Ipotnews - Sempat bergerak melemah di menit-menit akhir perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,1 persen di ujung trading. IHSG ke posisi 4510,46 poin (naik 4,68 poin).
Indeks LQ45 turun -0,40% ke posisi 782,92 poin. Jakarta Islamic Index (JII) turun -0,08% ke posisi 594,94 poin. Indeks IDX30 drop -0,64 ke level 408,35 poin. Indeks Sri Kehati melemah -0,71% ke posisi 264,58 poin. Indeks SMInfra 18 turun -0,70% ke level 311,74 poin.
Nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp3,965 triliun. Volume perdagangan sebanyak 2,796 miliar saham. Sementara itu pemodal asing lebih banyak melepas saham sehingg terjadi net sell senilai -Rp313 miliar.
Sektor:
Consumer naik 2,23%.
Agri -0,12%.
Manufaktur 1,27%.
Misc-ind -0,18%.
Mining -2,07%.
Infrastruktur -0,01%.
Trade -0,42%.
Finance -0,82%.
Properti -0,26%.
Basic-ind -0,88%.
Consumer naik 2,23%.
Agri -0,12%.
Manufaktur 1,27%.
Misc-ind -0,18%.
Mining -2,07%.
Infrastruktur -0,01%.
Trade -0,42%.
Finance -0,82%.
Properti -0,26%.
Basic-ind -0,88%.
Saham-saham sektor consumer melambung paling tinggi. Saham ICBP naik 2,8 persen. GGRM menguat 2,1 persen. KLBF naik 1,1 persen. UNVR naik 1,0 persen.
Sedangkan sektor mining tercatat turun paling buruk seiring harga minyak yang tertekan lagi. Saham ITMG turun -6,0 persen menempati posisi teratas Top 10 Losers LQ45. Saham INCO memelah -4,8 persen. PTBA turun -4,4 persen.
Nilai Tukar Rp/USD: Rupiah melemah -0,01% ke level Rp13.878 per dolar AS.
Bursa Asia:
Pasar saham China tumbang signifikan pada penutupan perdagangan hari Selasa (26/1) menjadi lokomotif pelemahan bagi pasar saham Asia. Tekanan terhadap harga minyak kembali terjadi karena. Pelaku pasar mengantisipasi keputusan moneter the Fed pada hari Kamis pekan ini.
Pasar saham China tumbang signifikan pada penutupan perdagangan hari Selasa (26/1) menjadi lokomotif pelemahan bagi pasar saham Asia. Tekanan terhadap harga minyak kembali terjadi karena. Pelaku pasar mengantisipasi keputusan moneter the Fed pada hari Kamis pekan ini.
Indeks saham Shanghai di China ke level terendah sejak Desember 2014. Kabar bahwa bank sentral China mengintervensi pasar dengan dana terbesar dalam 3 tahun terakhir pada sesi opening, gagal menjadi sentimen pendongkrak. Bank sentral China mengguyur dana 360 miliar yuan ke pasar finansial pada Selasa, mencoba untuk mendorong likuiditas menjelang libur Imlek.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) melemah -2,35% (-402,01 poin) ke posisi 16.708,90 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) drop -2,48% (-479,34 poin) ke level 18.860,80 poin.
Indeks Shanghai (China) turun -6,42% (-188,73 poin) ke posisi 2.749,79 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) melemah -1,45% (-37,49 poin) ke level 2.545,15 poin.
Indeks Hang Seng (Hong Kong) drop -2,48% (-479,34 poin) ke level 18.860,80 poin.
Indeks Shanghai (China) turun -6,42% (-188,73 poin) ke posisi 2.749,79 poin.
Indeks Strait Times (Singapura) melemah -1,45% (-37,49 poin) ke level 2.545,15 poin.
Bursa Eropa:
Indeks saham Eropa melemah pada sesi opening perdagangan hari Selasa (26/1) menyusul tekanan terhadap pasar saham di Asia dan Wall Street setelah harga minyak kembali tertekan.
Indeks saham Eropa melemah pada sesi opening perdagangan hari Selasa (26/1) menyusul tekanan terhadap pasar saham di Asia dan Wall Street setelah harga minyak kembali tertekan.
Indeks FTSE 100 (Inggris) turun -1,4% ke level 5.794,9 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) melemah -1,4% ke posisi 9.599,6 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) drop -1,7% ke level 4.238,9 poin.
Indeks DAX 30 (Jerman) melemah -1,4% ke posisi 9.599,6 poin.
Indeks CAC 40 (Perancis) drop -1,7% ke level 4.238,9 poin.
Oil:
Harga minyak lagi-lagi jatuh dan menguji level 30 USD per barel dipicu oleh kabar bahwa produksi minyak Irak per Desember akhir tahun lalu mencapai rekor dan setelah pernyataan Saudi Arabia yang berjanji untuk mempertahankan investasi di sektor energi.
Harga minyak lagi-lagi jatuh dan menguji level 30 USD per barel dipicu oleh kabar bahwa produksi minyak Irak per Desember akhir tahun lalu mencapai rekor dan setelah pernyataan Saudi Arabia yang berjanji untuk mempertahankan investasi di sektor energi.
Minyak jenis Brent turun 37 sen menjadi 30,13 USD per barel. Sedangkan jenis WTI turun 43 sen menjadi 29,91 USD per barel.
(afp/cnbc/awsj)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Summary__Bursa_Asia_Jebol__IHSG_Flat_di_Akhir_Sesi&level2=newsandopinion&id=4091236&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG3.jpg#.VqdOQtKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar