Market Review
Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin ditutup melemah cukup signifikan, Dow Jones melemah 295 poin (-1,79%) pada level 16.154, S&P turun 36 poin (-1,88%) pada level 1.903 sementara Nasdaq ditutup melemah 103 poin (-2,24%) pada level 4.517. Indeks di bursa saham Wall Street di buka melemah mengikuti pelemahn signifikan pada pasar equitas dunia lainnya. Pelemahan lanjutan yang terjadi pada harga minyak dunia menekan harga saham-saham sektor energi. Harga minyak dunia memperpanjang penurunannya 2 hari berturut-turut, minya mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup dibawah US$30 per barel untuk pertama kalinya sejak 21 Januari. Rilis laporan kinerja keuangan beberapa emiten yang mengecewakan juga turut menekan indeks, salah satunya ExxonMobil yang megalami penurunan 2,2% setelah melaporkan keuntungan kuartalnya ditingkat terendah sejak 2002. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, DAX melemah 177 poin (-1,81%) pada level 9.581, sementara FTSE melemah 138 poin (-2,28%) pada level 5.922. Pelemahan indeks bursa saham eropa tertekan oleh pelemahan yang terjadi pada saham-saham tekhnologi, seiring kembali melemahnya harga minyak dunia ke level di bawah US$30 per barel.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Aksi beli terhadap beberapa saham dengan kapitalisasi pasar yang besar sempat mengngkat IHSG ditengah perdagangan. Namun, Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.691 per USD), Aksi jual oleh investor asing dan pelemahan pada bursa saham asia serta pelemahan signifikan pada pembukaan perdagangan bursa saham eropa mampu kembali menekan pergerakan IHSG hingga kembali pengalami pelemahan pada perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup melemah sebesar 37 poin (-0,80%) pada level 4.587. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 197,7M di pasar regular dan negosiasi. Sektor aneka industri dan infrastruktur yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 32 poin (-2,94%) dan 16 poin (-1,56%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

Seiring pelemahan cukup signifikan pada bursa saham gobal, pelemahan di awal perdagangan bursa saham asia, pelemahan pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin serta kembali keluarnya dana investor asing dari bursa saham kita membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.545 dan resistance 4.610. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: EXCL(Buy), PTPP(Spec Buy), UNVR(SoS) dan BBRI(BoW).
News Highlights
PT XL Axiata Tbk (EXCL) menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp7T di sepanjang tahun ini. Dana ini akan digunakan untuk pengembangan 4G LTE dan Information Technology (IT). Capex untuk LTE dan IT, sebesar 60% untuk pengembangan LTE, dan sisanya 40% pengembangan IT. Dana capex sendiri akan berasal seluruhnya dari kas internal perseroan. Dana capex di tahun ini memang terbilang sama bila dibanding belanja modal di 2015. Namun, angka belanja modal di tahun lalu tidak terserap penuh yang hanya mencapai Rp4,1T.
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memberikan pinjaman kepada anak usaha PT Waskita Beton Precast (WBP) yang berkedudukan di Jawa Timur. Menurut keterangan perseroan Selasa menyebutkan bahwa jumlah pinjaman yang diberikan sebesar Rp300M. Adapun bunga yang diberikan sebesar 10,5% per tahun. Fasilitas pinjaman ini untuk jangka waktu enam tahun sejak tanggal perjanjian. Nilai transaksi pinjaman hanya 4,23% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan 30 Juni 2015. Pemberian pinjaman tersebut diberikan untuk peningkatan kapasitas produksi WBP guna memenuhi kontrak pengadaan precast kepada konsumen.
PT Bank Jatim Tbk (BJTM) akan membagikan dividen tunai Rp43 per saham pada 3 Maret 2016 mendatang sedangkan cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 5 dan 6 Februari 2016 dan recording date 11 Februari 2016. Bank ini membagikan total dividen tahun 2015 sebesar Rp641.460.454.226 atau sebanyak 72,42% dari total laba 2015 yang sebesar Rp885.708.380.142. Rasio dividen di tahun 2015 ini lebih besar dari rasio dividen tahun 2014 yang sebesar 66,5%. Dividen akan dibagian ke saham perusahaan yang berjumlah 14.917.684.982 lembar saham.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) meningkatkan kapasitas penumpang kelas bisnis dengan menghadirkan dua pesawat terbaru yakni Airbus A330-300 dengan “Super Diamond Seat Business Class” yang pertama dan Boeing 777-300ER yang kesepuluh. Pesawat Airbus A330-300 dengan Super Diamond Seat Business Class bernomor registrasi PK-GPZ ini merupakan yang pertama dari empat pesawat Airbus A330-300 yang akan diterima pada 2016. Sementara, pesawat Boeing 777-300ER bernomor registrasi PK-GIK, merupakan pesawat kiriman terakhir dari sepuluh Boeing 777-300ER yang dipesan Garuda Indonesia sejak 2013. Pesawat baru Airbus A330-300 tersebut memiliki jangkauan sejauh 15.000 kilometer atau mencapai 12 jam terbang non-stop, dengan kapasitas 287 tempat duduk, yang terdiri dari 24 kelas bisnis dengan “Super Diamond Seat” dan 263 kelas ekonomi.
PT Ace Hardware Tbk (ACES) mengumumkan penutupan salah satu gerainya yang berada di Binjai, Sumatera Utara pada 27 Januari 2016 lalu. Alasan penutupan tersebut karena kinerja yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Sebagai informasi, gerai tersebut dibuka pada 14 Mei 2014 lalu dengan luasan sekitar 2.400 meter persegi.
PT Bank Yudha Bhakti Tbk merencanakan untuk melakukan penawaran umum terbatas (PUT) atau 'right issue" guna meningkatkan modal kerja pengembangan usaha. Manajemen Bank Yudha Bhakti Tbk dalam paparan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa menyampaikan bahwa pengembangan usaha perseroan terdiri dari penambahan penanaman dana pada aktiva produktif, pengembangan teknologi sistem informasi, serta untuk penguatan modal inti perseroan dalam rangka pemenuhan persyaratan perluasan jaringan kantor. pelaksanaan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham dalam rangka hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya sebesar empat miliar lembar saham atau sekitar 61,40 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Selain itu, perseroan juga bermaksud menerbitkan waran sebanyak-banyaknya sebesar 880.306.000 lembar.
Lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) kembali mengafirmasi peringkat Indonesia pada level layak investasi (investment grade). JCR memberikan afirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB-/stable outlook. Beberapa faktor kunci yang mendukung keputusan afirmasi bagi sovereign credit rating Indonesia yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat, defisit fiskal yang terkendali dan pengelolaan utang pemerintah yang sehat, kondisi sektor perbankan yang relatif kuat, serta ketahanan terhadap tekanan eksternal. Lebih jauh JCR menyatakan bahwa stable outlook mencerminkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi tekanan eksternal melalui kebijakan fiskal dan moneter yang tepat termasuk peluncuran berbagai paket kebijakan ekonomi guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar