Kamis, Januari 21

Equity Update 21 Januari 2016

Market Review
Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan di tutup melemah cukup signifikan, Dow Jones melemah 249 poin (-1,55%) pada level 15.767, S&P melemah 22 poin (-1,19%) pada level 1.859, sementara Nasdaq berakhir melemah 5 poin (-0,11%) pada level 4.472. Indeks di bursa saham Wall Street mengawali perdagangan dengan melemah signifikan mengikuti pelemahan signifikan pada pasar equitas global lainnya. Pelemahan harga minyak dunia ke level terendah dalam 12 tahun. Pelemahan yang terjadi kemarin membuat indeks berada di posisi terendah dalam 21 bulan terakhir. Setelah terjadi aksi jual besar-besaran, menjelang penutupan indeks kembali berupaya untuk menguat. Meskipun sudah jauh meninggalkan posisi terendah di perdagangan kemarin, indeks tetap di tutup di zona merah. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah signifikan, DAX melemah 272 poin (-2,82%) pada level 9.392, sementara FTSE melemah 203 poin (-3,45%) pada level 5.674. Pelemahan di bursa saham eropa mengikuti pelemahan signifikan pada indeks bursa saham asia. Fokus pelaku pasar masih tertuju pada kembali melemahnya harga minyak dunia serta masih tingginya kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi global.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan cukup signifikan pada bursa saham asia langsung direspon oleh pelaku pasar. Pelmahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.964 per USD) dan aksi jual oleh investor asing serta pelemahan signifikan di awal perdagangan pada bursa saham eropa membuat IHSG mengakhiri perdagangan di zona merah. IHSG akhirnya ditutup melemah cukup signifikan 64 poin (-1,42%) pada level 4.428. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 276,6M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona merah. Sektor properti dan aneka industri yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 11 poin (-2,31%) dan 23 poin (-2,26%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
equity21
Seiring pelemahan yang terjadi pada bursa saham global dan pelemahan cukup signifikan pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin serta derasnya aksi jual oleh investor asing di bursa ditengah penguatan pada pembukaan perdagangn membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.380 dan resistance 4.480. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  BMRI(Spec Buy), TLKM(BoW), INDF(BoW), BBRI(Spec Sell).

News Highlights
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), di sepanjang tahun ini mengincar angka pendapatan sebesar Rp20,05T. Pada tahun ini, diperkirakan sebagian besar pendapatan perseroan akan diperoleh dari lini bisnis konstruksi. Lini bisnis konstruksi kontribusinya akan sebesar 57,5%, dari bisnis engineering, procurement, and construction (EPC) 5,8%, bisnis properti 8,4%, dan bisnis precast 6,7% serta dari kontribusi proyek LRT sebesar 21,6%. Dilihat dari sumber dana, rencana perolehan kontrak baru perseroan terdiri atas APBN 27,9%, APBD 9,3%, BUMN/D 25,7% dan proyek swasta/ lainnya sebesar 37,1%. Dari tipe pekerjaan, target perolehan kontrak baru tersebut berasal dari pekerjaan gedung 45,3%, Jalan dan Jembatan 21,3%, Dermaga 4,9%, dan infrastruktur lainnya 28,5%.
PT Jasa Marga Tbk mengakui gagal mencapai target pendapatan 2015 sebesar Rp7,92T (di luar pendapatan konstruksi) karena adanya pelemahan ekonomi dan beberapa peristiwa penting yang berpengaruh terhadap kinerja perseroan pada tahun itu. Namun, jumlah trafik yang melintas di seluruh jalan tol yang dioperasikan BUMN ini pada 2015 relatif meningkat menjadi 1,4M kendaraan dengan rata-rata pertumbuhan konsolidasi dibanding 2014 sebesar 4,5%.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memperbesar porsi bisnis tol di samping bisnis konstruksi dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla dalam pembangunan tol trans Jawa dan Sumatera dan karena besarnya potensi nilai bisnis di sektor infrastruktur. Namun untuk bisnis ini perseroan memilih menjadi investor dibandingkan kontraktor di tahun 2018. WSKT akan fokus menjadi investor tol pada tahun 2018. WSKT menaksir total aset per akhir 2018 mencapai Rp100T, di mana Rp70T di antaranya akan difokuskan pada investasi tol, dan sisanya konstruksi. Peningkatan asset tersebut diperoleh dari IPO anak usahanya yaitu PT Waskita Beton Precast yang akan dilaksanakan pada kuartal III 2016 senilai Rp4T. Selain itu dari emisi saham secara strategik PT Waskita Toll Road sekitar Rp6T pada tahun 2017, right issue pada tahun 2017 sekitar Rp5T – Rp10T, laba dari Toll Road dalam 3 tahun ke depan sekitar Rp31T serta utang sekitar Rp62T. Sehingga total sekitar Rp93T atau secara total aset mendekati Rp100T per akhir tahun 2018.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) hanya berhasil mencatatkan marketing sales atau pra penjualan sebesar Rp 6,8T. Itu artinya perseroan hanya mampu merealisasikan 90% target marketing sales yang dipatok tahun lalu yakni Rp 7,5T. Kendati tak mencapai target, pencapaian pra penjualan emiten properti grup Sinarmas ini masih tercatat tumbuh sebesar 3,8% dibanding dengan pencapaian pada tahun 2014 yakni Rp 6,5T.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) kembali berencana untuk menerbitkan obligasi global senilai USD420 juta atau setara dengan Rp5,8T (kurs Rp13.900/USD) untuk refinancing, setelah ditunda tahun lalu. Perusahaan telah mendapatkan restu untuk menerbitkan surat utang global dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tahun lalu. Adapun, perusahaan tetap memperhitungkan kondisi pasar obligasi di pasar internasional. Bila belum kondusif, SRIL akan membayar pinjaman dengan kas internal. Adapun, porsi refinancing adalah USD320 juta di mana USD270 juta dipakai untuk menukar notes yang dimiliki Golden Legacy Pte Ltd.
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) melalui manajemennya membantah terkait rumor PT Golden Plantation Tbk (GOLL) default, Pihak AISA sedang menyelidiki darimana asal rumor tersebut. Terkait pelepasan GOLL, AISA masih berusaha menjualnya tetapi masih sulit mengingat kondisi CPO, akan tetapi AISA tetap berusaha melepas GOLL dengan skema pembagian dividen saham AISA agar utang GOLL terlepas dari konsolidasi AISA.
Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) akan menaikkan harga jual lahan industri tahun ini sebesar 10-15%. Dengan demikian, harga jual maksimal lahan industri perseroan mencapai Rp3,45 juta per meter persegi. Terkait ekspansi, KIJA masih akan fokus menggarap proyek eksisting yang berada di kawasan industri Cikarang. Selain itu, kawasan industri Kendal yang telah mulai dibangun infrastrukturnya tahun ini yang dimulai dengan akses jalan.
Presiden Joko Widodo akan meletakkan batu pertama (ground breaking) proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, pada Kamis (21/1) siang. Peletakan batu pertama dilakukan di KM 95 Walini, Bandung Barat, Jawa Barat. Izin dari Kementerian Perhubungan serta Kementerian Lingkungan Hidupdan Kedutanan telah diperoleh, Izin pembangunan dari gubernur, bupati dan wali kota yang daerahnya dilintasi jalur kereta tersebut juga telah diselesaikan. Pramono memastikan amdal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung juga telah diselesaikan.

-----------------------------------

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar