Selasa, Januari 19

Equity Update 19 Januari 2016

Market Review
Indeks di bursa saham Wall Street tidak menjalani perdagangan di hari kemarin, liburnya bursa saham AS dalam rangka memperingati hari ulang tahun dan jasa-jasa pendeta Marthin Luther King, Jr. Hari libur ini jatuh pada senin ketiga bulan januari, sekitar hari ulang tahunnya Martin Luther King. Hari Marthin Luther King merupakan satu-satunya hari libur federal Amerika Serikat yang memperingati orang Afrika-Amerika. Dow Jones 0 poin (0%) pada level 15.988, S&P 0 poin (0%) pada level 1.880, sementara Nasdaq 0 poin (0%) pada level 4.488. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah tipis, DAX melemah 23 poin (-0,24%) pada level 9.522, sementara FTSE melemah 24 poin (-0,42%) pada level 5.780. Pergerakan di bursa saham eropa tertekan pelemahan yang kembali terjadi pada harga minyak dan beberapa komoditas dunia. Hal ini memicu terjadinya aksi jual terhadap saham-saham sektor energi, sehingga memimpin pelemahan di bursa saham eropa.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan signifkan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Penguatan tipis pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.905 per USD) tidak direspon banyak oleh pelaku pasar. Pelemahan pada mayoritas bursa saham asia dan aksi jual oleh investor asing menekan IHSG di sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup melemah 43 poin (-0,94%) pada level 4.481. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 524,1M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor mengalami pelemahan, hanya sektor pertanian yang berakhir di zona hijau. Sektor aneka industri dan barang konsumsi yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 16 poin (-1,50%) dan 31 poin (-1,48%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
equity19
Seiring mulai meredahnya aksi jual di bursa saham eropa dan penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin, ditengah maraknya aksi jual oleh investor asing di bursa saham kita membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.455 dan resistance 4.510. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  AKRA(Spec Buy), TLKM(BoW), ADHI(BoW), WSKT(BoW).
                                                                               
News Highlights
PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) sepanjang tahun 2015 sebesar Rp13,9T dengan total tender diikuti senilai Rp56,3T. Pencapaian realisasi kontrak baru tersebut telah melampaui realisasi perolehan kontrak baru ADHI di sepanjang tahun 2014 yakni sebesar Rp9,2T. Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru hingga Desember 2015 masih didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 90,0% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari Swasta/lainnya sebanyak 32,0% BUMN tercatat 18,9% sementara APBN/APBD sebesar 49,1% . Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari pekerjaan Gedung sebanyak 40,5%, Jalan dan Jembatan 35,2%, sedangkan dermaga serta infrastruktur lainnya sebesar 24,3%.
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui anak usahanya yakni PT SLP Surya Ticon Internusa (SLP) hari ini me-launching fasilitas pergudangan modern tahap kedua di Kawasan Indurstri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat. Di saat yang bersamaan pula, SLP juga melaksanakan groundbreaking ready built factory for rent di lokasi yang sama. Peresmian pergudangan modern tahap kedua dan groundbreaking ready built factory dilakukan oleh Johannes Suriadjaja (Presdir SSIA) bersama dengan Soehartono Widjojo (Presdir SLP), Yukio Takebe (Presdir & CEO Mitsui Indonesia) dan Virapan Pulges (Managing Director Ticon). Pergudangan modern pertama di Indonesia yang dimiliki oleh SLP ini berkualitas standar internasional yang memiliki berbagai fasilitas pendukung yang lengkap. Untuk meningkatkan permintaan kebutuhan investor, awal tahun ini SLP kembali membangun warehousing tahap kedua yang akan terdiri dari 12 unit dengan total luas 28.000 m2. Nilai investasi yang dikeluarkan untuk membangun pergudangan tahap kedua di luar nilai tanah yakni sebesar Rp96 miliar. Rencananya fasilitas pergudangan ini akan resmi beroperasi secara komersial pada bulan Juli 2016 mendatang.
PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten (BJBR) menyiapkan pembiayaan senilai Rp8T untuk proyek infrastruktur pada 2016. Sejumlah proyek yang rencananya akan melibatkan pembiayaan dari Bank BJB adalah BIJB, tol Soreang-Pasirkoja (Soroja), tol Bogor-Ciawi, termasuk ruas Trans Sumatera. Meski demikian, fokusnya dalam pembiayaan infrastruktur di Jawa Barat dan Banten. Selain itu juga melakukan pembiayaan melalui beberapa perusahaan BUMN karya yang bergerak di bidang konstruksi seperti Wijaya Karya dan Adhi Karya dan juga BUMD Jabar seperti Jasa Sarana.
PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI) mengangkat Direktur Utama baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada akhir pekan kemarin (15/01) di Serpong, Tangerang. Dalam RUPSLB, para pemegang saham ASRI telah sepakat dan menyetujui untuk mengangkat Joseph Sanusi Tjong untuk menggantikan Purbaja Pantja yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama. Sampai dengan RUPSLB berakhir susunan Direksi dan Komisaris lainnya tercatat tidak mengalami perubahan, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Senin.
PT Timah Tbk (TINS) akan merealisasikan konstruksi smelter mineral tanah jarang di Bangka Barat pada kuartal III tahun ini. Pengerjaan smelter dengan kapasitas 5.000-6.000 ton per tahun ini diproyeksikan selesai dalam dua tahun. Permintaan tanah jarang diprediksi bertumbuh ke depan karena digunakan untuk komponen elektronik dan otomotif berteknologi tinggi, termasuk mobil hingga pesawat ulang alik. Harga jual produk ini dapat 8-10 kali harga timah. Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal sekitar Rp1,2T. Dana ini akan digunakan untuk produksi dan pengembangan (diversifikasi) perusahaan.
Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 33% pada 2016, didorong peningkatan kapasitas angkut sebesar 25%. Sepanjang tahun lalu, pendapatan perusahaan mencapai Rp1,6 triliun. Pada 2016, perusahaan akan memiliki tiga kapal baru yang baru dibeli akhir 2015 sehingga total armada yang dibeli perusahaan menjadi 25. Sebanyak 2 kapal dibeli dari China dengan kapasitas 380 TEUs, sedangkan sisanya kapal besar bekas berdaya angkut 2.130 TEUs. Tahun ini, TMAS kembali membeli enam kapal baru dengan kapasitas 380 TEUs. Pembelian kapal ini akan menggunakan belanja modal yang tersisa sebesar Rp210 M, sedangkan pembelian kapal tahun lalu menghabiskan dana hingga Rp475M. Total belanja modal TMAS mencapai Rp685M untuk periode Juni 2015-Juni 2016.

-----------------------------------

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar