Senin, Februari 1

Equity Update 1 Februari 2016

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu ditutup menguat signifikan, Dow Jones menguat 396 poin (+2,47%) pada level 16.466, S&P naik 47 poin (+2,46%) pada level 1.940 dan Nasdaq ditutup menguat 107 poin (+2,38%) pada level 4.614. Indeks di bursa saham Wall Street di buka menguat mengikuti penguatan signifikan pada pasar equitas dunia lainnya. Penguatan yang terjadi pada harga minyak dunia menopang kenaikan pada saham-saham sektor energi. Keputusan Bank Sentral Jepang untuk memangkas susku bunga acuannya menjadi negatif dengan tujuan untuk memberikan stimulus bagi perekonomian turut memberikan sentiment positif pada pergerakan indeks akhir pekan lalu. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan ditutup menguat signifikan, DAX menguat 158 poin (+1,64%) pada level 9.798, sementara FTSE menguat 152 poin (+2,57%) pada level 6.084. Penguatan pada bursa saham eropa merespon keputusan Bank Sentral Jepang yang memangkas susku bunga acuannya ke level negatif dan penguatan lanjutan pada harga minyak dunia yang mampu menopang pergerakan saham-saham sektor energi di akhir pekan.
eu 1 feb
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan akhir pekan lalu langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan cukup signifikan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Aksi jual terhadap beberapa saham dengan kapitalisasi pasar yang besar sempat menekan IHSG ditengah perdagangan. Namun, Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.778 per USD) dan penguatan signifikan pada bursa saham asia serta penguatan signifikan pada pembukaan perdagangan bursa saham eropa membuat IHSG berhasil kembali ke zona hijau pada perdagangan kemarin. Aksi beli oleh investor asing turut menopang pergerakan IHSG kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 12 poin (+0,27%) pada level 4.615. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 1.415,6M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya sektor barang konsumsi yang mengalami pelemahan. Sektor aneka industri dan infrastruktur yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 30 poin (+2,86%) dan 21 poin (+2,09%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu.


 

Seiring penguatan signifikan pada bursa saham gobal, penguatan yang terjadi pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin serta derasnya arus masuk dana asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.580 dan resistance 4.650. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  SMGR(Buy), ICBP(BoW), INDF(SoS) dan ELSA(SoS).
                                                                               

News Highlights

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyiapkan kredit modal kerja Rp 1T untuk membantu pemenuhan kebutuhan cash flow PT Kalbe Farma Tbk dalam menyediakan obat dan produk kesehatan untuk masyarakat. Di samping itu, Bank Mandiri juga menyediakan fasilitas Treasury Line senilai US$ 8 juta yang dapat digunakan Kalbe Farma untuk memenuhi kebutuhan valas dalam pengadaan bahan obat-obatan. penyaluran fasilitas kredit ini merupakan komitmen perseroan untuk mendukung pemerintah dalam mengembangkan sektor kesehatan nasional terutama melalui pembiayaan kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri kesehatan dan farmasi.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana memangkas suku bunga Kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebesar 0,25% per 1 Februari 2016. Penurunan suku bunga kredit tersebut dari sebelumnya sebesar 13%. Kebijakan tersebut diambil karena melihat likuiditas perseroan yang mulai sedikit melonggar pada bulan ini. Sekaligus sebagai respons BCA terhadap penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) sebesar 25 basis poin, menjadi 7,25% pada pertengahan Januari 2016.

PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) di tahun 2015 meraih penjualan bersih tidak diaudit sebesar Rp10,55T atau naik 12% dibandingkan tahun 2014 seiring dengan peningkatan penjualan emas. Ems merupakan komponen terbesar penyumbang pendapatan yakni Rp7,31T atau 69% dari total penjualan perseroan tahun lalu. Perseroan menurut keterangan Tri Hartono, Sekretaris Perusahaan, akan menyampaikan laporan keuangan diaudit paling lambat 31 Maret 2016. Sementara pendapatan di kuartal ke empat 2015 tercatat Rp1,51T turun dibandingkan kuartal ke empat 2014 yang Rp3,61T. Aktivitas eksplorasi perseroan di tahun 2015 berfokus pada emas dan nikel dimana total biaya tidak diaudit aktivitas eksplorasi mencapai Rp23,6M.

PT Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) bagi-bagi dividen sebesar Rp641,46M. Dividen yang dibagikan ke pemilik saham setara 72,42% dari laba bersih Tahun 2015. Perolehan dividen tahun 2015 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun buku 2014. Dividen yang dibagikan per lembar saham sebesar Rp 43. Perolehan dividen per lembar saham itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 41,86 per lembar saham. Catatan laba sebelum pajak Bank Jatim tercatat Rp 1,26T. Sedangkan laba bersih sebesar Rp 885,70M.

Kimia Farma Tbk (KAEF) menargetkan pertumbuhan pendapatan dari anak usahanya yaitu Kimia Farma Apotek mencapai 26% dari raihan tahun lalu yang hampir menembus Rp3T. Target tersebut dibidik seiring dengan penambahan 135 apotek baru dan 50 klinik anyar di seluruh Indonesia.Hingga akhir tahun lalu, KAEF telah didukung oleh 725 apotek, 315 klinik dan 43 laboratorium. Untuk mendanai penambahan jaringan, KAEF berinvestasi Rp200M. Dana tersebut berasal dari kas perusahaan dan sebagian kecilnya yaitu di bawah 10% dari pinjaman bank.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat total produksi batubara dan nisbah kupas tahun 2015 masing-masing mencapai 51,46 juta ton dan 5,19x atau turun 8% dan 9% dari tahun 2014. total biaya kas batubara Adaro Energy US$26 hingga US$28 per ton sedangkan EBITDA US$450 juta hingga US$700 juta. Perusahaan batubara ini mengatakan belanja modal di 2015 mencapai US$75 hingga US$100 juta. Adaro terus meningkatkan tiga motor pertumbuhannya, yaitu pertambangan batubara, jasa pertambangan dan logistik, dan ketenagalistrikan. 

PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) masih melanjutkan proses merger dengan PT Lafarge Cement Indonesia. Sebelumnya, pada akhir tahun lalu SMCB telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk pembelian seluruh saham milik Financiere Lafarge SA di Lafarge Cement Indonesia. Kedua perusahaan ini merupakan anak usaha dari Holcim Lafarge Ltd. Proses merger antara SMCB dengan LCI masih berjalan. Diharapkan dalam waktu dekat prosesnya dapat dirampungkan, pasalnya perjanjian jual beli bersyarat tersebut berlaku 90 hari sejak ditandatangani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar