Kamis, Januari 7

Equity Update IPOT 07 Januari 2016

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin ditutup melemah cukup signifikan, Dow Jones melemah 252 poin (-1,47%) pada level 16.907, S&P turun 27 poin (-1,32%) pada level 1.990, sementara Nasdaq ditutup melemah 55 poin (-1,13%) pada level 4.836. Saham-saham Wall Street berakhir melemah terseret penurunan pada saham-saham energi seiring kembali melemahnya harga minyak dunia. Munculnya tanda-tanda masih berlanjutnya perlambatan ekonomi China juga turut menekan bursa AS mengingat Negara tersebut merupakan Negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia. Keberhasilan Korea Utara melakukan uji coba bom hidrogen turut memberikan sentiment negatif pada perdagangan kemarin. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, DAX melemah 96 poin (-0,93%) pada level 10.214, sementara FTSE melemah 64 poin (-1,05%) pada level 6.073. Pelemahan pada bursa saham eropa merespon tanda-tanda masih perbaikan ekonomi dunia yang masih akan menghadapi tantangan yang cukup berat, serta berlanjutnya pelemahan harga minyak dan beberapa komoditas dunia lainnya.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan pada mayoritas bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami pelemahan(di tutup di level Rp13.943 per USD), Aksi beli oleh investor asing mampu membuat IHSG berada di zona hijau disepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat cukup signifikan sebesar 51 poin (+1,12%) pada level 4.609. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 385M di pasar regular dan negosiasi. Sektor industri dasar dan barang konsumsi yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 13 poin (+3,25%) dan 62 poin (+3,08%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.



Seiring pelemahan pada bursa saham global  dan nilai tukar rupiah terhadap USD, di tengah penguatan cukup signifikan pada IHSG yang disertai mulai derasnya arus dana asing ke bursa membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.570 dan resistance 4.655. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INTP(Spec Buy), KLBF(Spec Buy), TLKM(SoS) dan JSMR(SoS). 


News Highlights

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mengusulkan dua proyek pembangunan Jalan Tol baru sebagai solusi memecah kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Usulan pertama berupa pembangunan ruas baru di samping ruas yang sudah ada, sementara usulan kedua adalah pembangnan ruas baru di atas ruas yang sudah ada. Bila telah disetujui, maka proses lelang Jalan Tol Cikampek II ini dapat segera ditindaklanjuti dan dimasukkan dalam program tahun 2016. Adapun dalam usulannya Jasa Marga menyampaikan bahwa Jalan Tol Jakarta-Cikampek II akan memiliki panjang sekitar 64 Km mengambil lokasi di sebelah jalan tol yang sudah ada. Estimasi awal nilai investasi kebutuhannya Rp 17T.

PT XL Axiata Tbk (EXCL) merencanakan untuk melakukan penjualan sebagian menara telekomunikasinya melalui proses lelang terbuka pada Januari 2016. Perseroan akan menggunakan dana hasil penjualan sebagian menara telekomunikasi tersebut untuk membayar sebagian utang-utang. Direksi perseroan akan menjalankan proses lelang terbuka yang terkait dengan rencana transaksi tersebut dan akan mengambil keputusan terkait berdasarkan persetujuan Dewan Komisaris.

PT Matahari Departement Store Tbk(LPPF) kembali menambah kepemilikan 4,4 juta saham dalam pemilik MatahariMall.com, yaitu PT Global Ecommerce Indonesia, senilai Rp 53,14M atau pada harga Rp12.065 per saham. Penyerapan saham tersebut merupakan hak opsi yang telah ditandatangani pada 15 Agustus 2015. Setelah pengambilan hak opsi, perseroan akan menguasai 5% dari modal disetor dan ditempatkan dalam GEI. Penyerapan hak opsi akan dilakukan oleh perseroan dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) masing-masing menjadi 5%. Perjanjian juga mengatur opsi untuk menambah kepemilikan MPPA dan LPPF hingga 10% dari total saham GEI.

PT Kalbe Farma Tbk. berencana mengalokasikan belanja modal hingga Rp1,5T pada 2016, jumlah itu naik dari capital expenditure (capex) pada 2015 yang ditargetkan mencapai Rp1T. Adapun untuk realisasi capex pada 2015 nilainya hanya menyentuh kisaran Rp900M. Target capex 2016 sepenuhnya akan bersumber dari kas internal perusahaan. Belanja modal pada 2016 itu sebagian besar akan dialokasikan untuk ekspansi pabrik farmasi, consumer health, serta distribusi.

PT Surya Semeta Internusa Tbk(SSIA) masih berminat untuk mengakuisisi 40% saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) milik Grup Rajawali dan Eagle Infrastructure untuk mendorong ekspansi bisnis jalan tol. Proses penjajakan akuisisi masih berlangsung. Perseroan akan menggandeng mitra dalam mengakuisisi Nusantara Infrastructure. Rajawali memiliki 21% saham Nusantara Infrastructure. Sedangkan Eagle Infrastructure memiliki 22,32% saham. SSIA juga menggandeng UEM Berhad untuk mengikuti tenderkonsesi tol Pandaan-Malang. Konsorsium Surya Semesta sejauh ini lolos tahap prakualifikasi bersama tujuh konsorsium lainnya.

PT Dwi Jaya Kemasindo Tbk (DAJK) tengah menjajaki penerbitan surat utang guna mendanai kebutuhan belanja modal tahun ini sebesar Rp800-900M. Perseroan juga menjajaki opsi pinjaman perbankan. Belanja modal tahun ini mayoritas akan terserap untuk pembangunan pabrik corrugated carbon di Subang, Jawa Barat. Perseroan akan mengeluarkan investasi sebesar Rp350-400M yang terdiri atas konstruksi pabrik sebesar Rp150M dan pembelian 2 line mesin senilai total Rp 200M. Selain itu, DAJK juga menganggarkan alokasi untuk mengakuisisi 70% saham perusahaan stationary packaging senilai Rp 220-225M. Perseroan juga menganggarkan modal kerja rutin sebesar Rp200-300M. DAJK memproyeksikan tahun ini pendapatan perseroan dapat tumbuh 30-35% dibandingkan estimasi pendapatan sepanjang 2015 sebesar Rp 1-1,1T.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar