 3,8M dolar AS menjadi 102,1M dolar AS dari posisi akhir Desember 2015 sebesar 105,9M dolar AS. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan devisa, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah, termasuk pembayaran pokok dan bunga global bond yang jatuh tempo. Posisi cadangan devisa per akhir Januari 2016 tersebut masih cukup membiayai 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2015 tercatat 5,04% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya sebesar 4,74% (yoy) dan perkiraan Bank Indonesia 4,9%. Dengan perkembangan tersebut, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi untuk 2015 tercatat 4,79 persen (yoy). Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberikan stimulus pada perekonomian dan kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas makroekonomi dengan tetap memberikan ruang bagi momentum pertumbuhan ekonomi. Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2015 terutama didorong oleh peningkatan permintaan domestik, di tengah kontribusi sektor eksternal yang menurun. Pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan terus meningkat dan lebih tinggi dari pertumbuhan tahun 2015. Pertumbuhan pada 2016 tersebut diperkirakan didorong oleh stimulus fiskal, khususnya pembangunan proyek infrastruktur, dan konsumsi yang masih tetap kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar