Rabu, Desember 30

Equity Update 30 Desember 2015

Market Review

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, Dow Jones menguat 193 poin (+1,10%) pada level 17.721, S&P naik 22 poin (+1,05%) pada level 2.078 sementara Nasdaq ditutup menguat 67 poin (+1,33%) pada level 5.108. Saham-saham Wall Street berakhir menguat cukup signifikan merespon penguatan yang terjadi pada harga minyak dunia. Penguatan pada harga minyak dunia ini mendorong penguatan pada saham-saham sektor energi. Kenaikan pada bursa saham Wall Street juga ditopang oleh penguatan signifikan pada saham-saham teknologi. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat cukup signifikan, DAX menguat 206 poin (+1,93%) pada level 10.860 sementara FTSE menguat sebesar 60 poin (+0,97%) pada level 6.315. Bursa saham eropa ditutup menguat cukup signifikan merespon penguatan pada harga minyak dan beberapa komoditas dunia lainnya.

Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan pada mayoritas bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Namun, aksi beli oleh investor asing mampu membuat IHSG berbalik menguat. Penguatan pada bursa saham asia dan pembukaan perdagangan bursa eropa yang mengalami penguatan turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Hal tersebut membuat IHSG berbalik menguat dan berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 12 poin (+0,26%) pada level 4.569. Investor asing mencatatkan beli bersih (foreign net buy) sebesar 79,2M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya sektor infrastruktur yang mengakhiri perdagangan di zona merah. Sektor pertambangan dan pertanian yang masing-masing menguat sebesar 13 poin (+1,63%) dan 15 poin (+0,91%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami pelemahan (di tutup di level Rp13.698 per USD).

equity30

Seiring penguatan cukup signifikan pada bursa saham global, penguatan pada IHSG dan kembali masuknya dana investor asing pada perdagangan kemarin, ditengah pelemahan tipis pada nilai tukar rupiah terhadap USD kemarin membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.540 dan resistance 4.600. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing masih mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNTR(Spec Buy),  INDF(Spec Buy), AKRA(Spec Buy), dan  ASII(Spec Buy).
                                                                               

News Highlights


PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terpilih sebagai kontraktor utama Pembanguan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Berdasarkan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-PR), akhirnya WIKA ditetapkan sebagai pemenang tender proyek tersebut. Proyek senilai Rp 152,49M ini akan dikerjakan di atas lahan seluas 80.003 meter persegi dan rencananya akan dibangun PLBN dengan luas bangunan 19.493 meter persegi di zona inti, sub inti dan pendukung.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membeli 12,5% saham Citra Waspphutowa yang dimiliki oleh sesama BUMN, Hutama Karya, senilai Rp125M. Pembelian tersebut dilakukan melalui anak usaha WSKT yaitu Waskita Toll Road. Citra Waspphutowa merupakan perusahaan yang mengelola proyek jalan tol Antasari-Depok. Sebelumnya, WSKT telah memiliki penyertaan modal senilai Rp50M atau sekitar 12,5% dari modal Citra Waspphutowa sebagai bagian dari investasi jangka panjang yang dilakukan oleh perusahaan. Adapun, WSKT meyakini pembelian saham ini akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyediakan layanan perbankan bagi PT Pos Indonesia untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pengelolaan kas. Penandatanganan kerjasama penyediaan layanan tersebut ditandatangani Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi W. Setijono dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto. Melalui kerjasama ini, Bank Mandiri mengelola kas PT Pos Indonesia seperti penyediaan likuiditas, penerimaan setoran dana, pengelolaan dana dan rekening PT Pos, fasilitas cash management, serta layanan perbankan lain untuk pegawai dan mitra bisnis PT Pos Indonesia.

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) melakukan transaksi afiliasi dengan salah satu anak usahanya yang bernama PT PP Property Tbk (PPRO) dalam mengalihkan saham PT Hasta Kreasimandiri (HKM) yang dimilikinya. Dalam transaksi afiliasi ini, PTPP mengalihkan sebanyak 49.500 lembar atau 99% saham HKM yang dimilikinya kepada PPRO dengan total nilai sebesar Rp71M. Transaksi ini menurut keterangan manajemen perseroan telah ditandatangani dihadapan notaris pada tanggal 23 Desember 2015.

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) memperlambat ekspansinya tahun depan. Rencananya, emiten kelapa sawit ini hanya akan melakukan penanaman lahan baru di 2016. Adapun, luas lahan baru yang akan ditanami sekitar 5.000 sampai 6.000 hektar lahan. Biayanya US$ 6.000 per hektar. Tahun pertama cuma 60%. Ini berarti, dana yang dibutuhkan adalah US$ 18 juta sampai US$ 21,6 juta. Adapun, dananya termasuk dalam alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan. Jumlah tersebut lebih rendah ketimbang capex perseroan di 2015.

PT Indofarma Tbk (INAF) berencana melepas 20% saham anak usahanya, Indofarma Global Medika (IGM), melalui skema penawaran terbatas (private placement). Perseroan membidik dana sebesar Rp100-200M dari transaksi tersebut. Divestasi ditargetkan terealisasi pada semester I-2016. Dana yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk melunasi utang kredit modal kerja (KMK) kepada Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia dan Bank Maybank Indonesia.

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mendapat tambahan fasilitas Installment Loan dari PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA) dengan plafon sebesar Rp30M. Fasilitas Installment Loan tersebut akan digunakan sebagai modal kerja sehingga dapat memperlancar kegiatan usaha perseroan. Fasilitas Installment Loan yang diterima oleh perseroan ini berjangka waktu 3 bulan dengan tingkat bunga yang dikenakan sebesar 11,75%. Adapun perjanjian kredit dengan Bank BCA mengenai penambahan fasilitas Installment Loan ini telah ditandatangani oleh perseroan pada tanggal 28 Desember 2015.

-----------------------------------
ipotindonesia , ipotplan , ipotfund

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar