Market Review
Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangankemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, Dow Jones melemah 223 poin (-1,38%) pada level 15.944, S&P turun 21 poin (-1,08%) pada level 1.883 dan Nasdaq ditutup melemah 100 poin (-2,18%) pada level 4.468. Pelemahan pada indeks di bursa saham Wall Street merespon pernyataan Federal Reserve mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dimungkinkan pada tahun ini meskipun ketidakpastian ekonomi telah mengguncang pasar. Pada FOMC kemarin The Fed mengatakan pertumbuhan ekonomi AS melambat akhir tahun lalu dan mengisyaratkan lebih khawatir tentang pelemahan ekonomi global, sehingga pihaknya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (FFR). Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat, DAX menguat 58 poin (+0,59%) pada level 9.881, sementara FTSE menguat 79 poin (+1,33%) pada level 5.990. Indeks di bursa saham eropa mengawali perdagangan dengan melemah. Namun, penguatan yang terjadi pada harga minyak dunia mampu membuat saham-saham sektor energi mengalami kenaikan sehingga membawa indeks perlahan menuju kezona hijau hingga akhirnya ditutup menguat.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan cukup signifikanpada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.876 per USD) turut memberikan sentiment positif pada perdagangan kemarin. Penguatan pada mayoritas bursa saham asia dan pembukaan perdagangan bursa saham eropa serta aksi beli oleh investor asing membuat IHSG berada di zona hijau di sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat cukup signifikan sebesar 73 poin (+1,62%) pada level 4.584. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 87,8M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhir perdagangan di zona hijau. Sektor barang konsumsi dan Pertanian yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 91 poin (+4,27%) dan 49 Poin (+2,95%) menjadi penopang utama pergerakan ISHG pada perdagangan kemarin.

Seiring bervariasinya pergerakan pada bursa saham gobal dan pelemahan tipis di awal perdagagan indeks di bursa saham Asia ditengah penguatan cukup signifikan pada IHSG dan penguatan tipis pada nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.525 dan resistance 4.640. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SMGR(Spec Buy), INDF(Spec Buy), ASII(Sell) dan UNVR(SoS).
News Highlights
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengatakan bahwa laba bersih sepanjang tahun 2015 diperkirakan hanya akan tumbuh dalam kisaran satu digit dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Rencananya Bank Mandiri akan melaporkan kinerja keuangan tahun 2015 pada Februari mendatang. BMRI telah menaikan provisi guna kemungkinan terjadinya kredit macet. Seperti diketahui bank terbesar di Indonesia berdasarkan asetnya ini pada tahun 2014 lalu meraih laba Rp19,9T atau naik 9,2%.
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan penjualan sepanjang tahun lalu hanya mencatatkan penjualan 25,97 juta ton atau turun 0,7% dibandingkan tahun 2014 yang mencatat 26,155 juta ton. Dari capaian tersebut, praktis hanya anak usaha Semen Tonasa yang mencatatkan peningkatan penjualan sedangkan Semen Indonesia mengalami stagnasi dan penjualan Semen Padang turun. Secara total penjualan SMGR tahun lalu mencatatkan peningkatan 0,4% dibandingkan periode sebelumnya. Tahun 2015, periode Januari hingga Desember, SMGR mencatatkan penjualan 26,45 juta ton meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan penjualan sebesar 26,35 juta ton.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendapat kepercayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk menampung dana pungutan atas ekspor komoditas sawit dan produk turunannya yang kemudian dihimpun sebagai Dana Sawit. Sokongan BNI terhadap pengelolaan perkebunan kelapa sawit juga ditunjukan melalui dukungannya pada acara Pertemuan Nasional Sawit Indonesia Tahun 2016 yang digelar BPDPKS di Gedung Dhanapala Jakarta, Rabu (27 Januari 2016). Animo para eksportir komoditas sawit dan produk turunannya untuk menyetorkan Dana Sawit melalui BNI cukup tinggi karena didorong oleh berbagai kemudahan yang disiapkan BNI. Kemudahan yang diberikan BNI antara lain adalah dengan mengubah proses pembayaran dari manual menjadi elektronik atau melalui mekanisme e-payment BNI yang terintegrasi secara real-time dengan sistem BPDPKS.
PT United Tractors Tbk (UNTR) bersama perusahaan asal Jepang, Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co Inc, menargetkan mampu memulai konstruksi pembangkit listrik 2.000 MW di Jawa Tengah paling lambat April 2016. UNTR akan memiliki kepemilikan minoritas dalam proyek tersebut. Total proyek ini bernilai sekitar 500 miliar yen, atau setara USD4,2 miliar. Dengan demikian, nilai proyek bernama Tanjung Jati B Pembangkit Tenaga Listrik Batubara unit 5 & 6 ini sekitar Rp58,75T. Proyek Tanjung Jati 5 & 6 yang memiliki kapasitas masing-masing 1.000 MW diperkirakan membutuhkan tenaga batubara sebanyak 7 juta ton per tahun. Pembangkit listrik ini diperkirakan dapat beroperasi pada 2019.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tidak berhasil mecapai target penjualan tahun 2015 karena adanya perlambatan ekonomi. Penjualan yang yang ditargetkan Rp7,5Tdan hanya terealisasi sebesar Rp6,8T. Meski demikian pencapaian pendapatan pra penjualan atau marketing salestahun 2015 tumbuh 3,83% dibandingkan periode 2014 sebesar Rp 6,5T. Sebanyak 70,1% pendapatan perseroan disumbang dari penjualan properti di kawasan BSD City, Serpong, serta dari Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, Taman Banjar Wijaya, dan Grand City Balikpapan. Pendapatan dari penjualan properti residensial mencapai Rp4,4 triliun atau melampaui target sebesar Rp4,2 triliun. Sementara penjualan properti di segmen komersial tercatat Rp2,4 triliun. Tahun 2016, perseroan masih akan melanjutkan pengembangan proyek residensial maupun komersial.
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menambah jaminan yang diberikan atas pinjaman perseroan dan anak usahanya dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Penambahan dilakukan dengan menandatangani Akta Pemberian Hak Tanggungan Peringkat III sebesar Rp306,286M atas sebidang tanah HGB No.2253 Kelapa Gading Timur dan Akta Pemberian Hak Tanggungan Peringkat IV sebesar Rp183,771 miliar atas sebidang tanah HGB Nomor 2255/Kelapa Gading Timur. Sedangkan agunan yang ditarik adalah HGB Nomor 2256/Kelapa Gading Timur dan HGB Nomor 932/Kelapa Gading Timur. Perubahan Akta itu dilakukan pada 22 Januari 2016 yang dibuat dihadapan Dewi Himajati Tandika SH.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar