Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin ditutup menguat tipis, Dow Jones menguat 10 poin (+0,06%) pada level 17.159, S&P naik 4 poin (+0,22%) pada level 2.017, sementara Nasdaq ditutup melemah 12 poin (-0,25%) pada level 4.891. Saham-saham Wall Street secara mayoritas berakhir menguat setelah melalui perjalanan yang cukup berat pada perdagangan kemarin. Penguatan yang terjadi kemarin mengakhiri pelemahan 2 hari sebelumnya. Menguatnya bursa saham Wall Street merespon keputusan China yang melakukan intervensi terhadap pasar keuangan mereka. Pemerintah China kemarin menggelontorkan sekitar 130M Yuan (US$20M). Namun, pergerakan harga minyak dunia masih menjadi perhatian tersendiri bagi pelaku pasar. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat, DAX menguat 27 poin (+0,26%) pada level 10.310, sementara FTSE menguat 44 poin (+0,72%) pada level 6.137. Penguatan pada bursa saham eropa mengakhiri pelemahan signifikan di perdagangan hari sebelumnya. Perekonomian China dan harga minyak dunia menjadi fokus investor pada perdagangan kemarin.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari pembukaan perdaganagn di bursa saham asia yang tidak seburuk yang diperkirakan langsung direspon oleh pelaku pasar. Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.892 per USD) dan Aksi beli oleh investor asing mampu membuat IHSG berada di zona hijau disepanjang perdagangan kemarin. HSG akhirnya ditutup menguat cukup signifikan sebesar 32 poin (+0,70%) pada level 4.558. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 72,9M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya sektor perdagangan yang mengalami pelemahan. Sektor aneka industri dan pertanian yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 31 poin (+2,98%) dan 34 poin (+2,06%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.

Seiring penguatan pada mayoritas bursa saham gobal, penguatan yang terjadi pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD diperdagangan kemarin, serta mulai masuknya aliran dana asing ke bursa membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.520 dan resistance 4.590. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ADHI(Spec Buy), AALI(Spec Buy), WTON(Spec Buy) dan ASII(Spec Buy).
News Highlights
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 1,1T untuk tahun 2016 ini. Belanja modal tersebut terdiri atas investasi aset tetap sebesar Rp 404,5M, capex tersebut di dalamnya termasuk investasi aset tetap untuk bisnis hotel sebesar Rp 280M, dan penyertaan pada berbagai proyek investasi sebesar Rp750M. Sepanjang tahun 2016 ADHI ini menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 25,1T. Di mana 75,1%-nya akan berasal dari bisnis konstruksi. Dilihat dari sumber dana, rencana perolehan kontrak baru ADHI terdiri atas APBN 27,9%, APBD 9,3%, BUMN/D 25,7% dan proyek swasta/ lainnya sebesar 37,1%. Sedangkan dari tipe pekerjaan, target perolehan kontrak baru tersebut berasal dari pekerjaan gedung 45,3%, Jalan dan Jembatan 21,3%, Dermaga 4,9%, dan infrastruktur lainnya 28,5%. Perseroan menargetkan laba bersih di tahun bershio monyet api ini mencapai Rp 750M.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melampaui target pendapatan sebesar Rp 100T pada 2015, meningkat dibandingkan realisasi 2014 yang sebesar Rp 89,7T. Tahun ini, perseroan akan mempertahankan kinerja dengan meningkatkan bisnis digital. Anak usaha TLKM, Telkomsel tetap menjadi kontributor terbesar pendapatan perseroan. TLKM tetap berusaha tumbuh di atas rata-rata industri telekomunikasi atau di atas 9% pada tahun ini. Untuk memperbesar bisnis secara anorganik, perseroan tengah menjajaki peluang akuisisi terhadap perusahaan, utamanya pada sektor digital di negara kawasan Asia Pasifik.
Wika Beton Tbk (WTON) membukukan kontrak baru sepanjang tahun 2015 sebesar Rp3,5T atau 34,62% lebih tinggi dari perolehan tahun 2014 yang sebesar Rp2,6T. Pencapaian ini melebihi proyeksi kontrak baru tahun 2015 sekitar Rp3,2T. Pada triwulan IV 2015 WTON berkontribusi pada mega proyek jalur kereta api Trans Sumatera, dimana WTON menyuplai pracetak bantalan jalan rel tersebut sepanjang kurang lebih 140 km dari Banda Aceh – Sumatera Utara – Duri, Dumai. WTON menargetkan kontrak baru pada tahun 2016 di kisaran Rp4T dengan carry over sebesar Rp1,7T.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) siap berekspansi. Sepanjang tahun 2016, pengembang properti ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 2,7T. SMRA akan menggunakan dana itu untuk menyiapkan proyek baru, melanjutkan proyek properti dan membangun infrastruktur.
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menganggarkan dana belanja modal atau capital expendicture (capex) sebesar Rp1,3 triliun di 2016. Dana belanja modal pada tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya mencapai Rp700 miliar. Dari dana belanja modal sebesar Rp1,3 triliun maka sebanyak Rp600 miliar akan digunakan untuk membeli lahan industri di Subang, Jawa Barat. Rencananya, lahan yang akan dibeli seluas 300 hektare (ha). Sisa dana belanja modal itu akan dianggarkan untuk konstruksi proyek-proyek yang sedang dan akan berjalan seperti hotel dan office tower.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menambah 23 pesawat pada tahun 2016 yaitu Garuda wide body 6, dan 9 ATR, serta 8 Boeing 320 untuk Citilink. Pesawat-pesawat tersebut akan menambah armada Garuda Indonesia dan Citilink. Untuk wide body, rencananya Garuda akan mendatangkan 5 Airbus 330 pada tahun 2016 serta 1 B777 yang didatangkan pada Januari 2016. Dengan adanya armada baru tersebut, perseroan memproyeksikan pertumbuhan penumpang naik 8%-10% di tahun 2016 atau mengalami penurunan dibandingkan 2015 yang tumbuh 20% dari tahun sebelumnya. Proyeksi kenaikan jumlah penumpang 10% pada 2016 itu adalah proyeksi konservatif. Sebab berbagai maskapai saat ini mulai memperlebar ekspansi bisnis ke negara-negara Asia-Pasifik.
Pemerintah akan kembali memberikan fasilitas pajak untuk produk dana investasi real estate (DIRE) berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK). Setelah menghapus pajak berganda, pemerintah akan mengenakan pajak penghasilan (PPh) final sebesar 1% atas keuntungan dari pengalihan harta alias capital gain untuk produk yang dikenal dengan nama Real Estate Investment Trusts (Reits) ini. Saat ini, pajak atas capital gain dikenakan tarif umum, yakni sebesar 5%. Batas waktu keringanan pajak adalah lima tahun dari dibentuknya kontrak investasi kolektif (KIK) atau special purpose company (SPC) penerbit DIRE berbentuk KIK. Setelah lima tahun akan kembali diberlakukan tarif normal.
-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar