Market
Review
Indeks di bursa saham Wall Street
mengakhiri perdagangan
kemarin
dengan ditutup melemah cukup signifikan, Dow Jones melemah 253 poin (-1,43%)
pada level 17.496, S&P turun 31 poin (-1,50%) pada level 2.042 dan Nasdaq
ditutup melemah 68 poin (-1,34%) pada level 5.003. Saham-saham Wall
Street berakhir melemah cukup signifikan mengakhiri rally di perdagangan hari
sebelumnya. Adanya kepastian mengenai suku bunga The Fed yang telah di umumkan
dinaikkan sebesar 25 basis poin, membuat fokus investor kembali lagi kepada
pelemahan harga minyak dunia. Pelemahan yang terjadi pada harga minyak dunia
kembali menyeret saham-saham disektor energy, sehingg indeks bursa saham Wall
Street ke teritori negatif. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri
perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, DAX menguat 269
poin (+2,57%) pada level
10.738, sementara FTSE menguat 42 poin (+0,69%) pada level 6.103. Bursa saham
eropa berhasil ditutup menguat cukup signifikan melanjutkan penguatan pada
perdagangan hari sebelumnya. Penguatan yang terjadi merupakan respon lanjutan
dari keputusan yang di ambil oleh Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga,
hal ini menimbulkan ekspektasi bahwa perekonomian AS sudah dalm kondisi semakin
baik.
Seiring bervariasinya pergerakan bursa
saham global dan adanya potensi profit taking yang akan dilakukan oleh para
pelaku pasar ditengah penguatan cukup signifikan pada IHSG kemarin dan
menguatnya nilai tukar rupiah terhadap USD ditengah serta sudah mulai masuknya
arus dana investor asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi
dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.525 dan
resistance 4.585. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah
satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi
pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
PGWON(Buy), ADHI(Spec Buy), LPKR(Spec Buy), dan WSKT(BoW).
News Highlights
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk (BBRI) bersama lima perusahaan lainnya yaitu PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank
Central Asia Tbk (BBCA), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan PT
Sarana Multi Infrastruktur (SMI), sepakat untuk memberikan pembiayaan fasilitas
kredit Sindikasi Capital Expenditure (Capex 5) atau belanja modal bagi PT PLN
(Persero). Penandatanganan yang
dilakukan, Kamis (17/12/2015), di Jakarta, menandai pemberian fasilitas kredit
sebesar Rp 12T, yang akan digunakan oleh PLN untuk 2015 dan 2016. BBRI berperan sebagai Mandated Lead
Arranger (MLA) atau pimpinan sindikasi sekaligus Agen Fasilitas, dan Agen
Penampungan dengan fasilitas pemberian kredit sebesar Rp 5T. Sementara perusahaan lainnya menjadi
Joint MLA dengan porsi plafond kredit BMRI sebesar Rp 3T, BBNI Rp 2,5T, BBCA,
LPEI, dan PT SMI masing-masing sebesar Rp 500M.
PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk (TLKM) melalui anak perusahaannya PT Multimedia Nusantara telah
melakukan akuisisi. Akuisisi dilakukan pada 30 November 2015 terhadap saham PT
Sarana Usaha Sejahtera Insan Palapa.
PT Matahari Putra Prima
Tbk (MPPA) perusahaan ritel modern di Indonesia membuka gerai perdana grosir
modern SmartClub berlokasi di Metropolis Town Square, Kota Tangerang Provinsi
Banten. Gerai ini memiliki gross selling area 9284 meter persegi hadir untuk
membantu para mitra bisnis seperti pengusaha hotel, restoran, dan katering,
pedagang, pabrikan, institusi, perkantoran. SmartClub memiliki konsep one stop
buying, dimana seluruh kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi di dalam satu tempat
untuk menghemat waktu, yakni mulai dari daging segar, ikan air laut dan tawar,
sayuran, buah-buahan, produk makanan dan minuman dalam kemasan, produk
pembersih, perlengkapan, dan produk elektronik, keperluan rumah tangga, sampai
alat tulis kantor Penataan produk diatur sempurna dengan dibantuk skema
pewarnaan yang tepat untuk mempermudah konsumen menemukan produk yang
diinginkan. Dalam kesempatan tersebut, MPPA juga meresmikan jaringan Foodmart
Xpress (FMX) yang berada dibawah Divisi Grosir Perseroan, yang merupakan konsep
minimarket yang ke depan akan tersedia melalui sistem franchise maupun ekspansi
internal Perseroan.
PT AKR Corporindo Tbk
(AKRA), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kemarin
meresmikan sarana dan fasilitas Terminal BBM milik AKRA yang berlokasi di
Bitung, Sulawesi Utara, Palaran, Kalimantan Timur, dan Gabion, Medan. Selain
itu juga meresmikan perluasan 2 terminal perseroan yang berlokasi di
Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Pontianak, Kalimantan Barat. Kapasitas ekstra terminal BBM yang
diresmikan hari ini akan memperkuat jaringan logistik dan supply chain AKRA.
Terminal BBM baru di Bitung memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 30.500 kilo
liter ditambah terminal BBM di Palaran memiliki kapasitas 15.000 kilo liter dan
untuk terminal BBM di Medan 15.000 kilo liter. Sedangkan untuk perluasan
terminal BBM di Pontianak 19.500 kilo liter dan Banjarmasin 10.000 kilo liter. Dengan peningkatan kapasitas di
masing-masing terminal BBM akan meningkatkan kapasitas penyimpanan AKRA total
menjadi 656.000 kilo liter yang tersebar di 15 lokasi di seluruh Indonesia.
Perseroan telah menginvestasikan dana sebesar Rp 1.031M untuk pembangunan
terminal BBM baru dan perluasan fasilitas penyimpanan ini.
PT Lippo Karawaci Tbk
(LPKR) pengembang properti terintegrasi berhasil menyelesaikan pekerjaan atap
dua menara (tower) St Moritz, kawasan hunian dan bisnis terintegrasi di Puri
Indah Jakarta Barat. Ini merupakan komitmen manajemen Lippo Homes untuk
secepatnya melengkapi kawasan CBD Jakarta Barat. Seiring selesainya pekerjaan
atap, manajemen Lippo Homes merencanakan proses serah terima unit-unit The New
Ambassador Tower akan digelar segera. Proses yang sama juga akan dilaksanakan
untuk serah terima unit-unit Lippo Office Tower yang merupakan menara
perkantoran prestisius di CBD Jakarta Barat.
PT Sawit Sumbermas Sarana
Tbk (SSMS) mengakuisisi PT Mirza Pratama Putra (MPP) sebuah perusahaan
perkebunan yang berada di Naga Bulik, Kalimantan Tengah. Jumlah saham MPP yang
diakuisisi sebesar 100 persen dimana akuisisi dilakukan oleh anak usaha
perseroan PT Mitra Mendawai Sejati (MMS). Nilai transaksi akuisisi sebesar
US$15.000.000. Sumber dana akuisisi berasal dari kas internal dengan dukungan
pinjaman perbankan. MPP adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan
kelapa sawit yang mengusahakan total luas lahan sekitar 6.000 hektar termasuk
1.450 hektar inti tanaman.
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berupaya
mengembangkan kawasan industri di Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Kendal.
Selama ini banyak investor asing yang ingin masuk ke Jawa Tengah, tetapi
terkendala oleh infrastruktur dan sisi keamanan. Sesuai dengan rencana awal,
kawasan industri yang dibangun oleh Jababeka di Kabupaten Kendal seluas 2.700
hektare. Saat ini 700 hektare di antaranya sudah dibangun. Dari sisi jumlah
perusahaan, saat ini sudah ada lima perusahaan yang sudah melakukan pembayaran.
Bahkan, satu di antaranya sudah mulai membangun pabriknya. Untuk
perusahaan-perusahaan ini bergerak di sektor makanan, furnitur, dan tekstil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar