Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan
kemarin
ditutup melemah cukup signifikan, Dow Jones melemah 252 poin (-1,47%) pada
level 16.907, S&P turun 27 poin (-1,32%) pada level 1.990, sementara Nasdaq
ditutup melemah 55 poin (-1,13%) pada level 4.836. Saham-saham Wall Street berakhir melemah terseret penurunan pada
saham-saham energi seiring kembali melemahnya harga minyak dunia. Munculnya
tanda-tanda masih berlanjutnya perlambatan ekonomi China juga turut menekan
bursa AS mengingat Negara tersebut merupakan Negara dengan perekonomian
terbesar kedua di dunia. Keberhasilan Korea Utara melakukan uji coba bom
hidrogen turut memberikan sentiment negatif pada perdagangan kemarin. Dari Eropa,
bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah cukup
signifikan, DAX melemah 96 poin (-0,93%) pada level 10.214, sementara FTSE
melemah 64 poin (-1,05%) pada level 6.073. Pelemahan pada bursa saham eropa
merespon tanda-tanda masih perbaikan ekonomi dunia yang masih akan menghadapi
tantangan yang cukup berat, serta berlanjutnya pelemahan harga minyak dan
beberapa komoditas dunia lainnya.
Indeks harga saham gabungan mengawali
perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari
penguatan pada mayoritas bursa saham global langsung direspon oleh pelaku
pasar. Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami pelemahan(di
tutup di level Rp13.943 per USD), Aksi beli oleh investor asing mampu membuat
IHSG berada di zona hijau disepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya
ditutup menguat cukup signifikan sebesar 51 poin (+1,12%) pada level 4.609.
Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 385M di pasar
regular dan negosiasi. Sektor
industri dasar dan barang konsumsi yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 13 poin (+3,25%) dan 62 poin (+3,08%) menjadi penopang utama
pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
Seiring pelemahan pada bursa saham global
dan nilai tukar rupiah terhadap USD, di tengah penguatan cukup signifikan pada
IHSG yang disertai mulai derasnya arus dana asing ke bursa membuat IHSG
berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan
bergerak pada rentang support 4.570 dan resistance 4.655. Pergerakan keluar
masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus
diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: INTP(Spec Buy), KLBF(Spec Buy),
TLKM(SoS) dan JSMR(SoS).
News Highlights
PT Jasa Marga (Persero)
Tbk (JSMR) mengusulkan dua proyek pembangunan Jalan Tol baru sebagai solusi
memecah kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Usulan pertama berupa
pembangunan ruas baru di samping ruas yang sudah ada, sementara usulan kedua
adalah pembangnan ruas baru di atas ruas yang sudah ada. Bila telah disetujui,
maka proses lelang Jalan Tol Cikampek II ini dapat segera ditindaklanjuti dan
dimasukkan dalam program tahun 2016. Adapun dalam usulannya Jasa Marga
menyampaikan bahwa Jalan Tol Jakarta-Cikampek II akan memiliki panjang sekitar
64 Km mengambil lokasi di sebelah jalan tol yang sudah ada. Estimasi awal nilai
investasi kebutuhannya Rp 17T.
PT XL Axiata Tbk (EXCL)
merencanakan untuk melakukan penjualan sebagian menara telekomunikasinya
melalui proses lelang terbuka pada Januari 2016. Perseroan akan menggunakan
dana hasil penjualan sebagian menara telekomunikasi tersebut untuk membayar
sebagian utang-utang. Direksi perseroan akan menjalankan proses lelang terbuka
yang terkait dengan rencana transaksi tersebut dan akan mengambil keputusan terkait
berdasarkan persetujuan Dewan Komisaris.
PT Matahari Departement
Store Tbk(LPPF) kembali menambah kepemilikan 4,4 juta saham dalam pemilik
MatahariMall.com, yaitu PT Global Ecommerce Indonesia, senilai Rp 53,14M atau
pada harga Rp12.065 per saham. Penyerapan saham tersebut merupakan hak opsi
yang telah ditandatangani pada 15 Agustus 2015. Setelah pengambilan hak opsi,
perseroan akan menguasai 5% dari modal disetor dan ditempatkan dalam GEI.
Penyerapan hak opsi akan dilakukan oleh perseroan dan PT Matahari Putra Prima
Tbk (MPPA) masing-masing menjadi 5%. Perjanjian juga mengatur opsi untuk
menambah kepemilikan MPPA dan LPPF hingga 10% dari total saham GEI.
PT Kalbe Farma Tbk.
berencana mengalokasikan belanja modal hingga Rp1,5T pada 2016, jumlah itu naik
dari capital expenditure (capex) pada 2015 yang ditargetkan mencapai Rp1T.
Adapun untuk realisasi capex pada 2015 nilainya hanya menyentuh kisaran Rp900M.
Target capex 2016 sepenuhnya akan bersumber dari kas internal perusahaan.
Belanja modal pada 2016 itu sebagian besar akan dialokasikan untuk ekspansi
pabrik farmasi, consumer health, serta distribusi.
PT Surya Semeta Internusa
Tbk(SSIA) masih berminat untuk mengakuisisi 40% saham PT Nusantara
Infrastructure Tbk (META) milik Grup Rajawali dan Eagle Infrastructure untuk
mendorong ekspansi bisnis jalan tol. Proses penjajakan akuisisi masih
berlangsung. Perseroan akan menggandeng mitra dalam mengakuisisi Nusantara
Infrastructure. Rajawali memiliki 21% saham Nusantara Infrastructure. Sedangkan
Eagle Infrastructure memiliki 22,32% saham. SSIA juga menggandeng UEM Berhad
untuk mengikuti tenderkonsesi tol Pandaan-Malang. Konsorsium Surya Semesta
sejauh ini lolos tahap prakualifikasi bersama tujuh konsorsium lainnya.
PT Dwi Jaya Kemasindo Tbk (DAJK) tengah menjajaki penerbitan
surat utang guna mendanai kebutuhan belanja modal tahun ini sebesar Rp800-900M.
Perseroan juga menjajaki opsi pinjaman perbankan. Belanja modal tahun ini
mayoritas akan terserap untuk pembangunan pabrik corrugated carbon di Subang,
Jawa Barat. Perseroan akan mengeluarkan investasi sebesar Rp350-400M yang
terdiri atas konstruksi pabrik sebesar Rp150M dan pembelian 2 line mesin
senilai total Rp 200M. Selain itu, DAJK juga menganggarkan alokasi untuk
mengakuisisi 70% saham perusahaan stationary packaging senilai Rp 220-225M.
Perseroan juga menganggarkan modal kerja rutin sebesar Rp200-300M. DAJK
memproyeksikan tahun ini pendapatan perseroan dapat tumbuh 30-35% dibandingkan
estimasi pendapatan sepanjang 2015 sebesar Rp 1-1,1T.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar