Selasa, Januari 26

Equity Update 26 Januari 2016

Market Review
Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, Dow Jones melemah 209 poin (-1,30%) pada level 16.094, S&P turun 30 poin (-1,57%) pada level 1.877 dan Nasdaq ditutup melemah 73 poin (-1,59%) pada level 4.518. Saham-saham Wall Street dibuka datar seiring bervariasinya pergerakan pada pasar equitas global. Namun, pelemahan yang kembali terjadi pada harga minyak dunia membuat pelaku pasar melakukan aksi jual terhadap saham-saham sektor energi. Penurunan pada saham-saham sektor energi berhasil memimpin pelemahan pada indeks di bursa saham Wall Street. Meskipun aksi jual terjadi di bursa saham Wall Street, beberapa saham tetap mampu mengalami penguatan salah satunya saham McDonald’s Corp yang naik setelah kinerja mereka berhasil melampaui estimasi analis. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah tipis, DAX melemah 29 poin (-0,30%) pada level 9.736, sementara FTSE melemah 23 poin (-0,39%) pada level 5.877. Pelemahan yang terjadi di bursa saham eropa merespon kembali melemahnya harga minyak dunia. Pelemahan pada harga minyak dunia ini menekan saham-saham yang ada di sektor energi.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan signifikan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Pelemahan tipis pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.863 per USD) tidak terlalu medapatkan respon negatif dari pelaku pasar. Penguatan pada bursa saham asia dan aksi beli oleh investor asing membuat IHSG berada di zona hijau sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat cukup signifikan sebesar 49 poin (+1,10%) pada level 4.506. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 370M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona hijau. Sektor aneka industri dan barang konsumsi yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 32 poin (+3,13%) dan 27 poin (+1,31%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
equity26
Seiring pelemahan pada bursa saham gobal dan nilai tukar rupiah terhadap USD, ditengah penguatan cukup signifikan yang terjadi pada IHSG dan masuknya dana investor asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.470 dan resistance 4.540. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  INTP(Spec Buy), KAEF(Spec Buy), AKRA(BoW) dan ASII(SoS). 

News Highlights
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tengah merestrukturisasi kredit bermasalah senilai Rp9 triliun milik 700 debitor menengah. Dalam tempo 6-9 bulan, kredit perusahaan-perusahaan tersebut diyakini akan kembali lancar. Tingkat keberhasilan restrukturisasi kredit diperkirakan mencapai di atas 80%. Dari total kredit Rp9 triliun milik 700 debitor tersebut, saat ini tercatat senilai Rp 2T sudah naik kelas. Yang semula kolektibilitasnya berada di level 4 (diragukan), kini sudah membaik ke level 2 (dalam perhatian khusus). Bila pada semester I-2015, laba bersih turun sekitar 50% YoY, keseluruhan tahun 2015 kemungkinan hanya turun sekitar 15% dibanding 2014.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menjajaki penerbitan surat utang senilai Rp5 triliun sebagai salah satu sumber pendanaan pada 2016. Rencana tersebut masih akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan perusahaan tahun ini. Adapun, penerbitan akan dilakukan secara bertahap dengan target tahun ini sebesar Rp2T. Selain obligasi, sumber pendanaan perusahaan lainnya berasal dari rencana penawaran umum (IPO) saham anak usaha, PT Waskita Beton Precast dengan target perolehan dana sebesar Rp3,5T- Rp4T.
PT PP Properti Tbk (PPRO) akan akan terus memperluas ekspansinya. Setelah sibuk mengembangkan bisnis di Jabodetabek, Semarang dan Surabaya, anak usaha PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) ini akan ekspansi ke Bandung. PPRO berencana mengembangkan kawasan mixed use yang terdiri dari apartemen, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan hotel di lahan seluas sekitar 20 hektare (ha) di Bandung Selatan. ekpansi tersebut akan dilakukan melalui kerjasama joint venture dengan pemilik lahan. Saat ini, perseroan masih dalam proses negosiasi pembentukan perusahaan patungan.
PT United Tractors Tbk (UNTR) memproyeksikan penurunan 10% produksi batubara dan penurunan 15% overburden anak usaha PT Pamapersada Nusantara. Manajemen UNTR memutuskan memangkas target, setelah berdiskusi dengan para klien dan pemilik tambang. Saat ini, semua klien UNTR lebih berhati-hati dalam mencermati penurunan harga batubara. Target penurunan produksi 10% dianggap tepat. UNTR juga menurunkan target penjualan alat berat dari 2.100 unit pada tahun lalu menjadi 2.000 unit pada tahun ini. Maklum, prospek bisnis batubara belum menunjukkan perbaikan. Harga batubara sekarang hanya US$ 46-US$ 47 per ton. Jika ditanya para ahli, prediksi mereka juga beda-beda. Tapi secara umum, orang masih waspada dan hati-hati.
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan marketing sales atau pra-penjualan lahan industri seluas 30 hektare (ha). Jumlah tersebut naik 41% dari pencapaian tahun lalu yakni sekitar 21,2 ha. Marketing sales tersebut masih akan mengandalkan kawasan industri Karawang. Sementara untuk kawasan industri Subang, Jawa Barat baru akan di pasarkan tahun 2017.
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) terus berekspansi. Sepanjang tahun 2016, anak usaha Grup Lippo itu siap mengoperasikan tujuh rumah sakit baru. Di awal tahun ini, SILO telah mengoperasikan satu rumahsakit baru di Labuhan Bajo Nusa tenggara Timur. Ekspansi di Labuhan Bajo ini menjadi rumahsakit ke-21 SILO. Sementara rumah sakit lain yang dijadwalkan beroperasi pada tahun ini adalah Siloam Yogyakarta dan Siloam Buton (Bau-bau). Kedua rumahsakit itu tengah menunggu perizinan. Di luar ketiga rumahsakit tersebut, SILO tengah membangun sembilan rumahsakit yakni di Sorong, Bogor, Jember, Bangka Belitung, Lubuk Linggau, Semarang Srondol, Ambon, Panakkukang Makassar, Bandung dan Cempaka Putih.
Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin merilis daftar jajaran saham-saham terlikuid yang tergabung dalam indeks LQ-45. Mulai Februari mendatang, jajaran saham-saham terlikuid yang masuk dalam indeks LQ-45 mengalami perubahan. Tiga penguni lama didepak dan digantikan dengan tiga emiten yang baru. Racikan terbaru Indeks LQ-45 dari Bursa Efek Indonesia (BEI) ini memasukkan tiga penghuni baru yakni PT Hanson International Tbk (MYRX), PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Tiga pendatang baru tersebut menggantikan tiga emiten yang terdepak yakni PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).  Racikan terbaru indeks LQ-45 berlaku selama enam bulan yakni mulai Februari hingga Juli 2016.

-----------------------------------

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar