Jumat, Desember 18

Equity Update IPOT 18 Desember 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah cukup signifikan, Dow Jones melemah 253 poin (-1,43%) pada level 17.496, S&P turun 31 poin (-1,50%) pada level 2.042 dan Nasdaq ditutup melemah 68 poin (-1,34%) pada level 5.003. Saham-saham Wall Street berakhir melemah cukup signifikan mengakhiri rally di perdagangan hari sebelumnya. Adanya kepastian mengenai suku bunga The Fed yang telah di umumkan dinaikkan sebesar 25 basis poin, membuat fokus investor kembali lagi kepada pelemahan harga minyak dunia. Pelemahan yang terjadi pada harga minyak dunia kembali menyeret saham-saham disektor energy, sehingg indeks bursa saham Wall Street ke teritori negatif. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, DAX menguat 269 poin (+2,57%) pada level 10.738, sementara FTSE menguat 42 poin (+0,69%) pada level 6.103. Bursa saham eropa berhasil ditutup menguat cukup signifikan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari sebelumnya. Penguatan yang terjadi merupakan respon lanjutan dari keputusan yang di ambil oleh Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, hal ini menimbulkan ekspektasi bahwa perekonomian AS sudah dalm kondisi semakin baik.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan signifikan bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp14.009 per USD) dan penguatan pada bursa saham asia serta aksi beli oleh investor asing terus membuat IHSG berada di zona hijau di sepanjang perdagangan kemarin. IHSG akhirnya ditutup menguat signifikan sebesar 73 poin (+1,62%) pada level 4.556. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 1.136,3M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhir perdaganga di zona hijau. Sektor infrastruktur dan industry dasar yang masing-masing menguat sebesar 26 poin (+2,70%) dan 9 poin (+2,19%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.


Seiring bervariasinya pergerakan bursa saham global dan adanya potensi profit taking yang akan dilakukan oleh para pelaku pasar ditengah penguatan cukup signifikan pada IHSG kemarin dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap USD ditengah serta sudah mulai masuknya arus dana investor asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.525 dan resistance 4.585. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PGWON(Buy), ADHI(Spec Buy), LPKR(Spec Buy), dan WSKT(BoW). 


News Highlights

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bersama lima perusahaan lainnya yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), sepakat untuk memberikan pembiayaan fasilitas kredit Sindikasi Capital Expenditure (Capex 5) atau belanja modal bagi PT PLN (Persero). Penandatanganan yang dilakukan, Kamis (17/12/2015), di Jakarta, menandai pemberian fasilitas kredit sebesar Rp 12T, yang akan digunakan oleh PLN untuk 2015 dan 2016. BBRI berperan sebagai Mandated Lead Arranger (MLA) atau pimpinan sindikasi sekaligus Agen Fasilitas, dan Agen Penampungan dengan fasilitas pemberian kredit sebesar Rp 5T. Sementara perusahaan lainnya menjadi Joint MLA dengan porsi plafond kredit BMRI sebesar Rp 3T, BBNI Rp 2,5T, BBCA, LPEI, dan PT SMI masing-masing sebesar Rp 500M. 

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak perusahaannya PT Multimedia Nusantara telah melakukan akuisisi. Akuisisi dilakukan pada 30 November 2015 terhadap saham PT Sarana Usaha Sejahtera Insan Palapa.

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) perusahaan ritel modern di Indonesia membuka gerai perdana grosir modern SmartClub berlokasi di Metropolis Town Square, Kota Tangerang Provinsi Banten. Gerai ini memiliki gross selling area 9284 meter persegi hadir untuk membantu para mitra bisnis seperti pengusaha hotel, restoran, dan katering, pedagang, pabrikan, institusi, perkantoran. SmartClub memiliki konsep one stop buying, dimana seluruh kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi di dalam satu tempat untuk menghemat waktu, yakni mulai dari daging segar, ikan air laut dan tawar, sayuran, buah-buahan, produk makanan dan minuman dalam kemasan, produk pembersih, perlengkapan, dan produk elektronik, keperluan rumah tangga, sampai alat tulis kantor Penataan produk diatur sempurna dengan dibantuk skema pewarnaan yang tepat untuk mempermudah konsumen menemukan produk yang diinginkan. Dalam kesempatan tersebut, MPPA juga meresmikan jaringan Foodmart Xpress (FMX) yang berada dibawah Divisi Grosir Perseroan, yang merupakan konsep minimarket yang ke depan akan tersedia melalui sistem franchise maupun ekspansi internal Perseroan.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kemarin meresmikan sarana dan fasilitas Terminal BBM milik AKRA yang berlokasi di Bitung, Sulawesi Utara, Palaran, Kalimantan Timur, dan Gabion, Medan. Selain itu juga meresmikan perluasan 2 terminal perseroan yang berlokasi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Pontianak, Kalimantan Barat. Kapasitas ekstra terminal BBM yang diresmikan hari ini akan memperkuat jaringan logistik dan supply chain AKRA. Terminal BBM baru di Bitung memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 30.500 kilo liter ditambah terminal BBM di Palaran memiliki kapasitas 15.000 kilo liter dan untuk terminal BBM di Medan 15.000 kilo liter. Sedangkan untuk perluasan terminal BBM di Pontianak 19.500 kilo liter dan Banjarmasin 10.000 kilo liter. Dengan peningkatan kapasitas di masing-masing terminal BBM akan meningkatkan kapasitas penyimpanan AKRA total menjadi 656.000 kilo liter yang tersebar di 15 lokasi di seluruh Indonesia. Perseroan telah menginvestasikan dana sebesar Rp 1.031M untuk pembangunan terminal BBM baru dan perluasan fasilitas penyimpanan ini.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) pengembang properti terintegrasi berhasil menyelesaikan pekerjaan atap dua menara (tower) St Moritz, kawasan hunian dan bisnis terintegrasi di Puri Indah Jakarta Barat. Ini merupakan komitmen manajemen Lippo Homes untuk secepatnya melengkapi kawasan CBD Jakarta Barat. Seiring selesainya pekerjaan atap, manajemen Lippo Homes merencanakan proses serah terima unit-unit The New Ambassador Tower akan digelar segera. Proses yang sama juga akan dilaksanakan untuk serah terima unit-unit Lippo Office Tower yang merupakan menara perkantoran prestisius di CBD Jakarta Barat.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mengakuisisi PT Mirza Pratama Putra (MPP) sebuah perusahaan perkebunan yang berada di Naga Bulik, Kalimantan Tengah. Jumlah saham MPP yang diakuisisi sebesar 100 persen dimana akuisisi dilakukan oleh anak usaha perseroan PT Mitra Mendawai Sejati (MMS). Nilai transaksi akuisisi sebesar US$15.000.000. Sumber dana akuisisi berasal dari kas internal dengan dukungan pinjaman perbankan. MPP adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang mengusahakan total luas lahan sekitar 6.000 hektar termasuk 1.450 hektar inti tanaman.

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berupaya mengembangkan kawasan industri di Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Kendal. Selama ini banyak investor asing yang ingin masuk ke Jawa Tengah, tetapi terkendala oleh infrastruktur dan sisi keamanan. Sesuai dengan rencana awal, kawasan industri yang dibangun oleh Jababeka di Kabupaten Kendal seluas 2.700 hektare. Saat ini 700 hektare di antaranya sudah dibangun. Dari sisi jumlah perusahaan, saat ini sudah ada lima perusahaan yang sudah melakukan pembayaran. Bahkan, satu di antaranya sudah mulai membangun pabriknya. Untuk perusahaan-perusahaan ini bergerak di sektor makanan, furnitur, dan tekstil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar