Kamis, Februari 4

Equity Update 4 Februari 2016

Market Review
Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin ditutup menguat, Dow Jones menguat 183 poin (+1,14%) pada level 16.337, S&P naik 10 poin (+0,52%) pada level 1.913 sementara Nasdaq ditutup melemah 13 poin (-0,29%) pada level 4.504. Indeks di bursa saham Wall Street di buka melemah mengikuti pelemahan signifikan pada pasar equitas dunia lainnya. Namun, penguatan signifikan pada harga minyak dunia sebesar 8,03% ke level US$32,3 per barel mendorong aksi beli pada saham-saham sektor energi. Penguatan pada saham-saham sektor energi memimpin penguatan sektor lainnya guna menopang penguatan pada indeks. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, DAX melemah 146 poin (-1,52%) pada level 9.435, sementara FTSE melemah 85 poin (-1,44%) pada level 5.837. Pelemahan indeks bursa saham eropa tertekan oleh sentiment negatif dari pelemahan yang terjadi di bursa saham asia dan tertekan oleh penurunan pada saham-saham sektor keuangan.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan cukup signifikan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.770 per USD), Aksi jual oleh investor asing dan pelemahan cukup signifikan pada bursa saham asia serta pelemahan pada pembukaan perdagangan bursa saham eropa mampu menekan IHSG hingga menjelang penutupan perdagangan kemarin. Namun, kenaikan pada saham-saham dengan kapitasisasi pasar yang besar perlahan mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup menguat tipis sebesar 9 poin (+0,19%) pada level 4.596. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 197,7M di pasar regular dan negosiasi. Sektor infrastruktur dan aneka industri yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 9 poin (+0,95%) dan 9 poin (+0,90%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
eu 4 feb 2016
Seiring bervariasinya pergerakan pada bursa saham gobal dan penguatan pada IHSG kemarin ditengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.550 dan resistance 4.650. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM(Buy), GIAA(Buy), MPPA(Spec Buy) dan ELSA(Spec Buy).
News Highlights
PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menambah kepemilikan saham dalam PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) senilai Rp2,3M. Perseroan telah membeli 7,63 juta lembar saham SIMP melalui bursa pada 25 Januari-3 Februari 2016. Harga pembelian rata-rata Rp312,82 per lembar dengan total nilai transaksi Rp2,38M. Emiten milik taipan Anthoni salim tersebut saat ini menggenggam kepemilikan saham dalam SIMP sebanyak 1,02M lembar setara dengan 6,60% dari saham beredar. Adapun, tujuan transaksi pembelian saham SIMP tersebut untuk investasi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencetak laba bersih sepanjang 2015 sebesar Rp25,2T, tumbuh 4,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp24,2T. Perolehan laba bersih tersebut ditopang peningkatan pendapatan bunga (interest income) yang mencapai Rp82,2T atau tumbuh 13,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan sumber pendapatan laba lainnya, erasal dari pendapatan non bunga yang mencapai Rp14,2Tatau naik 21,4% dari perolehan pada 2014. Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun 2016 sebesar 13-15%.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus memperkuat sinergi perbankan melalui penyaluran kredit sindikasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sepanjang 2015, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan sindikasi hingga Rp37,33T. Dari jumlah tersebut, sebesar 28% disalurkan untuk membiayai sektor kelistrikan, kemudian 10% dialokasikan untuk membiayai sektor jalan tol. Sedangkan selebihnya, pembiayaan sindikasi Bank Mandiri digunakan untuk membiayai sektor usaha di bidang pertambangan dan industri lain. Bank Mandiri uga bertindak sebagai joint mandated lead arranger untuk proyek pembangunan kereta bandara PT KAI yang dibiayai melalui sindikasi Bank Mandiri bersama BRI, BNI dan BCA. Bank Mandiri mencatatkan nilai kredit sindikasi sebesar Rp2,1T.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana menarik pinjaman dari konsorsium bank milik negara senilai Rp10T pada semester II/2016 guna mendanai proyek kereta ringan (light rail transit/LRT). Perusahaan mendapatkan komitmen pinjaman dari sejumlah bank negara, termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Adapun, pinjaman tersebut belum segera digunakan karena ADHI masih memiliki dana berasal dari penerbitan saham baru (rights issue) senilai Rp2,74T. Pada tahun 2016, kebutuhan dana investasi perusahaan dapat mencapai sekitar Rp12T.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menargetkan marketing sales atau pra penjualan stagnan tahun ini. Emiten properti ini mematok marketing sales Rp 6,9T atau hanya tumbuh 2% dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 6,8T.
PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) telah menandatangani perjanjian Construction Part 2 untuk pabrik Baturaja II dengan CBMI-Waskita Joint Operation. Penandatangan kontrak dilakukan pada 2 Februari 2016 senilai Rp675.788.562.330 dari total nilai pekerjaan pembangunan konstruksi US$69.450.335. Kontrak tersebut dilaksanakan sebagai kelanjutan dari kontrak Construction sebelumnya yang merupakan rangkaian kegiatan pembangunan pabrik baturaja II dengan kapasitas produksi 1,85 juta ton semen per tahun yang dijadualkan beroperasi akhir semester I tahun 2017.
PT Blitz Megaplex Tbk (BLTZ) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue. Menurut keterangan perseroan Rabu menyebutkan bahwa jumlah saham yang akan dikeluarkan sebanyak maksimal 110.000.000 lembar saham kelas C dengan nominal Rp100. Perseroan menargetkan dana tambahan maksimal sebesar Rp850.000.000.000 dari aksi PUT I ini. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dapat terdilusi maksimal sebesar 24,6%. Dana yang diraih dari right issue ini sebesar Rp250.000.000.000 akan digunakan untuk melunasi hutang dan sisanya untuk belanja modal guna pembangunan bioskop baru di DKI, Banten, Jabar, Jateng dan Sumatera Utara. Blitz akan menggelar RUPS Luar Biasa pada 11 Maret 2016 mendatang guna mendapatkan persetujuan pemegang sahamnya.
PT Mahaka Radio menetapkan harga penawaran sebesar Rp750 per lembar dari harga kisaran sebelumnya antara Rp750-Rp1.100 per lembar. Menurut keterangan KSEI yang diperoleh Rabu disebutkan bahwa jumlah saham yang akan ditawarkan juga berubah menjadi 105.052.900 lembar dari sebelumnya 171.367.500 saham. Bursa Efek Indonesia sudah menetapkan kode perdagangan yakni MARI. Dengan demikian maka Mahaka Radio akan menyerap dana IPO sebesar Rp78.789.675.000. Masa penawaran dilakukan 2-4 Februari 2016 dan pencatatan di BEI pada 11 Februari 2016. PT Trimegah Securities Tbk menjadi penjamin emisi efek. Dana yang akan diraih akan digunakan pengembangan usaha atau investasi baru sebanyak 60 persen dan sisanya untuk pembayaran utang anak kepada bank UOB Indonesia.eu 4 feb 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar