Market Review
Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, Dow Jones menguat 117 poin (+0,72%) pada level 16.516, S&P naik 15 poin (+0,80%) pada level 1.939, sementara Nasdaq ditutup menguat 48 poin (+1,04%) pada level 4.686. Saham-saham Wall Street berakhir menguat cukup signifikan setelah bergerak sangat fluktuatif disepanjang perdagangan kemarin. Bursa saham Wall Street mengawali perdagangan dengan menguat, namun pelemahan harga minyak dunia hingga menembus level US$30/barel menekan bursa saham di pertengahn perdagangan. Stabilisasi di pasar Tiongkok, termasuk penguatan yuan, memicu pembelian dan berhasil mengangkat bursa saham AS hingga ditutup di teritori positif. Penguatan pada saham-saham berbasis teknologi, dan mulai rebound nya bursa saham-saham komoditas seiring mulai meredahnya tekanan terhadap harga minyak dunia menjadi penopang utama pergerakan indeks dibursa saham Wall Street. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat signifikan, DAX menguat 160 poin (+1,63%) pada level 9.985, sementara FTSE menguat 57 poin (+0,97%) pada level 5.929. Penguatan pada bursa saham eropa ditopang oleh langkah-langkah yang di lakukan oleh China untuk mempertahankan Yuan. Langkah yang diambil oleh China membantu meredakan kekhawatiran investor tentang melemahnya perekonomian China.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment negatif dari pelemahan pada bursa saham global tidak mendapatkan respon negatif dari pelaku pasar. Pelemahan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.910 per USD) juga tidak mendapatkan respon negatif dari pelaku pasar. Penguatan pada awal perdagangan beberapa bursa saham asia membuat IHSG berhasil dibuka menguat. Aksi beli oleh investor asing dan penguatan cukup signifkan pada pembukaan perdagangan bursa saham eropa terus menopang IHSG untuk berada di zona hijau disepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat cukup signifikan sebesar 47 poin (+1,05%) pada level 4.513. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 72,2M di pasar regular dan negosiasi. Sektor infrastruktur dan keuangan yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 21 poin (+20,52%) dan 10 poin (+1,46%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
Seiring penguatan sigbifikan pada bursa saham global, penguatan cukup signifikan pada IHSG kemarin dan masuknya dana investor asing ditengah pelemahan yang terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap USD membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan pnguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.485 dan resistance 4.550. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PWON(Spec Buy), UNTR(Spec Buy), AISA(Spec Buy) dan SMGR(BoW).
News Highlights
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memproyeksikan target pertumbuhan kredit pada tahun ini akan mencapai di kisaran 15-17%. Jumlah ini lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan industri yang di kisaran 13-15%. Target pertumbuhan kredit yang tinggi tersebut juga akan diimbangi dengan tetap menjaga tingkat kredit yang bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). BNI juga akan menjaga tingkat kredit bermasalah atau NPL di bawah 2,7%. Sementara untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) emiten bank milik pemerintah ini menargetkan pertumbuhan dikisaran 14-16%. Ini dilakukan demi menjaga Loan Deposit Ratio (LDR) yang berada di posisi 85-90%. BBNI juga menyiapkan dana Rp 3T untuk melakukan akuisisi bank dan asuransi umum. BBNI telah melakukan revaluasi aset menjadi Rp12,2T, guna meningkatkan permodalannya. meningkatnya aset tersebut akan berpengaruh positif pada penguatan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang berada dikisaran 2-2,5%, dengan begitu CAR BNI meningkat tajam menjadi 19-21.
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) menargetkan kontrak baru tahun ini sebesar Rp 31T. Jumlah tersebut naik 14,7% dibanding dengan realiasi tahun lalu yakni sebesar Rp 27,014T. Sebagian besar target tersebut akan dibidik dari proyek BUMN, Proyek BUMN ditargetkan 46%, Sementara, proyek pemerintah dibidik 33% dan swasta 21%. Adapun realisasi kontrak baru tahun lalu PTPP berhasil melampaui target kontrak baru tahun 2015. Perseroan mengantongi kontrak anyar Rp 27,014T. Sementara, tahun lalu, PTPP menargetkan kontrak baru sebesar Rp 27T. Sementara laba bersih tahun ini ditargetkan mencapai Rp 1T dan pendapatan Rp 20T. Laba bersih perseroan tahun lalu bisa tumbuh lebih dari 39% dari tahun 2014. Tahun ini, PTPP akan menyiapkan capex tahun ini sebesar Rp 2,85T. Jumlah ini lebih tinggi dari serapan capex emiten konstruksi ini pada tahun 2015 sebesar Rp 1,25T.
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membidik kontrak baru dari proyek High Speed Rail (HSR) atau kereta api cepat Jakarta-Bandung Rp 17T tahun ini. proyek senilai US$ 5,5M tersebut akan groundbreaking pada 21 Januari mendatang di Walini. Tahun ini perseroan menargetkan bisa membukukan penjualan Rp 2T dari pekerjaan sipil proyek tersebut untuk tahap pertama. Proyek kereta api berkecepatan 250-300 kilometer per jam tersebut akan digarap oleh konsorsium BUMN Cina dan BUMN Indonesia yakni PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC). Porsi BUMN Indonesia mencapai 60%. Konsorsium BUMN Indonesia terdiri dari WIKA sebagai pemimpin konsorsium dengan kepemilikan 38%, PT Jasa MArga tbk (JSMR) 12%, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII 25% dan PT Kereta Api Indonesia 25%. Tahun 2016, perseroan membidik kontrak baru sebesar Rp 52,2T atau naik 106,6%. Dengan tambahan kontrak carry over tahun lalu sebesar Rp 33T maka total kontrak yang akan digarap (order book) perseroan tahun ini mencapai Rp 86T.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk kembali mengubah susunan dewan komisaris setelah pada 4 April 2015 silam dirombak. Perseroan menerima surat pengunduran diri anggota dewan komisaris, yakni Muhammad Zamkhani. Pengunduran diri tersebut secara otomatis membuat yang bersangkutan berhenti sebagai dewan komisaris PGN.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 103 Tahun 2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia pada Senin (22/12/2015). Jokowi meneken PP tersebut berdasarkan pertimbangan untuk lebih memberikan kepastian hukum pemilikan rumah tempat tinggal atau hunian oleh orang asing yang berkedudukan di Indonesia. Dalam PP itu disebutkan, yang dimaksud Orang Asing yang berkedudukan di Indonesia adalah orang yang bukan Warga Negara Indonesia (WNI) yang keberadaannya memberikan manfaat, melakukan usaha, bekerja, atau berinvestasi di Indonesia. Adapun rumah tempat tinggal atau hunian yang dapat dimiliki oleh Orang Asing sebagaimana dimaksud merupakan:
- Rumah Tunggal di atas tanah:
- Hak Pakai; atau
- Hak Pakai di atas Hak Milik yang dikuasai berdasarkan perjanjian pemberian Hak Pakai di atas Hak Milik dengan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah.
Sarusun (satuan rumah susun) yang dibangun di atas bidang tanah Hak Pakai. Menurut PP ini, Rumah Tunggal di atas tanah Hak Pakai yang dapat dimiliki Orang Asing diberikan untuk jangka waktu 30 (tiga puluh) tahun, dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun.
-----------------------------------
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar