Senin, Januari 4

Equity Update 4 Januari 2016

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir tahun lalu ditutup melemah cukup signifikan, Dow Jones melemah 179 poin (-1,02%) pada level 17.425, S&P turun 19 poin (-0,94%) pada level 2.044 dan Nasdaq ditutup melemah 59 poin (-1,16%) pada level 5.007. Saham-saham Wall Street berakhir melemah setelah pelaku pasar melakukan aksi jual di hari terakhir perdagangan tahun lalu. Sebagian pihak mengatakan aksi jual tersebut dilakukan guna merealisasikan kerugian dengan tujuan perpajakan. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan akhir tahun lalu dengan ditutup melemah, DAX melemah 117 poin (-1,08%) pada level 10.743, sementara FTSE melemah 32 poin (-0,51%) pada level 6.242.

Pelemahan pada bursa saham eropa tertekan oleh kecemasan akan perlambatan pereonomian global yang kembali muncul di akhir tahun. Namun, stimulus agresif yang diberikan oleh ECB mampu membantu perjalanan indeks bursa saham eropa ditahun ini.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan akhir tahun lalu langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan pada mayoritas bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar.
Meskipun Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.830 per USD) dan aksi jual oleh investor asing sedikit menghambat laju pergerakan IHSG di perdagangan akhir tahun lalu. Namun aksi beli oleh para investor domestik menyambut perdagangan hari terakhir di tahun 2015 mampu membuat IHSG tetap bertahan di zona hijau. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 24 poin (+0,52%) pada level 4.593. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 114,7M di pasar regular dan negosiasi. Sektor pertanian dan perdagangan yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 88 poin (+5,42%) dan 20 poin (+2,42%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan hari terakhir ditahun 2015.

 equity4

Seiring pelemahan cukup signifikan pada mayoritas bursa saham gobal dan pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap USD serta kembali derasnya arus keluar dana asing, ditengah penguatan yang terjadi pada IHSG diperdagangan akhir tahun lalu membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.565 dan resistance 4.615. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  WSKT(Spec Buy), ADHI(Spec Buy), BJBR(BoW) dan SMGR(SoS).
                                                                               
News Highlights
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) gagal mencapai target kontrak baru pada tahun lalu. Pasalnya, hingga akhir Desember 2015, WIKA hanya mendapatkan kontrak baru senilai Rp 23T. Hal ini masih jauh dibawah target yang mencapai Rp 31,6T. Dengan capaian tersebut, WIKA meraih pendapatan Rp 14T pada tahun lalu. potensi pertumbuhan pada tahun depan akan berada di kisaran 23%. Emiten konstruksi pelat merah ini juga akan mendorong anak usahanya untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) pada awal tahun ini.

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) tahun ini menargetkan pertumbuhan sebesar 42,5% dibandingkan tahun lalu. Adapun strategi untuk meraih pertumbuhan antara lain dengan melakukan ekspansi secara gencar. TPS Food juga sudah memetakan target pertumbuhan pada masing-masing divisi pada awal 2016 ini. Untuk divisi makanan (food), misalnya, ditargetkan naik sekitar 50% menjadi sekitar Rp 3,1T; beras (rice) naik sekitar 39% menjadi sekitar Rp 5,4T; sedangkan palm oil naik sekitar 53% menjadi sekitar Rp 200M. Adapun untuk mendukung target tersebut, perusahaan akan menggelontorkan belanja modal tahun depan untuk makanan sebesar Rp 309M, beras Rp 517M, dan palm oil Rp 387M. Selain itu, AISA juga sedang berekspansi dengan melakukan pembangunan dua gudang beras baru.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berencana melakukan penambahan pabrik baru di dua perkebunan sawit yang baru diakuisisi pada kuartal IV 2015. SSMS telah mengakuisisi 100% saham PT Menteng Kencana Mas di Pulau Pisang, Kalimantan Tengah pada November senilai USD35 juta itu. SSMS juga mengakuisisi seluruh saham PT Mirza Pratama Putra di Nanga Bulik, Kalimantan Tengah pada Desember senilai USD15 juta.

PT Sentul City Tbk (BKSL) optimistis, bisnis properti tahun 2016 akan tumbuh lebih baik ketimbang tahun 2015. Oleh karena itu, Sentul City menargetkan marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 1,5T. Pra penjualan BKSL tahun 2016 akan berasal dari proyek landed house (rumah tapak) dan high rise building dengan porsi masing-masing 50%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan, aturan Kontrak Investasi Kolektif melalui Dana Investasi Real Estat (DIRE) bergulir di kuartal I 2016. OJK menerbitkan aturan DIRE demi memperkuat pasar modal. Kementerian Keuangan tengah merampungkan aturan perpajakan tentang DIRE. sebetulnya aturan tentang DIRE sudah selesai. Namun, ada beberapa poin di aturan itu yang direvisi agar mengakomodasi kepentingan berbagai pihak, baik dari sisi investor maupun pengembang. Sebelumnya, pemerintah telah merilis aturan KIK DIRE melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 200 Tahun 2015 yang menghapuskan pengenaan pajak berganda. Meski sudah dihapus, belum ada perusahaan yang tertarik merilis DIRE. Alasannya, di aturan yang terbit 10 November 2015 itu, pengembang masih terkena pajak keuntungan pengalihan aset (capital gain) sebesar 25%. pemerintah memutuskan kembali merevisi aturan DIRE agar mengakomodasi kepentingan pengembang sebagai pihak yang akan menjual aset ke DIRE. Rencananya, pemerintah akan memberikan diskon pajak penghasilan (PPh) menjadi di bawah 5%.

-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar