Jumat, Januari 15

Equity Update 15 Januari 2016

Market Review
Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, Dow Jones menguat 228 poin (+1,41%) pada level 16.379, S&P naik 32 poin (+1,68%) pada level 1.922, sementara Nasdaq ditutup menguat 89 poin (+1,96%) pada level 4.615. Saham-saham Wall Street berakhir menguat cukup signifikan meninggalkankan level terndah tiga bulan. Bursa saham Wall Street bergerak tertekan di awal perdagangan, namun reboundnya harga minyak dunia langsung direspon oleh pelaku pasar, sehingga berhasil mengangkat harga saham sektor energi. Penguatan pada saham-saham sektor energi dan barang kesehatan memimpin kenaikan indeks bursa saham Wall Street. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, DAX melemah 167 poin (-1,68%) pada level 9.794, sementara FTSE melemah 43 poin (-0,72%) pada level 5.918. Pergerakan di bursa saham eropa masih dipengaruhi oleh harga minyak dunia dan perkembangan data-data ekonomi China. Meskipun mengalami pelemahan, bursa saham eropa sudah mengalami pembalikan arah dari level terendahnya pada perdagangan kemarin.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan signifkan pada bursa saham AS langsung direspon oleh pelaku pasar. Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.907 per USD) ikut menekan peregerakan IHSG. Penguatan pada bursa saham Asia sempat mengangkat IHSG untuk menguat dari level harga pembukaan, namun ditengah sesi perdagangan IHSG kembali mengalami kejatuhan pasca terjadi pengeboman dan baku tembak antara lembaga keamanan Negara dengan teroris. Setelah mulai terkendalinya suasana pasca pengeboman dan ditambah lagi keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan tingkat suku bunga (BI-Rate) sebesear 25 bps menjadi 7,25% membuat IHSG perlahan berbalik arah menjadi menguat dibandingkan level terendahnya, namun tidak berhasil masuk ke zona hijau. IHSG akhirnya ditutup melemah 24 poin (-0,53%) pada level 4.513. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 441,4M di pasar regular dan negosiasi. Sektor industri dasar dan infrastruktur yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 7 poin (-1,71%) dan 13 poin (-1,29%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
equity15
Seiring penguatan signifikan pada bursa saham AS, dan percobaan pembalikan arah pada IHSG kemarin  serta penguatan pada rupiah pagi ini ditengah masih keluarnya dana investor asing dari bursa saham kita membuat IHSG berpotensi untuk bergerak menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.485 dan resistance 4.550. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  BBRI(Buy), TLKM(Buy), SSIA(Spec Buy) dan KIJA(BoW).

News Highlights
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 10% hingga 11% pada tahun 2016. Pertumbuhan ini cenderung konservatif atau tidak jauh berbeda dari pertumbuhan kredit perseroan pada tahun lalu yang sebesar 11,8%. Target tersebut masih dapat berubah seiring dengan perkembangan perekonomian yang terjadi pada tahun ini. Kalau kuartal II 2016, permintaan kredit meningkat lebih dari target kita, ya kita berani pasang lebih besar. Karena likuiditas kita masih cukup dan juga dari segi modal cukup kalo mau naik kredit misalnya 12%-15%. Untuk pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), perseroan menargetkan akan tumbuh 6% hingga 7%. Namun, target tersebut juga fleksibel mengikuti tingkat pertumbuhan penyaluran kredit.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diminta untuk dapat mengintegrasikan pipa distribusi demi terlaksananya efisiensi infrastruktur gas dan penyediaan harga gas yang ekonomis bagi masyarakat Indonesia oleh PT Pertamina Gas (Pertagas). Solusi tercepat dan termudah saat ini untuk menyelesaikan permasalahan ketidakefisienan dan tumpang tindih pembangunan pipa adalah terbentuknya joint committee.
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) diminta supaya tidak menunggu penyertaan modal awal dari Perusahaan Daerah Bali dalam melaksanakan studi kelayakan rencana pembangunan sejumlah ruas tol di Pulau Dewata oleh Gubernur Bali Mangku Pastika. Menurut Pastika untuk pembangunan sejumlah ruas tol menuju kawasan Bali utara, bukan persoalan yang sederhana karena harus diperhitungkan biayanya, pembebasan lahan, mekanisme pengembalian modalnya, volume kendaraan yang akan lewat dan sebagainya.
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) memperkirakan kinerja sepanjang tahun 2015 masih akan stagnan. Laba bersih perseroan diperkirakan akan mencapai sekitar Rp1,3T atau hampir sama dengan perolehan tahun 2014. Namun dari sisi pendapatan usaha, akan mengalami pertumbuhan di atas 35% menjadi 7T. Perseroan memproyeksikan pra penjualan atau marketing sales tahun ini mencapai Rp 10T. Jumlah itu tumbuh 8,6% daripada realisasi sepanjang tahun lalu senilai Rp 9,2T.
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terus memperluas pasarnya di China dengan menambah rute Denpasar-Shanghai setelah sebelumnya membuka rute Denpasar-Beijing dan Denpasar-Guangzhou pada 2015. Upaya tersebut dilakukan, karena China merupakan salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan jaringan rute internasional Garuda Indonesia mengingat potensi wisatawan China yang bepergian ke seluruh dunia yang begitu besar mencapai 100 juta orang. Jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia meningkat setiap tahunnya, dimana jumlah kunjungan wisatawan China pada tahun 2015 periode Januari-Agustus meningkat sebesar 25% dibandingkan tahun sebelumnya.
PT Freeport Indonesia akhirnya secara resmi mengirimkan surat kepada pemerintah Indonesia, yakni kepada Menteri ESDM, untuk mengajukan penawaran 10,64% sahamnya. Freeport mengajukan harga sebesar US$ 1,7 miliar untuk 10,64% saham tersebut. Penawaran saham ini merupakan bagian dari kewajiban divestasi 30% saham yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Mineral dan Batubara (PP 77/2014). Setelah penawaran resmi diajukan Freeport, pemerintah akan segera membentuk tim yang terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga untuk menilai harga saham yang diajukan Freeport. Pemerintah juga dapat menunjuk konsultan independen untuk mengevaluasi nilai saham Freeport. Hasil evaluasi akan pemerintah untuk bernegosiasi dengan Freeport. Selanjutnya akan disampaikan dibawa untuk bertemu Tim Freeport dan memutuskan harga yang disepakati kedua belah pihak.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,25% dari 7,5%. Sedangkan, lending facility 7,75% dan deposit facility 5,25%. Sebelumnya, BI telah mempertahankan suku bunga sebesar 7,5 %, serta suku bunga lending facility pada level 8,0% dan suku bunga deposit facility sebesar 5,50% selama terhitung sejak Februari 2015. Penurunan BI rate secara terukur ini diharapkan mampu memperkuat pelonggaran kebijakan makro prudensial dan penurunan Giro Wajib Minimum yang telah dilakukan sebelumnya.

-----------------------------------

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar